17 Mei 2021
12 PM
Waktunya istirahat kerja dari rumah, selesai mematikan laptop aku berganti pakaian dari pakaian kerja ke kebaya kutu baru motif bunga kecil-kecil dengan warna dasar putih lalu aku memakai kain jumputan warna ungu sebagai stagen dipadukan kain jarik warna cokelat muda.
" ja tante huhuhuhu...".
Dari dalam kamar aku mendengar suara calon Mama mertuaku sedang ngobrol sama Oma, sebelum menemui calon Mama mertua aku menata rambutku jadi disanggul sederhana ala perempuan Jawa jaman dulu. Setelah menggelung rambutku, aku menancapkan tusuk konde yang atasnya bunga dari emas asli pemberian calon Mama mertua.
" aduh aku gugup ketemu Mama, kan beda hawanya... sekarang udah mau jadi Mama mertuaku" aku bicara sendirian sambil mondar mandir.
Aku orangnya gak pernah bicara sendirian, saking gugupnya aku jadi bicara sendirian sambil.... kentut heheheheee. Virus hitutable Kangmas Roy dan Mbak Queen menular ke aku... aw jadi malu. Perlahan aku keluar dari kamarku berjalan dengan anggun mendatangi Oma, calon adik iparku dan calon Mama mertua ke ruang santai.
" eeeehhh cah ayu!!! Sini nduk duduk deket Mama" heboh Mama Ningrum menepuk sofa dengan semangat sambil mengipasi dirinya dengan kipas bulu warna putih.
" iya Ma" dengan senyum malu-malu aku duduk disamping calon mertuaku.
" aduuuhhh ayu tenaaannn calon menantuku iki hehehehe. Ayu tenan tante cucune hehehehe" Mama menangkup wajahku kemudian mengusap rambutku penuh kasih sayang.
Aku tersipu malu melihat Oma dan Bell yang sedang tersenyum melihatku tersipu malu, hari ini Mama dan Bell sengaja datang ke rumahku untuk sekedar menengok calon menantu dan calon kakak ipar yang sedang dalam masa pingitan.
" dat is mijn kleindochter ( that's my granddaughter)" bisa aja Oma bikin aku tambah tersipu and cengar cengir.
" Beeelllll!!!".
" zus Liz!!!".
Beginilah aku kalau ketemu Bell, sudah pasti pelukan erat dan sedikit heboh... kurang Mbak Queen gak rame, kalo ada Mbak Queen pasti rame.
" piye nduk work from home-nya? Kangen sama Kangmas Roy ndaaaakkk??? Hihihihi" tanya Mama iseng menggodaku, gayanya percis seperti Mbak Queen.
" la... lancar Ma hehehehe. Kangen banget hihihihi" aku menjawab pertanyaan Mama dengan terbata-bata karena gugup.
Saat menyampaikan perasaanku ke calon Mama mertua aku agak berbisik karena hatiku berdebar heheheh.
" Ningrum, Bell calon menantu dan calon kakak iparmu gelisah kemarin magrib setelah kalian pulang. Lizzy-ku ini galau saat Roy pulang bersama kalian" Oma sengaja membocorkan kegalauanku ke Mama dan Bell.
" nnngggg..." aku malu banget tulung.
Mama Ningrum tersenyum melihatku secara intens sambil mengipasiku lalu tertawa anggun menutup mulutnya dengan tangan kanan.
" Ma, kata Mama mau quality time sebelum jam masuk kantor" aku memecah kecanggungan ini.
" oh iya!!! Lali Mama, lupa cah ayu hehehehe" ucap Mama heboh dengan logat medok.
" Oma, Bell... aku ke halaman belakang dulu sama Mama" aku pamitan sama Bell dan Oma.
Mama Ningrum menganggukan kepala sambil tersenyum " Ningrum sama Liz quality time dulu ya, mother in law to be and daughter in law to be gitu looohhh ehehehe. Yuuukkk mariiiii" Mama berpamitan sambil merapatkan kedua telapak tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lizzy, Ik Hou Van Jou
Romance" Ini ceritaku, cerita Roy van Stolch si jomblo tiga dekade yang sangat mencintai sekretaris pribadiku yang bernama Lizzy Charlotte Konnings. Dia sangat profesional, ramah, dan murah senyum. Tapi saat diluar jam kerja Lizzy adalah tipe perempuan din...
