2nd April 2014, 3PM
Liz Pov
Hari ini Juffrouw Queen berulang tahun yang ke 27 tahun, kita merayakannya di rooftop kantor dari jam istirahat sampai sore hari. Aduh... divisi International Export Import pasti udah dicariin sama Meneer Roy yang bawel tenan!.
" Juffrouw, kalo Meneer Roy nyariin kita gimana? Soalnya ini udah jam tiga sore" tanyaku takut, asli... kalo udah berurusan sama lelaki yang nanti akhir Agustus berusia 30 tahun agak bawel nyerempet ke galak suka deg-degan, walaupun galak ke akunya suka sedikit genit kadang-kadang.
" haddduuuhhh.... kamu mah Liz. Jangan takut sama Roy siluman sigung ngoghey? Si Roy biar urusan eike aja, yang penting je sama temen-temen se divisi seneng-seneng, happy-happy merayakan ulang tahun Queen van Stolch ini ahahahahahah. Betul tidak Rosalinda versi Sunda sekretaris pribadi Quin Quin?" perempuan berambut panjang sepunggung ini merangkulku sambil meneguk segelas whiskey yang tentunya di bawa diam-diam supaya tidak ketahuan Meneer Johan yang anti alkohol.
" betul sekali Juffrouw Liz, jangan khawatir. Juffrouw Queen sudah memberi tahu seluruh kolega dan klien dari Meneer Roy supaya tidak menghubungi sekretaris pribadnya yang cantik jelita ini heheheheh" Rosalinda sekretaris pribadi Juffrouw Queen menjawab pertanyaan dari Nona Boss nya sambil merangkul tubuhku juga.
" karena Quin Quin juga turut mengundang perwakilan kolega dan kliennya Roy ke sini. Paling bentaran lagi beliau-beliau ini datang hahahah" ujar Juffrouw Queen memelukku erat.
Sebenarnya aku bersyukur sekali mendapatkan Boss yang selalu memperhatikan kesehatanku, memperhatikanku, tidak genit seperti Boss-Boss lain dan dekat dengan seluruh keluargaku dibalik sifat cerewet dan galaknya, yaaaaa walaupun beliau sedikit genit sama aku dan cuma sama aku aja genitnya. Tapi sebagai sekretaris pribadi Roy van Stolch, aku sangat bertanggung jawab dengan pekerjaan merasa tidak enak dengan ajakkan adik pertamanya merayakan ulang tahun sampai melewati batas jam istirahat. Pasti ini mah Meneer Roy nyariin kita terus nanti ngomel nyerocos panjang lebar gak berhenti, belum lagi hukumannya yang disuruh nulis indah.
" tapi Juffrouw....".
Belum aja aku selesai ngomong bibirku udah dicubit imut sama perempuan yang akrab dipanggil Jeng Queen dan ya udah.... mumpung dibolehin, aku juga menikmati pesta sebelum kembali dengan hukuman dan kerjaan yang menumpuk heheheh.
" psssstttt.... udah nurut aja cuss" ucapnya dengan gaya centil tetap mencubit bibirku.
" Juffrouw, Liz mau cerita kemaren Meneer Roy tiba-tiba ngomelin aku panjang lebar sama ngehukum aku" jiwa emberku muncul pas perempuan itu bilang nurut aja heheheh, Meneer Roy... don't mess with Lizzy Charlotte Konnings okay?.
Kalo dipikir-pikir bener juga huehehehehe, Liz capek dan males kadang diomelin sama Meneer Roy kalo pekerjaan udah pada selesai dan benar, tau gak diomelinnya kenapa? Cuma gara-gara Meneer rempong Roy van Stolch gak sengaja denger aku lagi telfonan sama Hendrick terus aku minta jemput! Gak masuk akal ngambeknya! Masa gitu aja ngambek?? Kan aku sama Hendrick tetanggaan, Hendrick juga udah temenan sama aku dari SD jadi Meneer rempong gak perlu khawatir sampe ngambek. Bagus sih Boss galak Roy van Stolch bertanggung jawab atas diriku dan keselamatanku, tapi gak ngambek sampe harus ngehukum nulis indah juga kaleeee huhuhu.
Liz Pov End
Roy Pov
Welah dalaaaaahhh... piye iki??? Liz di teflon ndak diangkat?? Wes satu jam aku ndak ngelihat Liz sama anak-anak divisi! Asem tenan pasti Queen nahan mereka semua buat pesta-pesta! Wes apal aku karakter adik pertamaku iki, yo wes aku telfon ajudanku aja.... siapa tau wes datang ke ruangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lizzy, Ik Hou Van Jou
Romansa" Ini ceritaku, cerita Roy van Stolch si jomblo tiga dekade yang sangat mencintai sekretaris pribadiku yang bernama Lizzy Charlotte Konnings. Dia sangat profesional, ramah, dan murah senyum. Tapi saat diluar jam kerja Lizzy adalah tipe perempuan din...
