47. Jujur

170 5 0
                                        

Tidak ada yang berubah.
Aku hanya berhenti berpura-pura.

ZEAN

- H A P P Y    R E A D I N G -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- H A P P Y    R E A D I N G -

◍◍◍

Di halaman rumah megah yang diselimuti temaram lampu taman, malam tampak merunduk. Cahaya kekuningan dari bohlam klasik menyebar lembut, menciptakan siluet pohon-pohon yang bergerak perlahan. Udara terasa lebih berat, dan ketegangan menggantung di antara desir angin yang menyapu dedaunan.

Zean menoleh ke kiri dan kanan, memastikan kemana Clara pergi, Tidak lama, sorotnya menangkap gadis itu yang berlari menjauh. Langkahnya bergerak cepat, menyusul gadis itu.

“Clara!” serunya, suara itu pecah dalam kesunyian, angin yang berhembus terasa semakin kencang, seakan membawa keresahan di setiap langkahnya.

Namun Clara tidak mengindahkan. Gadis itu terus berlari, seolah tak ingin terjebak dalam percakapan yang akan memperburuk segalanya. Rambutnya terurai acak, berayun seiring langkah kaki.

Tapi, langkah gadis itu terlalu pendek, usaha untuk melarikan diri sia-sia. Dalam beberapa detik, pergelangan tangan Clara berhasil digenggam pemuda itu.

“Lepasin!” Seru Clara dengan nada tinggi, tatapannya tajam menembus mata Zean, seperti bilah yang tak segan menorehkan luka. Ia meronta, mencoba melepaskan diri, namun genggaman itu tidak mudah digoyahkan, masih mencengkeram erat tidak berniat di lepaskan.

Zean menatap lekat, napasnya kasar, sedikit kewalahan mengejar gadis itu, tapi suaranya berusaha tetap tenang. “Clara, dengerin gue.”

“Apa lagi!” balas Clara lantang, suaranya menampar keras keheningan, lebih tajam, seolah kata-kata itu keluar bersama seluruh beban yang selama ini ia rasakan. Clara masih berusaha melepaskan diri, namun tak berhasil. Genggaman Zean terlalu kuat.

“Lepasin!” Pintanya mencoba melepas kasar cengkeraman Zean. “Elo kan yang udah merencanakan semua itu! Lo pasti udah tau dari awal kalo kita akan tunangan! Kenapa lo diem aja, kenapa lo gak jelasin ke gue sejak awal!” Gadis itu bersuara dengan emosi dan perasaan yang kacau.

Zean mengernyit, menggelengkan kepala “Gue, juga gak tau Cla. Gue ga tau apa-apa.”

“Bohong! Sekarang semua yang lo katakan udah gak berarti apa-apa.” Gadis itu menatap nyalang lawan bicaranya.

Zean merasakan gejolak yang aneh dari tatapan Clara, tatapan yang baru pertama kali dia lihat, mata itu seolah memperlihatkan kebencian.

“Sebaiknya lo jelasin ke mereka, bilang kalo kita gak ada hubungan apa-apa. Gue mau semua ini berakhir. Hubungan kita udah selesai.” Sarkasnya tajam.

Zean tertegun, kali ini hatinya terasa diremas oleh perkataan gadis itu. Ia melepas genggamannya pada lengan Clara. Kedua tangannya berpindah, menjangkau pundak Clara, mensejajarkan wajahnya. “Selesai? Enggak. Kenapa lo nolak tanpa diskusi dulu sama gue?” Zean menatap Clara lekat, bertanya dengan hati-hati meski dirinya merasa gusar.

NYCTOPHILIACCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang