66 - KAY MISSION

168 23 90
                                        

66 - KAY MISSION

"Jika rencana mu tidak berjalan, maka ganti rencana tersebut, jangan tujuannya." — Aliesha Kayana Zemira

"Hidup adalah serangkaian langkah kecil." — Gale Devano Adelard

***

flashback on.

PAGI hari, Reysa tak sengaja melewati area kampus lebih tepatnya, taman belakang. Saat Reysa hendak bersantai di taman kampus, ia melihat Erisha sedang berbicara via telephone dengan seseorang. Reysa hendak menyapa namun, ia merasa ada yang aneh dari nada bicara Erisha karna gadis itu seperti memaki-maki seseorang di seberang telephone sana.

Ia pun berniat untuk mendekat ke arah Erisha, lebih tepatnya untuk mendengar obrolan gadis itu. Awalnya ia tidak ingin menguping pembicaraan Erisha. Tapi, Reysa di kagetkan oleh pembicaraan Erisha dengan menyebutkan nama Kay di telephone sana.

"LO TAU KAN, GW MAU PAKE RENCANA ITU BUAT NGANCURIN KAY!"

"TERUS KENAPA LO MALAH JADI PESIMIS GINI?! GW GAK MAU TAU, POKOKNYA LO HARUS TETEP IKUT RENCANA YANG UDAH GW RANCANG SEDEMIKIAN RUPA. DARI AWAL LO UDAH TERLIBAT, JADI HARUS TANGGUNG JAWAB SAMA PEKERJAAN LO." ucap Erisha via telephone dan memutuskan panggilan.

"Cewe stress," gumam Reysa menjauh dari tempat dirinya berdiri.

Setelah rencana yang tak sengaja Reysa dengar dari mulut Erisha, ia bergegas memberitahu kepada Kay. Gadis itu menjelaskan semuanya dengan detail, di hadapan Kay, Gyan, dan tak lupa Zira. Betapa terkejutnya mereka semua kala mendengar ucapan Reysa, karna tak percaya akhirnya Gyan memutuskan untuk mencari tahu sendiri.

"Hai, Er." sapa Gyan,

"Hai, Gy. Kok lo tumben di parkiran?" tanya Erisha menatap Gyan bingung.

"Iya gw mau balik, kalo lo sendiri? Mau kemana," ucap Gyan basa basi.

Erisha pun mengangguk, "Gw mau pulang sih, ini lagi nunggu supir gw kejebak macet." ucapnya. "Yaudah, gw anter aja." sahut lelaki itu memainkan kunci mobilnya di sela sela jarinya.

"Nggak usah, ngerepotin lo aja."

"Gapapa elah, santai sama gw ini. Yaudah, ayo masuk." ajak Gyan membukakan pintu mobil untuk Erisha yang langsung disambut dengan senyuman kecil dibibir gadis itu.

Selama perjalanan, Erisha tak henti hentinya memandangi Gyan takjub. Lelaki dengan paras tampan, dan berkulit putih itu serta pakaian yang lelaki itu pakai mampu membuat Erisha sedikit terpikat. Gyan, yang merasa di tatap itupun menatap ke arah Erisha sekilas sebelum akhirnya ia memalingkan pandangannya ke depan.

"Kenapa Er?" tanya Gyan sambil mengendarai mobilnya,

"Lo gak punya pacar atau apa gitu, Gy?" ucap Erisha spontan membuat lelaki itu menyeringai kecil. "Gak punya, lagian ada yang mau gitu sama gw?" ucap Gyan memancing gadis di sampingnya.

"Ya ada lah pasti, lo cakep gini."

"Buktinya sampe sekarang gw tetep sendiri, Er."

"Gara gara gw terlalu kaya kali ya," sambung Gyan berniat menggoda gadis disampingnya, menatap Erisha sekilas sambil tersenyum.

RACE TO LOVE (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang