Nana dan Anala duduk berdampingan di dalam kamar Anala, bersandar pada ranjang.
Sebelumnya ibu Abiyta sangat terkejut melihat kedatangan Nana tapi sama sekali tidak menolak Nana atau bahkan memintanya pergi. Anala sudah mengurung diri sejak ia pulang lebih awal dari sekolah kemarin, juga menolak untuk makan, ibu Abiyta tetap tidak berhasil membujuk Anala, niat awalnya ibu Abiyta memang ingin datang meminta maaf pada Hana dan membawa Hana untuk bisa membujuk Anala.
Ibu Abiyta tahu ia bersalah dan sudah sangat egois, bahkan menggunakan Anala sebagai alasannya juga tidak benar, bagaimanapun ucapannya saat itu tetap akan membekas selamanya dalam ingatan dan perasaan Hana.
Setidaknya Anala mengizinkan Nana masuk ke dalam kamarnya, walau memang memakan banyak waktu untuk membujuk Anala.
Nana tetap diam, memperhatikan seluruh isi kamar Anala, dalam kamar Anala juga ada banyak bingkai foto dirinya dengan Hana.
Nana tersenyum tipis, Hana dan Anala benar-benar sangat dekat, mungkin Anala justru lebih pantas disebut saudara Hana ketimbang dirinya, ia dan Hana terlalu jauh berbeda, hanya memiliki wajah yang sama.
Anala hanya terus menunduk murung, satu hari masih belum cukup untuknya, ia tidak bisa menerima kepergian Hana begitu saja, ia bahkan tidak mengucapkan perpisahan terakhir, Anala tidak ada di samping Hana ketika Hana menghembuskan nafas terakhirnya, Anala tidak siap, ia sama sekali tidak ingin menerima kenyataan ini.
Nana melirik Anala sebentar lalu menghela nafas, Nana datang bukan untuk menenangkan Anala, ia juga tidak tahu bagaimana caranya, karena dirinya saja merasa akan gila karena semua ini. Nana datang untuk mencari informasi lainnya tentang si topeng hitam, berharap semoga Anala punya sedikit petunjuk untuknya, karena bagaimanapun Nana yakin si topeng hitam itu punya hubungan yang erat dengan kematian Hana, siapa sebenarnya orang dibalik topeng hitam itu?
"Aku datang bukan untuk menghibur ataupun membujukmu, aku juga tidak datang untuk terus-terusan meminta maaf karena sudah membohongimu, aku datang untuk menanyakan sesuatu." Ucap Nana, ia tidak tahan untuk menunggu lebih lama, Lion pasti akan kesal menunggu di mobil.
Nana tidak membiarkan Lion untuk ikut masuk, hal itu bisa saja membuat ibu Abiyta curiga.
Anala tetap menunduk, tidak berniat untuk bicara, ia terlalu lemah. Nana menghela nafas berat, jika terus seperti ini, semuanya akan semakin sulit, Nana tahu ia tidak seharusnya memaksa Anala tapi dirinya sendiri juga tidak punya banyak waktu.
"Aku tidak bisa menunggu terlalu lama sampai keadaanmu membaik, aku bahkan tidak tahu sampai kapan kamu mau seperti ini, aku harus menyelesaikan semuanya dengan cepat."
Anala tetap diam dengan tatapan kosong, Anala bisa mendengar ucapan Nana tapi ia sama sekali tidak peduli, Anala tidak bisa memikirkan apapun, hanya ada rasa sakit mengingat semua kenyataan pahit bahwa Hana benar-benar sudah meninggal dunia.
"Apa tidak ada seseorang yang mencurigakan? Apa Hana pernah membahas tentang seseorang yang menguntitnya?" Tanya Nana, mengabaikan Anala yang terus diam, bisa saja pertanyaannya membuat Anala bicara.
Anala akhirnya mendongak menatap Nana setelah mendengar pertanyaan aneh itu, ia sedikit bingung melihat perban di lutut Nana.
"Maksudnya?" Tanya Anala bingung, dengan suara yang sangat lemah.
"Maksudku seseorang yang mungkin bisa saja terlibat dalam kematian Hana, seperti Alvin misalnya, yang menganggu Hana setiap saat, atau mungkin Clara yang tidak suka pada Hana karena Hana selalu ikut campur dalam urusan Clara."
Anala semakin bingung, apa maksud dari semua pertanyaan Nana? Sebenarnya Anala masih keberatan membiarkan Nana masuk ke dalam kamarnya, tapi ia juga tidak bisa membuat ibunya terus mengetuk pintu kamar sambil mengatakan Hana datang menjenguknya, Hana siapa? Hana sudah tidak ada, Anala masih perlu waktu untuk bisa terbiasa melihat wajah Nana setelah semua kenyataan yang sudah ia dengar.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUBUNGAN (Tamat)
FanficNana, gadis manis dengan sikapnya yang sangat dingin harus berjuang untuk menguak kebenaran dari kehidupan saudara kembarnya Hana. Hubungan Nana dengan teman-teman dan keluarganya, jauh berbeda dengan hubungan yang dimiliki Hana dalam hidupnya. Cer...
