Still Liz's Dream
" ya.... ya ya ya, terserah kamu saja wahai Nona terasi. Yang penting Paklekmu yang paling ganteng paripurna sejagat raya ini sudah menyampaikan fakta hahahaha".
Cerocos adik iparku yang sudah mati kutu kena ulti Anindya, hehehe bisa diem juga seorang Frederic van Stolch ketika kena ulti.
" Roy hitutable. Belain kembaranmu yang paripurna membahana ini dong, masa kembaranmu yang paripurna dari segi apapun bisa kena nyinyir seorang Sersan Mayor yang bau terasi!".
Rengek Frederic dengan suara yang dibikin manja, gak pantes Fred udah Opa-Opa.
" sembarangan kamu Adimas nyebut putrine Kangmas bau terasi!. Ada yang salah kalau keponakanmu iki penggemar berat sambal terasi? Kayak selera makananmu bagus wae!".
Aku terkekeh melihat Frederic dimarahin suamiku, lelaki yang setiap hari selalu membawa cermin kemana-mana menatap putri kami dengan tatapan sinis.
" kenapa Paklek ngeliatin aku kayak gitu??".
Tanya putri kami yang masih disuapin sang Romo makanan favoritnya menatap Pakleknya dengan tatapan tidak suka.
" soalnya kamu nyebelin kayak Romomu Ndut. Anindut hahahahaha".
Jawab Frederic tertawa terbahak-bahak menggebrak meja. Aku yang menyantap ikan mas tanpa sambal dan nasi hanya menatap lelaki penderita NPD akut ini dengan tatapan sinis.
" ah masa??? Bukannya Paklek Frederic ya yang nyebelin?!".
Anindya nanya balik sambil membuka sarung tangannya yang berwarna hitam berbahan kulit. Masih aku lihatin Fred!!.
" nggak lah Ndut, kamu dan Romomu yang nyebelin".
Jawab Frederic tertawa terbahak-bahak lagi. Suamiku selaku kembaran Frederic nyuekin Fredric walau mulutnya sudah gatal ingin melawan saudara kembarnya yang sangat amat menyebalkan.
" Appa... please kasih Paklek dosis obat yang tinggi biar diem. Nyebelin banget tau suka julid, ngehina orang, body shamming, plus suka bikin malu keluarga".
Rengek Anindya manja membujuk Ayah baptisnya yang sudah berpengalaman menangani pasien NPD akut seperti Frederic.
" wes ndak mempan cah ayu Anindya sayange Romo, narcssistic personality disorder alias NPD seperti Paklekmu iki ndak bisa sembuh. Malahan kita semua yang berobat ke psikiater kalo ngeladeni si NPD terus-terusan, bener ndak Vick?".
Kangmas Roy ikut senyum sarkas saat bertanya pada sepupuku, si makhluk menyebalkan yang duduk berhadapan dengan suamiku sedang misuh-misuh.
" benar sekali Kangmas Roy suamine cah ayu Liz sing ayu tenan hahaha. Kuat-kuat ya kalian semua menghadapi makhluk NPD. Selaku psikiater terkadang pusing tujuh turunan menghadapi pasien NPD final boss macam saudara Frederic van Stolch hahaha, kuat selalu ya Kangmas Roy untuk menghadapi saudara kembar NPD dari dalam rahim, terus kepisah and akhirnya ketemu lagi hahahaha".
Ujar Vicky profesional layaknya seorang psikiater sedang menangani pasien lalu tertawa terbahak-bahak.
" kalian semualah pengidap NPD!. Kenapa jadi nyerang ke saya?! Kalian beraninya berkomplotan!".
Ujar Frederic tidak terima, kami berempat saling menatap satu sama lain memasang wajah sinis. Tetep ya Frederic suka ngegas kalo nggak terima.
" Roy".
Panggil Frederic duduk dengan kedua kaki naik ke kursi terbuka lebar sambil memainkan bibir.
" opo Fred? Dudukmu benerin! Ora duwe toto kromo! ( tidak punya tata krama!)".
KAMU SEDANG MEMBACA
Lizzy, Ik Hou Van Jou
Romansa" Ini ceritaku, cerita Roy van Stolch si jomblo tiga dekade yang sangat mencintai sekretaris pribadiku yang bernama Lizzy Charlotte Konnings. Dia sangat profesional, ramah, dan murah senyum. Tapi saat diluar jam kerja Lizzy adalah tipe perempuan din...
