24

9.6K 334 2
                                        

"Papa sama bunda gue udah cerai!" Jelas Ayden.

"Terus? Papa kamu nikah lagi sama perempuan yang ada di rumah kamu itu?" Tebak Abel yang di angguki Ayden.

"Dan paling gue nggak suka, papa gue nikah sama nyokap Bara!" Lanjut Ayden.

"What the hell! Jadi Bara sama Ayden saudara tiri?! Daebak!" Batin Abel.

"makanya itu, kalian musuhan ya?" Tanya Abel.

Ayden mengangguk, "tapi ada alasan lain juga kenapa gue saling bermusuhan"

"Apa?" Kepo Abel.

Ayden tersenyum tipis, lalu mengacak rambut Abel gemas, "lo nggak perlu tau" ucap Ayden, yang membuat Abel cemberut.

"Iish! Kasih tau kek!" Sebal Abel.

"Oh iya? Itu kamar kamu ya?" Tanya Abel menunjuk salah satu kamar bercat coklat.

Ayden mengangguk.

"Jadi rumah ini, waktu papa sama bunda kamu nikah? Atau ini rumah bunda aja?"

"Ini rumah lama papa sama bunda, sebelum papa kayak sekarang, bunda yang selalu temenin papa dari awal tapi papa malah cerain bunda, dan pindah di rumah barunya" jelas Ayden.

"Aku boleh ke kamar kamu ngga?" Izin Abel.

"Boleh"

Dengan senang Abel berjalan menuju kamar Ayden, lebih tepatnya kamar yang dulu Ayden tempati semasa Papa dan bundanya masih bersama.

Saat memasuki kamar itu, satu kata yang Abel katakan yaitu 'rapi'. Kamar itu sangat rapi, mungkin karena Ayden jarang menempati kamar ini.

Abel berjalan menelusuri kamar itu, terdapat foto yang terletak di atas nakas, Abel melihat foto seorang anak laki-laki yang sedang tersenyum sambil memegang mainan robot nya.

"Ini kamu?" Tanya Abel saat Ayden juga masuk ke sana.

Ayden mengangguk lalu duduk di sofa yang ada di sana.

"Emang ganteng dari orok ya" gumam Abel, untungnya Ayden tidak mendengar dan malah berbaring di sofa itu, membiarkan gadis itu menulusuri kamarnya.

Abel kembali melihat-lihat, terdapat banyak buku komik di rak buku minimalis, Abel mengambil satu buku itu, ah ternyata Ayden suka mengoleksi buku komik bergenre horor toh!

Ada sesuatu yang menarik perhatian Abel, dengan segera Abel menarik album kecil itu.

Ternyata buku album itu adalah foto masa-masa kecil Ayden, Abel melirik Ayden yang masih menutup matanya, entah laki-laki itu tidur atau tidak, Abel membuka lembaran Album itu.

Banyak sekali foto-foto masa kecil Ayden, Abel segera mengambil ponselnya lalu membuka kamera untuk memotret foto itu.

Saat selesai Abel memasukkan kembali ponselnya ke saku roknya.

Abel membuka lembaran berikutnya, tak sengaja sebuah foto terjatuh, Abel segera memungut foto tersebut, keningnya mengerut saat melihat foto itu.

"Ini siapa? Ayden? Trus yang tiga anak ini siapa?" Abel mengamati foto itu dengan lekat. Seperti tak asing? Terlebih lagi anak perempuan yang sendiri berada di tengah-tengah ketiga anak laki-laki itu,

"Kok agak familiar ya?" Batin Abel.

"Eh! Anak muda kok berduaan di kamar? Ngapain?" Suara itu membuat Abel segera menutup Album itu, Abel berbalik melihat Diandra di ambang pintu.

"Bunda?"

"Kenapa Bun?" Tanya Ayden membuka matanya.

"Makan dulu yuk, pasti Abel pulang sekolah belum makan-kan?" Ujar Daindra.

Segera Ayden mengajak Abel, untuk makan bersama.

"Wah bunda yang masak ini semua?" Tanya Abel kagum, pasalnya makanannya banyak sekali.

"Iya, duduk sayang" kata Daindra.

Ayden juga duduk bersama mereka, ia juga sudah lama tidak makan masakan ibunya, ia sangat rindu.

"Abel gimana sama sekolahnya?" Tanya Diandra, pertanyaan itu sukses membuat Abel mengingat almarhum ayahnya, dulu ayahnya suka sekali bertanya akan hal itu.

"Baik, kok bunda!" Balas Abel.

"Jangan suka bolos kayak Ayden ya, dia itu anaknya nggak mau di atur" kata Diandra menyindir putranya.

Ayden hanya sibuk makan, tanpa ikut nimbrung dengan dua orang di hadapannya.

....

Setelah makan tadi, Abel pamit pulang pada Diandra karena hari sudah petang.

"Bund, Abel pulang dulu ya, udah mau magrib" pamit, Abel.

"Yah... Udah mau balik, sering-sering main ke sini ya" ucap Diandra yang di balas senyum manis Abel.

"Eh Bel, kamu mau tau satu fakta nggak?" Bisik Diandra pada Abel.

Abel mengangguk lucu, membuat Diandra terkekeh kecil lalu membisikkan sesuatu pada Abel.

"Ayden itu nggak pernah bawa cewek ke rumah, apalagi sampai bawa ke kamarnya, cuma kamu doang yang di izinin masuk ke sana, bunda aja kadang di usir sama dia, apalagi pembantu yang mau bersihin kamarnya" bisik Daindra agar Ayden tidak dengar.

Ayden hanya menatap malas dua makhluk itu, entah apa yang mereka bicarakan, tapi Ayden merasa dirinya yang di gibahin.

"Jadi, Ayden mungkin menganggap kamu spesial" ucap Daindra pelan, Abel tersenyum lalu bertanya.

"Bahkan Laras, bunda?" Tanya Abel, untungnya Ayden sudah keluar duluan karena terlalu malas menunggu mereka selesai bicara.

"Laras?" Beo Diandra.

"Iya, Laras, mantan Ayden sebelum pacaran sama Abel" jelas Abel.

Diandra sepertinya bingung, anaknya pernah pacaran sebelum Abel? Kenapa ia tidak tau?
Ayden sepertinya tidak pernah cerita tentang sosok Laras itu? Hanya Abel gadis yang pernah Ayden cerita, selain itu tidak ada.

"Bunda nggak tau sayang, Laras siapa, Ayden nggak pernah cerita" balas Daindra, Abel tersenyum sumringah, seriusan yang bunda Ayden bilang?

Bwahahahaha!
Lampu hijau ini mah, wkwk.

Perlu kalian tau, sebenarnya Diandra pernah melihat Laras dulu sedang bersama Ayden, tapi ia tidak tau nama gadis itu, dan Diandra hanya cuek-cuek saja, ia pernah melihat saat Ayden pulang sekolah bersamanya.

"Sana, nanti Ayden marah kamu terlalu lama sama bunda" kata Diandra yang diangguki Abel.

"Maksih ya bunda untuk makanannya sama hari ini" ucap Abel lalu memeluk Diandra, Diandra juga membalas pelukan Abel.

"Udah selesai acara peluk-pelukanya?" Tanya Ayden yang sedari tadi menunggu.

"Udah sana, ada yang cemburu pengen di peluk juga" Diandra melepas pelukannya, sambil terkekeh kecil.

"Abel pulang dulu ya, Bun" pamit Abel di ikuti Ayden.

"Kalian berdua hati-hati" ucap Diandra di angguki mereka.

....

Abel berada di kamarnya memikirkan foto tadi yang berada di album kecil Ayden.

Abel membuka galeri ponselnya, lalu melihat kembali foto itu. Untung saja Abel sempat motret foto itu.

"Siapa ya ini? Empat anak yang satunya gue yakin Ayden! Trus yang pegang kamera...?"

"Ah! Jangan-jangan Andre! Dia kan sahabat kecil Ayden!"

"Iya-iya, anak ini mirip banget sama Andre! Cuman agak gemukan dikit, tapi bener mirip Andre!" Abel bangkit dari tidurnya lalu duduk di kasur.

"Trus dua anak ini siapa? Dan yang cewek ini siapa?" Gumam Abel tertanya-tanya.









••••

TBC.

Jangan lupa vote comment!

Salam Author 💕

AYDENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang