Chrismast Night

2.6K 248 8
                                        







TAEHYUNG POV







Lusa adalah Natal,dan besok malam aku dan Jennie sudah mengundang Ayah dan ibunya untuk makan malam dirumah ini.

Aku memiliki satu janji yang belum aku tepati pada orang tua Jennie untuk mengantar mereka ke tempat peristirahatan Eun Ha.

Malam ini aku masih bersantai di ranjang dengan segelas whiskey menemaniku.Tanganku sibuk memencet tombol stick dari game PUBG yang sedang ku mainkan.

Beberapa hari ini aku bisa bersantai untuk urusan pekerjaan karena memang perusahaan sudah meliburkan karyawan beberpa hari yang lalu sampai setelah Natal berakhir.

Mataku teralihkan oleh Jennie yang baru saja keluar dari kamar mandi melakukan rutinitasnya sebelum tidur.

Dia terlihat sangat segar,aroma lembut vanilla khas miliknya tercium menggoda,membuyarkan fokusku.

Lingerine berwarna hitam tipis yang dia kenakan terlihat sangat sempurna membalut tubuhnya.Payudaranya terlihat lebih besar sekarang seiring bertambahnya usia kehamilanya.

Jennie naik ke ranjang dan langsung mengambil tempat di depanku,tanganku melingkari tubuhnya masih dengan stick game yang sibuk kumainkan.

"Ahhh shit...ahh brengsek...ahhh sial...tertembak...ahhh mati..!!"

"Kamu kalah,sekarang berhenti main gamenya!"

Jennie berbalik dan naik kepangkuanku.Tentu saja dengan senang hati aku melempar stick game sialan itu.

Satu gelas whiskey aku habiskan dalam satu kali tenggak.Segera aku melumat rakus bibir lembut Jennie.Tanganku bersemangat meremas dua bokong sintalnya hingga membuat Jennie meloloskan desahan kecil.

Tapi kemudian dia menghentikanku,meletakan telunjuknya di bibirku.

"Ayo kita bicara,ada hal yang ingin aku tanyakan"

Bisiknya dengan suara serak karena ciuman panas kami.

"Oke"

Aku menghentikan seluruh aktifitas tanganku.

Jennie membelai wajahku,dan memberi kecupan lembut di keningku.

"Aku merasa hanya aku yang bersemangat untuk merayakan Natal,apa kamu benar tidak apa apa merayakannya bersama Ayah dan Ibuku?Atau itu membuatmu tidak nyaman?"

Aku mengernyitkan dahi.Jadi itukah yang Jennie pikirkan?Beberapa hari ini memang aku larut dengan pikiranku sendiri dan sedikit mengabaikan Jennie.Tapi sepertinya dia salah paham.

"Sayang,tidak ada masalah untukku merayakan Natal bersama Ayah dan Ibu.Maaf beberapa hari ini aku lebih sering diam,itu karena ada sesuatu yang sedang aku pikirkan"

"Apa itu?"

Tanyanya lembut dengan mata penuh kekhawatiran padaku.

"Aku belum bisa mengatakanya sekarang"

"Kamu tidak percaya padaku??"

"Bukan sayang,bukan itu."

Aku menarik nafas berat.Seandaninya Jennie tahu kekhawatiran terbesarku adalah aku akan segera meninggalkanya setelah dia melahirkan.

Kehamilanya sekarang sudah 5 bulan itu berarti hanya ada waktu 4 bulan sebelum aku menyerahkan diri.

Aku sangat takut kehilangan Jennie.Bagaimana jika dia tidak bersedia menungguku?Bagaimana jika karirnya telah kembali dia akan meninggalkanku?Bagaimana jika saat aku mendekam di penjara,laki laki brengsek seperti Woo Shik mengambilnya dariku?

Forgive You (pengampunan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang