Kring.... Kring.... Kring....
Bel sekolah pertanda waktu pulang berbunyi, semua siswa yang masih mengikuti kelas pelajaran menghela nafas senang, akhirnya mereka bisa terbebas dari kegiatan belajar yang cukup melelahkan, ya... ketika remaja belajar memang terasa melelahkan tapi seiring waktu berjalan kamu akan menyadari bahwa itu adalah hal penting yang diperlukan.
"Materi kita sampai di sini dulu, ibu rasa tidak ada yang ingin bertanya karena pastinya kalian semua ingin segera pulang, tapi ibu tetap akan menahan kalian sebentar." Ibu Lily, guru yang sedang mengajar kelas terakhir mengakhiri materinya, tapi juga tetap meminta semua siswanya untuk tidak bergegas pulang.
Siswa-siswi yang sudah merapikan beberapa barang mereka bahkan sebelum ibu Lily meninggalkan ruang kelas, menatap ke arah ibu Lily heran, ada apa?
"Ada yang ingin ibu sampaikan, selaku wali kelas kalian ibu harus menyampaikan hal ini, jadi tolong perhatikan dengan baik ya." Ucap Ibu Lily tersenyum lembut.
"Memangnya ada apa bu?" Tanya Clara dengan nada tak senang, ibu Lily tetap tersenyum, ia paham siswanya pasti merasa kesal.
"Tentang Hana..."
Semua siswa spontan menatap ke arah kursi kosong di dekat jendela di barisan tengah, kursi tempat Hana duduk, ibu Lily menghela nafas sebelum kembali melanjutkan,
"Ibu yakin kalian semua pasti sudah mendengar kabar tentang Hana, Hana sudah siuman tapi mengalami amnesia." Ibu Lily bicara dengan hati-hati, saat ini apapun yang menyangkut Hana terlalu sensitif.
"Menakjubkan sekali kan? Dia melompat tapi masih hidup dan justru amnesia." Komentar Clara sinis,
Semua mendengar ucapan Clara, Kei hanya menggelengkan kepalanya jengah, sementara Cika dan Joey menatap Clara dengan pandangan tidak suka.
"Tidak baik bicara seperti itu Clara, tidak ada yang bisa memastikan apa yang terjadi, kita semua tahu kalau Hana bukan orang yang akan melakukan tindakan seperti itu." Tegur ibu Lily, Clara hanya mendengus kesal, ia tidak peduli.
"Semua sudah jelas bu, apa ada alasan lain?" Tata, salah satu teman Clara ikut bicara.
"Sudahlah, meskipun itu benar, sekolah sudah meminta kita untuk tidak membahasnya, Hana sudah siuman dan akan segera kembali ke sekolah, karena Hana tidak ingat apapun, ibu berharap sebagai teman, kalian bisa bersama-sama membantu Hana." Ibu Lily bicara dengan lembut, ia begitu sabar menghadapi semua sikap siswanya.
"Kapan bu?" Tanya Cika, ia memang tahu Hana sudah sadar tapi tidak tahu jika Hana akan segera kembali ke sekolah, ia tidak mendengar apapun dari Anala.
"Mungkin Senin ini." Jawab ibu Lily,
Semua siswa cukup terkejut mendengarnya, secepat itu? Beberapa siswa merasa lega, mereka senang Hana akan kembali, tidak peduli seperti apa kenyataannya mereka tetap sulit untuk percaya Hana melakukan tindakan itu, beberapa siswa lain cuek tidak peduli.
"Jadi ibu harap kalian membantu Hana ya, dia benar-benar perlu bantuan dari kita semua." Lanjut ibu Lily tak menghilangkan senyumannya, semua siswanya hanya diam.
"Kalian akan membantu Hana kan?" Tanya ibu Lily menegaskan, ia cukup paham mengapa siswa-siswanya terdiam, semua pasti terkejut, ia juga begitu saat mendengar kabar tentang Hana yang akan kembali.
"Iya bu, kami pasti akan membantu Hana dengan baik." Jawab Kei selaku ketua kelas, ibu Lily tersenyum ke arah Kei.
"Baguslah, kalau begitu sampai jumpa besok, ibu punya saran, kalian mungkin bisa membuat sedikit kejutan untuk Hana, sebagai memori baru."
KAMU SEDANG MEMBACA
HUBUNGAN (Tamat)
FanfictionNana, gadis manis dengan sikapnya yang sangat dingin harus berjuang untuk menguak kebenaran dari kehidupan saudara kembarnya Hana. Hubungan Nana dengan teman-teman dan keluarganya, jauh berbeda dengan hubungan yang dimiliki Hana dalam hidupnya. Cer...
