Kini Malik dan Anara berada di pedagang kaki lima, sedari tadi saat istirahat Anara selalu meminta mie ayam yang dekat simpang SMA Merah Putih dan Malik mengabulkannya sekarang.
"Mas mie ayamnya dua." pesan Malik.
"Kenapa senyum senyum gitu?" tanya Malik bingung, Anara duduk di hadapannya sembari memberikan senyum manis.
"Gapapa" jawab Anara.
"Abis ini gue anter pulang ya, gue ada urusan." ucap Malik ke Anara.
"Kamu ngurusin masalah Haris? kalo iya, aku mau ikut." pinta Anara. Gadis itu berniat untuk membantu Malik.
"Bahaya, gak usah ya? mending di rumah bantuin mama atau main sama Indy." jelas saja Malik melarang Anara untuk ikut masuk kedalam masalahnya. Lelaki itu tidak mau kejadian yang sama terjadi lagi kepada perempuannya.
"Iya yaudah." jawab Anara dengan wajah kecewa.
"Mas ini pesanannya." penjual mie ayam itu menaruh nampan yang berisikan dua mangkok mie ayam.
"Makasih ya pak." jawab Anara.
"AKHIRNYAAA BEEM AKU TERPENUHIII!" ujar Anara dengan wajah yang tidak sabar menyuapkan mie ayam itu ke dalam mulutnya.
"Doa dulu." titah Malik.
Mereka berdua berdoa dengan keyakinan mereka yang berbeda, Anara mengepalkan kedua tangannya berdoa kepada Tuhan sedangkan Malik? membuka kedua tangannya untuk berdoa.
Agak sakit kalau mereka rasa.
"Ayo makan." suruh Malik.
Anara langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya, gadis itu sangat lahap membuat Malik menciptakan senyum manisnya.
"Kamu gak makan?" Anara tersadar, kalau sedari tadi Malik hanya melihat dirinya.
"Ini mau makan." jawab Malik sambil mengambil helai perhelai mie yang ada di mangkuk menggunakan sumpit yang ada di tangannya.
"Oh iya aku mau cerita deh sama kamu." ucap Anara sehabis menelan sisa makanan yang ada di mulutnya.
Malik hanya menaikan alisnya.
"Indy kayak ngejauh dari aku, menurut kamu kenapa ya?" tanya Anara heran.
"Aku mikir terus apa salah aku, tapi sama sekali gak ada buat salah aku nya."
"Aku kirim pesan juga gak dibalas."
"Aku nelfon gak pernah diangkat, terus yang lebih parahnya tuh tadi dia duduk sama Vris"
Wajah Anara tampak bingung campur sedih, karena sahabat satu satunya itu menjauh entah alasannya apa.
"Mungkin dia lagi datang bulan?" tanya Malik.
Malik sama sekali tidak mengetahui permasalahan antara Bagas dan Indy, lagian lelaki itu bukan orang yang ingin tahu segalanya.
"Iya kali ya?" tanya Anara ke dirinya sendiri.
"Kalau dia masih cuekin lo, besok diajak ngomong baik baik. Tanya ke Indy, apa faktor yang buat dia jauhin lo." saran dari Malik.
"Iya deh, besok aku coba ngomong." jawab Anara.
"Jangan ditekuk terus mukanya, nanti gak cantik." ujar Malik.
"Senyum coba." pinta Malik pada perempuannya dan di saat itu Malik melihat senyuman manis yang terukir jelas dibibir Anara.
🐳🐳🐳
Vedro dan Fathur bergegas pergi dari ZEUS dan beralih ke warung Teteh di sebrang sekolah untuk mengambil jaket dan rokok yang mereka titipkan tadi pagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Derana [ END ]
Novela Juvenil-DISARANKAN UNTUK FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA- "Apa iya ini semua sia sia? apa iya hubungan ini cuma menunda perpisahan? -Anara. Perbedaan keyakinan yang membuat mereka berjarak sangat jauh. Selain permasalahan cinta yang tak kunjung usai, Mal...
![Sang Derana [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/271814950-64-k107952.jpg)