46

496 72 30
                                        

🍩🍩🍩

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍩🍩🍩

Selamat menikmati double Up🤗

🍩🍩🍩

Hari sudah malam. Arga baru saja selesai membantu Abah mengurus bengkel. Abah sempat kaget melihat banyak luka memar di wajah pria itu, sempat menyuruh Arga untuk beristirahat saja dirumah namun cowo itu bersih keras ingin membantunya disini.

Alhamdulillah hari ini Arga mendapatkan uang lebih, ia berniat ingin membelikan Caca ayam goreng. Beberapa hari lalu bocah itu merengek ingin makan ayam goreng, namun Arga tak bisa mengabulkannya karena keuangannya menipis setelah membayar uang SPP Caca minggu lalu.

Arga segera mengayuh sepedanya menuju toko ayam goreng terdekat. Tidak butuh waktu lama, akhirnya ia sampai.

Cowo itu segera memarkirkan sepedanya, lalu berjalan masuk kesana.

"Kak, Ayam gorengnya satu porsi ya." pesan cowo itu.

"Baik, mohon ditunggu sementar ya Mas," ujar barista itu.

Selagi menunggu, Arga berjalan ke toilet. Ia berdiri didepan kaca besar, menatap pantulan wajahnya dicermin.

Pria itu meraih tasnya, mengambil sesuatu disana. Ia segera mengoleskan benda itu kewajahnya, membuat memar-memar itu menjadi tersamarkan.  Arga tidak mungkin pulang dengan kondisi wajah yang penuh dengan luka, makanya ia membeli cream wajah yang bisa menyamarkan memar atau bekas luka diwajahnya. Ia hanya tidak mau membuat si kecil Caca khawatir.

Setelah merasa bahwa luka-lukanya sudah tidak terlihat, Arga pergi untuk mengambil pesanannya. Saat ia pergi keluar untuk bergegas pulang, hujan tiba-tiba mengguyur kota Jakarta. Arga menatap jam dinding ditoko itu,jarum jam menunjukan bahwa sekarang adalah jam 20:30.

Arga menghela napas berat, mau tak mau ia harus menerobos hujan itu. Karena malam semakin larut, dan tak baik meninggalkan Caca sendirian dirumah apalagi saat hujan seperti ini. Suara guntur bisa membuat bocah kecil itu menangis ketakutan.

Arga kembali masuk kedalam toko untuk meminta satu kantung kresek lagi agar ayam untuk adiknya tidak basah karena hujan. Setelah itu ia segera mengayuh sepedanya dengan sangat kencang meski pandangannya mengabur akibat air hujan.

🍩🍩🍩

Sedari tadi Alan tengah memperhatikan Arga dari dalam mobil yang ia parkir tak jauh dari tempat Arga memarkirkan sepedanya. Dengan aura yang mecekram ia menatap Arga tajam.

Saat cowo itu sudah beranjak pergi dari sana, Alan segera putar balik dan ikut pergi dari toko itu juga.

"Kalo dengan cara tunangan nggak bisa bikin Tina lupa sama lo. Ini cara terakhir yang bisa buat gue jadi pemenangnya," gumam Alan bermonolog seraya fokus menyetir.

ARGA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang