15. Kemanusiaan

552 52 11
                                        

Hai jumpa lagi disini..

Sebelum lanjut Aku mau nanya nih..

Seberapa suka kamu sama cerita ini..?

Suka Zean atau Clara..?

Suka Susu atau Coklat..?

Suka Varel atau Afran..?

Satu kata buat Raka apa..?

8S-nya: Satya & Nayla😂

_______________~♥~________________

Mansion berdurasi grey itu nampak sepi, meski ada banyak pelayan di dalamnya, nyatanya Zean tidak bisa menyangkal bahwa ia kesepian, lelaki itu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa king size, menatap layar ponsel dengan penuh harap. Disana terlihat foto ayah dan ibunya, jujur Zean merindukan sosok mereka, dipikirannya saat ini, apakah mereka juga memikirkan hal yang sama, atau hanya karir dan perkerjaan yang mereka pikirkan. Zena hanya menghela nafas, jujur ia sangat merindukan kedua orangtuanya.

Di sela aktivitas menatap foto ayah dan ibunya, tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari fia aplikasi whatsapp.

Ting..

Mata tajam itu sedikit melebar ketika melihat nama pengirim pesan "Dad?" gumamnya, anggap saja tuhan sedang baik kepadanya, hingga permintaan Zean dikabulkan detik itu juga.

Mr. CEO⁣

Turun!!

Melihat pesan itu lantas membuat Zean bangkit dan bergegas menuruni anak tangga, Di anak tangga terakhir langkahnya berhenti, matanya mengankap sepasang suami istri yang tengah duduk berdandar di sofa ruang tamu.

"Mom" Panggilan itu lantas membuat Difya menoleh. Ia menyorot haru Zean, ada rasa rindu yang sudah lama tak tersampaikan. Difya bangkit dari duduknya, anak semata wayangnya itu mendekat memeluk ibunya dengan erat, melepas rasa rindu yang sudah hampir satu tahun tidak berjumpa.

Difya membalas pelukan putranya, ia menepuk punggu putranya penuh sayang, ibu mana yang tidak rindu ketika jauh dari anak satu-satunya, mata Difya bahkan sudah berair "How are you boy?" tanya Difya sembari menyeka air matanya.

"I'm fine Mom" jawab Zean tersenyum tipis.

"Forgot Dad" celetuk Renzo yang berdiri di samping keduanya, ia merasa terabaikan oleh anak dan ibu itu.

"Sorry Dad" ucap Zean seraya beralih memeluk ayahnya, ala cowok.

"Why didn't you guys tell me?" tanya Zean menatap ayahnya.

Renzo mengambil smart phone nya, menunjukan beberapa Video yang tersebar di sosial media "Kabar baik CEO besar kita telah kembali ke Indonesia" suara dari Video. Kemudian ia menggeser ke bawah "Presidir Renzo dan nyonya besar telah kembali ke indonesia" suara dari ponsel kembali terdengar.

"Sungguh suatu kabar yang sangat menggembirakan Presidir Renzo telah pulang ke Indonesia" sekali lagi sebelum Renzo mematikan ponselnya, ia menunjukkan beberapa video kepada sang anak, dengan semua itu sudah jelas tidak perlu dijelaskan lagi, karena meskipun Renzo tidak memberitahu pasti orang-orang akan mengetahui ke pulangannya ke tanah air.

Zean berdecak, sepertinya ia terlalu mengabaikan notifikasi tidak penting dari media sosial hingga ia bahkan tidak mengetahui kepulangan presidir kebanggaan semua orang itu "Ck" Zean hanya berdecak kesal menggapai kesombongan Ayahnya.

NYCTOPHILIACCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang