31.DREGOUNS COMEBACK

249 6 0
                                        


DREGOUNS GENERATION 7

KETUA
ZEAN DRAYN LORENZO

WAKIL KETUA
VAREL GHILKA ELVRAZ

ANGGOTA INTI
AFRAN DILGANTARA
DONI ELYASA XI
RAKA ADTYA
SATYA NOURAL

◍◍◍

Biarkan mata terbuka lebar dengan pandangan luas ke atas langit, melintasi jalan raya yang tidak berujung seperti alur hidup yang begitu panjang.

Tujuannya bukan tentang seberapa jauh jarak yang telah di tempuh. Atau berapa kilometer yang telah dilalui. Tetapi, seberapa keras usaha untuk melewatinya.

Mereka mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, jalan persaudaraan dan solidaritas yang mampu mempertahankan dan memperjuangkan hak asasi, semua orang berhak atas kehidupan.

Berjuanglah, manusia sejati adalah manusia yang mampu menghargai kehadiran orang lain.

Dregouns,
Kuat, kasar dan kejam, untuk membantai orang-orang yang menggangu ketenangan dunia.

Satu keteguhan,
Berhenti mengusik atau mati.

◍◍◍

Tiga motor itu terpakir sejajar di depan basecamp, sore ini setelah pulang dari pertandingan Afran, Satya dan Raka langsung menuju ke sini.

Setelah melepas penat mereka bertiga berkumpul di ruang tengah "Eh Varel mana? Gue baru sadar kalau anak itu kaga ikut" ucap Raka tiba-tiba setelah menyadari ketidak hadiran Varel yang tidak tahu hilang ke mana.

"Ga tau gua, perasaan dari selesai tanding tuh anak udah ngilang gak tau kemana" Sahut Satya Masi sibuk dengan ponsel.

"Dari pada lo urusin Varel mending call bang Doni deh takutnya tuh anak ga mau ikut, lo sih Sat cari gara-gara" ucap Afran ketus, sudah terhitung dua hari Doni tidak ke markas semenjak bertengkar dengan Satya, Afran khawatir jika permusuhan mereka akan melebar layaknya di masa lalu.

"Gua lagi! Terus aja teru!" Sungut Satya berseru kesal, kenapa di sini selalu dia yang di salah, memang Doni sialan.

"Makanya lo harus minta maaf ke Dia" Raka menyahut setelah meletakkan sekaleng soda di atas meja yang telah habis ia minum.

"Ogah! Jelas-jelas dia yang salah ngapain gue minta maaf!" siniisan kesal itu keluar dari mulut Satya yang mencabik kesal.

Afran memijat pelipisnya yang terasa pening menghadapi manusia keras kepala seperti Satya "Lo kalau dibilangin nurut deh, nyebelin banget kayak bocah" cibirnya muak.

"Udahlah, Call bang Doni buruan" Titah Raka memutus perselisihan, mengkode Afran untuk menghubunginya.

Afran berdecak, Ia merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponsel, jari-jari itu dengan lincah memainkan ponsel hingga sambungan terhubung "Halo Bang" Afran bersuara seraya memposisikan ponsel di dekat telinga.

"Apa?" Terdengar sahutan Doni dari seberang sana.

"Lo dateng kan" Tanya Afran.

"Hmm, mungkin" Jawab Doni terdengar santai.

"Serius gue!" Geram Afran sedikit meninggikan nada bicaranya.

"Iya gue dateng, ini otw" Ucap Doni lantas memutus sambungan teleponnya secara sepihak.

NYCTOPHILIACCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang