Happiness

3K 311 16
                                        








TAEHYUNG POV






Selama 2 Minggu ini aku disibukan dengan urusan perusahaan.Ada sedikit masalah tentang perjanjian kontrak yang tidak bisa di handle Park Jimin,jadi harus aku yang langsung turun tangan.

Sudah satu Minggu aku berada di Seoul meninggalkan Daegu dan Jennie untuk sementara waktu.Cuti Istirahat aku rasa tidak berjalan sesuai rencanaku,dan membuatku frustasi.

Aku sangat merindukan Jennie.Komunikasi kami berjalan dengan baik,setiap hari aku dan dia melakukan panggilan VC hanya untuk melepas rindu dan memastikan dia baik baik saja.

"Semua sudah beres aku ingin kembali ke Daegu hari ini juga!"

Kataku pada Park Jimin begitu rapat selesai.

"Oke,aku akan siapkan penerbangan"

Helikopter mendarat mulus di heliped,tepat diatas gedung perusahaan.Perjalanan dengan Helikopter akan mempercepat waktu kembali ke Daegu.

Hanya membutuhkan satu jam perjalanan untuk tiba di Daegu.Aku segera turun dan mengambil alih kemudi  dari sopir yang menjemputku.

"Aku akan menyetir sendiri,kalian kembalilah!"

"Baik Tuan."

Mobilku melaju dengan kecepatan penuh.Tentu saja rumah Kim Jennie menjadi tujuan pertamaku.Dalam perjalanan aku menyempatkan membeli satu buke mawar untuk Jennie.Jujur aku belum tahu apa yang Jennie suka dan apa yang dia tidak suka.

Tapi aku bisa menebak,wanita seperti Jennie tidak akan terlalu suka dengan sesuatu yang berbau kemewahan,dia tipikal wanita mandiri,pekerja keras dan sederhana.Jadi aku rasa buke bunga mawar ini akan sempurna untuknya.

tok..tok..tok..

Aku menunggu cukup lama sampai akhirnya pintu terbuka.

Aku menyembunyikan wajahku dibalik buke mawar yang cukup besar berharap membuatnya terkejut.

"Jangan kekanak kanakan"

Katanya membuatku sedikit kecewa.Kenapa bahkan dia tidak terkejut?

"Apa kamu tahu aku akan datang??"

"Tidak tahu"

"Kenapa tidak terkejut"

"Aku terkejut,tapi tidak berlebihan.Kenapa tidak memberitahu mau pulang sekarang?"

"Kalau memberitahu bukan kejutan namanya"

Jawabku gemas,mencubit pipi tembamnya.

"Bunganya sangat cantik"

"Benar sangat cantik"

Aku balas menggodanya seolah olah bunga ini bukan untuknya.

"Jadi bukan untukku??"

Tanyanya cemberut,semakin membuatku gemas.Tentu saja dia tahu bunga ini untuknya,dia hanya ingin sedikit manja aku rasa.

"Beri aku ciuman"

"Cup"

Jennie mencium sekilas pipiku.Tanganya sudah bersemangat ingin mengambil bunga ini dariku.

Aku mengangkat bunganya cukup tinggi,sehingga Jennie tidak bisa meraihnya.Satu tanganku menarik tubuhnya merapat padaku.

"Apa itu ciuman??Aku akan mengajarkan bagaimana mencium dengan benar..."

Bisiku ditelinganya.

Tanpa menunggu aku memberi lumatan lembut pada bibir penuh Jennie.Seperti biasa tubuh Jennie selalu merespon sempurna sentuhanku.Tanganya melingkar pas di leherku dan bibirnya muai bermain bersamaku.

Forgive You (pengampunan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang