Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

44. Rencana

104 20 4
                                        

Langit senja dengan cahaya jingga yang memukau, Nana berdiri memperhatikan panggung pertunjukan musik yang sedang kosong, semua orang yang terlibat dalam pertunjukkan musik itu sedang beristirahat, beberapa juga sudah pulang dan akan digantikan dengan anggota lain yang memang mendapat jadwal tampil di malam hari.

Nana menghela nafas berat, kakaknya beserta anggota club band, dan juga anggota dari club lain yang terlibat pasti sudah berusaha keras mempersiapkan pertunjukan musik itu agar bisa sempurna, mereka pasti menginginkan hasil documenter yang bagus, Nana akan sangat jahat jika mengacaukannya begitu saja, ia bahkan tidak ikut membantu, juga tidak menyumbangkan satu lagupun, padahal Nana masih berstatus sebagai anggota club band.

Dari kejauhan Lion dan Shyla duduk berdampingan di atas tikar yang sengaja dibentangkan untuk dipakai beristirahat, tidak hanya Lion dan Shyla, Anala dan Alvin masih bersama mereka, Kei, Cika, Joey dan Annelise juga berkumpul bersama mereka.

Nana tidak berniat untuk bergabung dengan mereka, Nana sedang tidak ingin bicara dengan Lion, melihat Annelise ada bersama mereka, Lion pasti sudah tahu semuanya.

Mereka sedang menikmati camilan ringan yang memang sengaja dibawa oleh Annelise, Annelise tidak sempat datang menonton pertunjukan musiknya siang tadi, jadi Annelise memilih untuk menonton pertunjukan musiknya di malam hari, Annelise sengaja datang lebih awal karena memang ingin memberi sedikit camilan untuk para anggota club band juga anggota lain yang pastinya sudah lelah mempersiapkan acara pertunjukan musik itu.

Melihat Annelise sangat antusias dan sepertinya akan kewalahan membawa camilan yang ingin ia bagikan, Kei, Cika dan Joey memutuskan untuk ikut dan membantu, sebenarnya mereka juga punya maksud lain.

Kei ingin melihat Nana, ia tidak tahu seperti apa keadaan Nana setelah hari itu, Cika dan Joey juga ingin bertemu dengan Nana, walau sebenarnya Anala sudah menjelaskan banyak hal tentang Nana dan semua yang terjadi, masih ada hal yang ingin mereka dengar langsung dari Nana.

"Terimakasih camilannya Anna." Ucap Rian yang tiba-tiba muncul di tempat mereka istirahat,

Annelise hanya mengangguk sambil tersenyum, Rian lalu duduk di sebelah Lion, untuk membahas beberapa hal tentang pertunjukan musik berikutnya.

"Anggota yang akan tampil selanjutnya akan tiba sebentar lagi, kita tetap bisa memulai pertunjukannya sesuai jadwal pada jam tujuh malam." Jelas Rian, Lion mengangguk paham.

"Pasti sangat melelahkan harus mempersiapkan acara pertunjukan musik ini." Komentar Annelise,

"Sedikit lelah, tapi juga menyenangkan." Jawab Rian sambil tersenyum,

Cika dan Joey memperhatikan Annelise, selama ini mereka pikir Annelise tidak suka bergaul dengan banyak orang, satu-satunya teman yang mereka ketahui akrab dengan Annelise cuma Sina, tapi ternyata Annelise mudah akrab dengan siapapun, ditambah si Rian itu juga menyenangkan, dia bahkan bersikap sangat ramah pada mereka saat tahu kalau Annelise ternyata adiknya Kei.

"Aku malah berpikir kamu tidak akan menonton pertunjukan musik kita, Sina tidak bersamamu kan?" Tanya Rian ramah,

"Iya, sebenarnya aku datang karena berharap bisa melihat kak Nana tampil, aku ingin merekamnya dan mengirimkannya pada Sina, aku ingin membuatnya iri."

"Nana? Aku rasa Nana tidak akan tampil, Nana dan kakaknya masih belum berbaikan." Ucap Rian santai sambil menunjuk Lion,

Lion hanya menghela nafas, ia tahu Rian sedang menyinggungnya sebagai penyebab Nana yang tidak ikut dalam pertunjukkan musik mereka.

"Hah? Kak Nana tidak tampil? Kalau begitu kenapa kak Nana berdiri di sana sejak tadi?" Tanya Annelise sambil menunjuk ke arah Nana yang masih berdiri menatap panggung.

HUBUNGAN (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang