[PART MASIH LENGKAP]
Arga adalah pria SMA yang mendapatkan beasiswa untuk masuk ke sekolah ternama di Jakarta dengan kondisi ekonominya yang kurang memungkinkan.
Menjadi anak pertama dengan kondisi tulang punggung keluarga sudah tidak ada membuat Ar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🍩🍩🍩
"Abang,ini hp nya bunyi terus loh berisik banget, ganggu Caca belajar," pekik bocah itu.
Arga datang sambil mengacak-acak rambutnya yang basah dengan handuk agar cepat kering, lalu mengambil ponselnya dan mengecek apa yang sedari tadi berbunyi.
Ia membelalakan matanya kala membaca sederetan pesan yang masuk. "Ibu," panggil pria itu seraya berlari kedapur untuk menemui sang Ibu.
"Bu, ini liat deh Bu," heboh pria itu sembari menyodorkan ponselnya kepada Rina.
"Apa si Bang," ucapnya lalau mengambil ponse itu, membaca apa yang Arga tunjukan, "Ya ampun Alhamdillah,itu mereka pesen donat kamu semua?"
Arga mengangguk, "Alhamdulillah. Ibu harus bantuin aku ya, ini ada 25 orang yang pesen."
Rina tersenyum senang, "Pasti Ibu bantu."
"Hey anak kecil, Bang Arga ngga bisa bantu kalian dulu nih."
Semua bocah yang ada dirumahnya menoleh, "Loh kenapa Bang?" tanya Riko.
"Abang mau belanja, ini kalo kalian mau donat makan aja ya," sahutnya sembari menyodorkan sepiring donat kepada bocah itu.
Riko tersenyum sumbringah, "Oke deh nggak masalah, gih sana belanja Bang." usir Riko sembari mengambil satu donat dari piring.