Boss Galak Dan Cerewet

103 7 58
                                        

September 2011

Liz Pov

Pagi hari jam delapan aku sudah sampai di kantor bernama Divtone Company, kantor berdesain mewah seperti di film-film yang aku tonton. Aku, teman-teman sekelasku yang juga sedang praktek kerja lapang atau kalian bisa sebut PKL dan tiga orang senior yang sudah kerja dua tahun di kantor ini sedang asik mengobrol. Oh ya ada Juffrouw (Nona) Queen van Stolch yang merupakan putri kedua dari pemilik perusahaan ini. Beliau orangnya ramah, mudah bergaul, dan tidak sombong. Beda sama waktu lihat diinternet, kalau difoto kelihatannya judes padahal aslinya nggak.

" kamu yang namanya Lizzy Konnings?" tanya Juffrouw Queen tersenyum memamerkan eyesmile, logat Indonesia nya lancar sama sepertiku.

Aku tersenyum membenarkan kacamata " iya Juffrouw, saya Lizzy Konnings akrab dipanggil Liz" jawabku menjabat tangannya yang mulus.

" kiyut banget sih kamu hihihi, sama seperti namanya hihihihi. Kamu yang langsung dipilih jadi sekretaris pribadi Roy yaaaa?" tanyanya lagi sambil mengipasi dirinya pakai kipas bulu warna merah, senada dengan blazer yang ia pakai.

Saat aku dikasih tahu Pak Angga kepala jurusan Administrasi Perkantoran di sekolahku bahwa aku dipilih langsung sama calon atasanku selama PKL yang bernama Roy van Stolch aku kaget. Kok bisa ya dipilih jadi sekretaris pribadi penerus perusahaan yang bergerak dibidang pangan??? Kan aku cuma anak PKL statusnya. Lalu Pak Angga memberitahuku bahwa beliau melihat rapot-rapot kandidat yang akan jadi sekretaris pribadi beliau selama PKL bahkan sang putra mahkota keluarga van Stolch menanyakan attitude dan cara berpakaian calon sekprinya, dari situah akhirnya aku yang terpilih.

" betul Juffrouw Queen" jawabku tersenyum.

" eh tapi ya buat kalian dedek-dedek PKL harus nurut loh sama atasan kalian yang bernama Roy van Stolch kakak kandung aku" ujar Juffrouw Queen berbisik, serasa horor jadinya.

" ah pokona mah kalian bakal tau yang namanya Roy van Stolch teh aslina kumaha bagaimana hehehe" nimbrung Kang Ujang senior disini sambil membenarkan rambutnya yang gondrong.

" emang calon atasan kita gimana?" tanya temanku yang bernama Emma.

" nih ya sebagai seorang adik, Queen mau kasih tau gimana seorang Roy van Stolch saat di kantor itu" Juffrouw Queen mengibas rambutnya yang panjang.

" gimana???" jawabku dan teman-temanku kompak.

" nih, Roy itu orangnya galaaaakkk banget udah gitu cerewet suka ngomel sama setrap anak buah kalo kerjanya gak selesai, banyak bercanda, sama datang terlambat. Dia juga suka kasih bonus hukuman nulis indah di kertas folio, naaaahhh... Roy itu ya saking suka ngomel-ngomel dan cerewet mukanya keriput loh" kata Juffrouw Queen dengan raut wajah serius.

" tapi masa keriput? Kan kalo di foto mukanya kinclong sama mulus. Lagian Meneer Roy umurnya baru 27 kan?" tanyaku gak percaya.

Aku belum pernah lihat atasanku secara real, hanya di televisi dan internet saja. Sekarang aku PKL jadi sekpri beliau?? Wow that's amazing bisa PKL sama penerus perusahaan keluarga van Stolch.

" iiihh kamu mah Liz, coba aja nanti dilihat diraba diterawang muka atasanmu itu. Memang umurnya baru 27, tapi dia tuh keriput bin kisut tau karena suka ngomel... udah gitu Roy itu kalo ibarat binatang mah sigung" Juffrouw Queen menjawab pertanyaanku seperti sedang bergosip.

Aku kembali heran sama perempuan berzodiak Aries ini " kok sigung?".

" si Meneer mah soalnya hitutable alias gampang kentut, kalo kentut beeuuuhhh suaranya gede dan baunya semerbak" jawab senior kami yang bernama Abimanyu.

Lizzy, Ik Hou Van JouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang