Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

29. Ujian Semester

83 22 3
                                        

Cika, Joey, dan Anala sedang berada di kamar rawat Kei, sebelumnya beberapa anggota OSIS datang untuk menjenguk Kei. Cika, Joey dan Anala memutuskan untuk tetap tinggal beberapa lama, sementara yang lain sudah pulang lebih dulu.

"Jadi apa Hana benar-benar tidak datang menjengukmu?" Tanya Cika menatap Kei yang duduk bersandar di atas ranjang rumah sakit, sambil membaca buku pelajaran.

"Apa kamu harus menanyakan itu?" Tanya Joey,

"Memangnya kenapa? Hana benar-benar keterlaluan kan kalau sampai tidak menjenguk Kei."

"Kemarin Hana sudah menjenguk Kei kan, kita juga sudah dengar dari tante Ivana kalau Hana merasa sangat bersalah."

Perdebatan Cika dan Joey kembali dimulai, Anala hanya diam memperhatikan, dan Kei tidak berniat bicara sedikitpun.

"Itu saat Kei masih tidak sadarkan diri, seharusnya Hana datang dan berterima kasih pada Kei yang sudah menolongnya."

"Kenapa harus seperti itu? Kei saja tidak keberatan, kamu tidak bisa memaksa Hana."

"Tapi..."

"Hentikan!!"

Cika terdiam dan tidak melanjutkan bicaranya, begitu juga dengan Joey, keduanya sama-sama memalingkan wajah.

Kei menghela nafas, lalu menutup buku pelajaran yang sedang ia baca.

"Bagaimana hubunganmu dengan Hana? Waktu itu kalian terlihat seperti sudah berbaikan, iya kan?" Tanya Kei pada Anala yang sejak tadi hanya diam memperhatikan perdebatan Cika dan Joey.

Mendengar pertanyaan Kei, Cika dan Joey jadi menatap ke arah Anala, mereka terlalu mengkhawatirkan keadaan Kei hingga melupakan hal itu, mereka juga ingin tahu.

Anala tersenyum tipis dengan mata yang sendu, ingatannya tentang Hana kembali terngiang.

"Aku tidak pernah bertengkar dengan Hana, sejak awal hubunganku dengan Hana baik-baik saja." Jawab Anala,

Cika dan Joey menghela nafas, keduanya berpikir Anala tidak ingin membahas peristiwa yang terjadi di ruang musik saat itu, Anala pasti tidak ingin mengingat hal itu lagi.

Tapi tidak dengan Kei, Kei memahami maksud dari ucapan Anala, karena sebenarnya Anala dan Hana memang tidak pernah bertengkar, hubungan mereka selalu baik-baik saja, karena sebenarnya, Hana sahabat asli Anala sudah meninggal dunia, dan yang bertengkar dengan Anala adalah Nana.

Kei tidak paham alasan apa yang membuat Anala ikut menutupi rahasia Nana, jika yang Nana katakan memang benar, tentang Nana yang tidak memaksa Anala untuk menjaga identitas Nana, kenapa Anala tidak bicara apapun dan seolah ikut bersandiwara? Apa yang sebenarnya mereka rencanakan?

"Bagaimana denganmu Kei? Sebentar lagi ujian semester, belum lagi akan ada kegiatan sekolah seperti class meeting dan juga persami, apa kamu yakin baik-baik saja? Sean pasti sangat membutuhkan bantuanmu untuk mengurus semua itu." Anala mencoba mengalihkan pembicaraan, bagaimanapun ia masih tidak bisa terbiasa mendengar mereka membahas Hana yang nyatanya adalah Nana.

"Benar, aku juga harus belajar dengan siapa kalau Kei masih sakit?" Ucap Joey dengan ekspresi memelas menatap Kei,

"Apanya yang perlu dikhawatirkan, kalian berdua tidak lihat? Sejak tadi Kei hanya terus membaca buku, kepalanya tidak sakit sedikitpun." Ucap Cika menatap Kei tajam, ia benar-benar tidak suka sikap Kei yang tidak ingin berisitirahat sebentar saja.

"Aku baik-baik saja, hanya masih merasa sedikit nyeri." Jawab Kei,

"Nyeri? Sejak tadi kamu tidak ingin istirahat, istirahat sebentar tidak akan membuat nilaimu turun." Bantah Cika,

HUBUNGAN (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang