Mentari pagi bersinar cukup cerah, Nana melirik jam tangannya, masih pukul 09:15 pagi tapi matahari sudah terasa menyilaukan. Semua siswa kelas X dan kelas XI sedang berkumpul di lapangan, bersiap-siap untuk menerima pengarahan tentang kegiatan persami yang akan dilaksanakan, semua siswa angkatan kelas XII tidak hadir, mereka diizinkan untuk tidak mengikuti kegiatan persami dan lebih ditekankan untuk fokus pada ujian kelulusan mereka.
Nana berdiri menatap datar ke arah pak Angga yang sedang dikelilingi banyak siswi perempuan, Nana bisa melihat pak Angga tersenyum senang, Nana mendengus, apa yang membuat mereka bisa tenang berada di dekat pak Angga?
"Mengganggu sekali!!" Komentar Cika menatap kesal ke arah para siswi yang mengelilingi pak Angga, sejak tadi Cika juga terus menatap ke arah pak Angga.
Nana tersenyum miring mendengar ucapan Cika, Kei dan Joey yang tidak memperhatikan menjadi bingung, keduanya lalu ikut menatap ke arah pak Angga, Kei dan Joey hanya bisa menghela nafas.
"Sampai kapan kita harus terus berdiri seperti ini? Cuacanya panas sekali." Keluh Anala yang berdiri di dekat Nana,
Nana hanya mendengus, ia setuju dengan Anala, kenapa harus lama sekali? Nana sudah menahan rasa bosannya sejak tadi, Nana tidak mengerti kenapa semua siswa bersemangat mengikuti kegiatan persami itu, jelas-jelas mereka hanya akan mendirikan tenda di sekitar hutan belakang sekolah, tidak ada yang istimewa, mereka bukannya sedang mengadakan camping yang seru.
Terlebih ibu Nadine juga ikut dalam kegiatan itu, selain untuk menemani ibu Lily, sekolah juga meminta ibu Nadine untuk berjaga-jaga, takutnya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, itu juga atas permintaan para orang tua yang begitu mengkhawatirkan anak-anak mereka.
Sebenarnya Nana setuju akan kekhawatiran para orang tua, karena Nana yakin memang akan terjadi sesuatu, si topeng hitam itu bisa saja muncul dalam kegiatan persami nanti, jika si topeng hitam itu memang ingin melenyapkan Hana maka ia pasti akan mencari Nana.
Si topeng hitam itu alasan yang membuat Nana rela untuk mengikuti kegiatan persami, sebenarnya Nana tidak ingin terlibat dalam kegiatan itu, tapi ia juga terpaksa harus ikut karena peraturan sekolah, jadi setidaknya Nana tidak membuang-buang waktunya, semoga si topeng hitam itu benar-benar muncul.
"Panas sekali..." keluh Clara yang tiba-tiba datang bersama dengan Sophia dan Tata, ditambah dengan Tamara yang sedang menenteng tas Clara.
Nana memutar bola matanya, kenapa Clara dan kelompoknya harus datang dan berdiri di dekatnya, membuat suasana jadi terasa lebih panas.
"Kamu benar-benar tidak tahu malu ya Hana? Bukankah seharusnya kamu minta maaf pada Clara untuk semua ucapanmu pada neneknya." Ucap Tata tiba-tiba sambil menatap Nana remeh,
Nana menghela nafas, lihat kan? Tujuan mereka memang hanya untuk mencari permasalahan dengannya.
Anala sudah menatap kesal ke arah Tata, apa mereka tidak bisa berhenti menjadi pengganggu?
"Sudahlah, dia sudah bilang kalau dia cuma anak angkat yang tidak begitu diperhatikan, kasihan, jangan mengganggunya." Ucap Clara dengan nada lembut dibuat-buat.
Kei dan Joey geleng-geleng kepala mendengar itu, sementara Cika merasa ingin muntah, Clara benar-benar ratu drama.
Anala sudah mengepalkan tangannya, ingin membalas ucapan Clara, tapi Nana menatapnya seolah mengatakan pada Anala untuk mengabaikan hal itu, akhirnya Anala hanya bisa menghela nafas meredakan rasa kesalnya.
Clara melirik ke arah Nana, Nana tetap berdiri dengan tenang, terlihat tidak terusik sedikitpun dengan ucapan Clara, melihat itu membuat Clara merasa kesal. Clara ingin Nana marah dan membuat keributan, ia ingin Nana dipulangkan jadi Clara tidak perlu melihatnya ada dalam kegiatan persami nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUBUNGAN (Tamat)
Fiksi PenggemarNana, gadis manis dengan sikapnya yang sangat dingin harus berjuang untuk menguak kebenaran dari kehidupan saudara kembarnya Hana. Hubungan Nana dengan teman-teman dan keluarganya, jauh berbeda dengan hubungan yang dimiliki Hana dalam hidupnya. Cer...
