Ujian di SMA Merah Putih sudah di lakukan mulai hari ini sampai seminggu ke depan. Malik yang seruangan dengan Anara semakin bersemangat mengerjakan lembar demi lembar soal.
Dari semalam Malik belajar dengan sungguh sungguh agar ada bekal untuk mengerjakan soal soal hari ini. Lelaki yang dulu menjadi cerminan buruk di SMA Merah Putih sudah berubah menjadi anak jauh lebih baik.
"Tumben gak celinguk sana sini?" tegur Doni yang menjadi pengawas ruangan.
Malik tidak menggubris pertanyaan itu.
"Hei Malik." suara itu membuat Malik mengangkat kepalanya, kemudian pandanganya beralih ke depan kelas
"Bapak ngomong sama saya?" tanya Malik dengan wajah dingin.
"Ya lalu siapa lagi??" ujar Doni.
"Daripada bapak terus ngurusin saya,mending bapak fokus perhatiin anak anak yang cari kesempatan dalam kesempitan." Malik mengode Doni dengan cara memberi lirikan ke salah satu siswa di sampingnya yang sedang membuka lembaran contekan.
Karena waktu sangat mepet, Malik tidak mempedulikan bagaimana Doni menghukum Hildan yang berada di sampingnya. Bagi Malik waktunya akan terbuang sia sia jika melihat tontonan tidak penting yang membuatlnya rugi.
Dan dari kejauhan Anara memperhatikan Malik yang fokus mengerjakan soal yang ada di hadapannya, sama sekali tidak melihat kesusahan dari raut wajah kekasihnya itu. Anara sangat bangga melihat Malik yang sekarang.
"Tanpa kamu sadari, kamu udah lewati apa itu proses dewasa, Lik. " batin Anara.
🐳🐳🐳
Hari ini sampai ujian selesai, semua siswa siswi kelas 12 pulang lebih awal, karena mata pelajaran yang diujiankkan hanya 3 bidang.
"Gue mau ke ZEUS, lo mau pulang? atau ke toko buku?" tanya Malik.
"Aku mau ikut ke ZEUS, boleh?" tanya Anara.
Jelas saja Malik dibuat terkejut dengan permintaan Anara. Baru kali ini Anara mau menginjakan kaki di tongkrongannya. Selama setahun berpacaran dengan Malik, Anara sama sekali tidak ingin tau apa itu ZEUS.
"Boleh, ya?" pinta Anara.
Malik menganggukan kepala dengan memberikan senyum manisnya.
"Dipakai helm nya." titah Malik, kemudian mengambil helm berwarna pink khusus Anara dan memakaikannya langsung ke kekasihnya itu.
Setibanya Malik dan Anara di sana, seketika semua anak anak yang berada di ZEUS pun terdiam sebab ada Anara di sini. Bagas yang awalnya sedang memainkan gitar, tiba tiba saja berhenti. Semua tidak menyangka akan kehadiran Anara.
"Ra? ngapain?" tanya Vedro bingung.
"Jangan diaduin ya Ra, tolong banget ini mah.." ujar Januar sudah takut, karena Anara termasuk wakil ketua OSIS.
"Cewek gue cuma mau mampir, aman." saut Malik.
"Alhamdulillah.." saut Abrar.
"Bikin panik aje lo, Ra." ujar Lintang
"Ayo masuk." Malik menggandeng tangan Anara menuju tempat di mana Malik suka duduk bersama Bagas, Fathur dan Vedro.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Derana [ END ]
Dla nastolatków-DISARANKAN UNTUK FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA- "Apa iya ini semua sia sia? apa iya hubungan ini cuma menunda perpisahan? -Anara. Perbedaan keyakinan yang membuat mereka berjarak sangat jauh. Selain permasalahan cinta yang tak kunjung usai, Mal...
![Sang Derana [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/271814950-64-k107952.jpg)