Alone

3.1K 327 7
                                        








JENNIE POV






Alarm dari ponselku berbunyi tepat pukul 7 pagi. Aku terbangun lebih segar pagi ini karena aku tidur cepat malam tadi.

tok...tok...tok

"Jennie...nak,kamu sudah bangun??"

"Sudah bu"

Jawabku dengan suara serak mengantuk.

Aku membuka pintu untuk ibu dan memeluknya erat.

"Selamat pagi ibu..."

"Selamat pagi sayang"

Ibu mengecup pipiku kilas.

"Sudah mau berangkat ya bu??"

"Iya,ayahmu sudah menunggu di mobil. Ibu sudah siapakan makan paginya,jangan kamu lewatkan!"

"Eumm"

Aku keluar untuk mengucapkan salam pada ayahku yang sudah siap di kursi kemudi.

"Pagi Ayah..."

"Selamat pagi nak. Ayah berangkat ya..."

"Hati hati ayah. Dahhhh...."

Setelah melambaikan tangan pada ayah dan ibu,aku bergegas masuk rumah untuk mandi dan bersiap ke kantor.

Mandi pagi memang sangat menyegarkan. Aku duduk di meja rias sederhanaku sibuk mengeringkan rambutku,saat bunyi dering notifikasi dari ponselku tidak juga berhenti.

Aku menghentikan kegiatanku mengeringkan rambut,dan mengecek ponsel karena penasaran.

Apakah ini yang disebut 'tersambar petir di siang hari bolong',seperti inikah rasanya???

Kakiku seketika lemas,jantung ku seperti berhenti berdetak,dan nafasku terasa berat...

"Apa ini...??"

Semua notifikasi yang masuk ke ponselku memberikan sebuah link yang membawa pada pemutaran vidio berdurasi kurang dari 1 menit.

"Vidio seks Kim Taehyung dan Kekasihnya tersebar luas di internet"

Salah satu judul artikel dari link yang dikirimkan padaku.

Aku mencoba meyakinkan diriku lagi,memberanikan diri melihat sekali lagi vidio itu.

Air mataku lolos tanpa aba aba dariku.

"Itu jelas aku dan Taehyung malam itu...bagaimana mungkin dia menyebarkan potongan vidio itu??? Apa yang dia inginkan?? Belum cukupkah apa yang dia lakukan padaku??"

Pandanganku kosong tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa. Pijakan lantai di kakiku terasa runtuh membawaku ke dalam kehancuran.

Dering ponselku tidak berhenti,dan aku memutuskan mengangkat salah satu dari panggilan masuk.

"Halo Jen...aku sudah di jalan,sebentar lagi sampai. Kamu tenang ya,kita pasti bisa atasi masalah ini"

Kak Woo Shik.Bagaimana mungkin dia masih percaya padaku setelah aku yakin dia sudah melihat potongan vidio menjijikan itu.






***
Aku terduduk dengan pandangan kosong di samping Kak Woo Shik yang sudah siap di kursi kemudi mobilnya.

"Jenn..."

Genggaman lembut tangan Kak Woo Shik menyadarkanku dari kosongnya pikiranku.

"Kita jalan yaa..."

Aku hanya mengangguk setuju denganya.

Kak Woo Shik meyakinkanku untuk pergi ke kantor firma,dia yakin pengacara Kim bisa memberikan pertolongan dan solusi untuk masalah ini.

Semua mata tertuju padaku saat aku dan Kak Woo Shik berjalan melewati koridor kantor. Mereka memberikan pandangan jijik dan penuh penghakiman padaku.

"Kim Jennie...!"

Pengacara Kim rupanya sudah sedari tadi menungguku. Wajahnya terlihat tegang saat melihatku.

"Langsung ke ruanganku!"

Perintahnya.

"Jangan khawtir,ada aku Jennie"

Kak Woo Shik menemaniku masuk ke dalam ruangan Pengacara Kim.

"Silahkan duduk!"

Pengacara Kim menarik nafas berat begitu dia duduk di kursinya.

"Kim Jennie. Apa kamu bisa menjelaskan semua ini??"

Lidahku terasa kelu,alih alih menjawab pertanyaanya aku hanya bisa terdiam dan menangis tanpa suara.

"Jennie...katakan sesuatu!"

Bisik Kak Woo Shik yang masih belum mengerti mengapa aku hanya memilih untuk diam.

"Kim Jennie! Jadi benar kamu berkencan dengan Kim Taehyung??"

"Apa?? Tidak Pak itu tidak benar..."

"Katakan Jennie! Katakan kalau Kim Taehyung memperkosamu! Benar kan??"

Kak Woo Shik terus menekanku untuk mengatakan yang sebenarnya.

"Yang benar saja! Apa kamu belum lihat vidionya Pengacara Choi. Kamu bisa mendengar dengan jelas bagaimana suara Jennie dalam vidio itu. Bagiku itu sama sekali tidak terlihat seperti adegan pemerkosaan!"

"Jennie aku mohon,katakan sesuatu...diam tidak akan menolongmu"

Suara Kak Woo Shik terdengar putus asa memohon agar aku melakukan pembelaan untuk diriku sendiri.

Tapi entah apa yang merasuki otaku,aku tidak berniat sama sekali untuk mengatakan yang sebenarnya meski aku tahu karier ku berada di ujung tanduk.

"Kim Jennie. Sampai kamu bisa mebersihkan namamu,dan membuktikan ketidakterlibatanmu dengan Kim Taehyung,untuk sementara aku mengeluarkanmu dari tim. Kontrakmu akan dalam pembahasan lagi. Jika kamu merasa kamu perlu melakukan tuntutan hukum,lakukanlah. Tapi kami tidak bisa membantu. Maaf Jennie hanya itu yang bisa aku lakukan"

"Tunggu dulu! Pengacara Kim tolong beri Jennie kesempatan menjelaskan. Dia masih sangat shock dan belum bisa berfikir jernih. Jennie...bicaralah!! Katakan pembelaanmu!!.

"Aku mengerti Pak. Terimakasih atas bimbinganya selama ini"

Dengan dingin aku berdiri membungkuk,mengucapkan salam terakhirku.

Kak Woo Shik jelas terkejut,dia sangat kecewa demgan apa yang aku lakukan.

"Jennie...tunggu Jennie...tunggu...!"

Aku berjalan cepat meninggalkan ruangan. Kak Woo Shik berlari berusaha mengerjarku hingga sampai di pelataran kantor.

"Jennie...apa yang kamu lakukan?? Kenapa kamu tidak menjelaskan dan hanya diam??!! Jadi benar kamu berkencan dengan Kim Taehyung??"

"Aku tidak berkencan denganya!"

"Apa kamu melakukanya demi uang??"

Aku berhenti dan nyaris melemparkan tas ku ke kepalanya.

"Lalu kenapa kamu tidur denganya??!!"

"Aku memang tidur denganya!! Bukan karena uang atau sebagai kekasihnya..!! Sekarang kamu tau bagaimana aku sebenarnya! Tidak sebaik kelihatanya bukan?!Untuk itu berhenti datang dan mengemis perhatian lagi dariku!! Kamu bisa jauhi aku mulai sekarang!!"

Hatiku hancur saat aku harus mengucapkan kata kata paling kejam untuknya. Aku tidak ingin melibatkanya lagi dalam masalah hidupku. Aku ingin menyelesaikan semuanya dengan caraku sendiri.

Kim Taehyung. Yang harus aku lakukan saat ini adalah mencari bajingan itu.









******

Double up 😄

terimaksih buat semngatnya,jadi bisa up lagi. Happy reading 😊💚💜





















Forgive You (pengampunan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang