First meet

3.9K 363 2
                                        





JENNIE POV



"Jangan protes sama ibu,ibu sudah bangunin loh Jenn. Ibu pikir kamu siap siap di dalam kamar,malah tidur lagi..."

Ibu protes tidak mau disalahkan,karena memang benar tadi ibu sudah memanggilku memastikan aku bangun setelah alarm ponselku berbunyi.

Tapi yang kulakukan adakah menekan tombol snozed dan tidur kembali dan membuat pagiku berantakan.

Aku mendapatkan panggilan interview  dari magang yang ku ajukan di firma hukum milik Pengacara Kim Nam Joon.

Beruntung aku sudah mempersiapkan semuanya tadi malam,mulai dari baju yang akan aku pakai hingga berkas yang harus aku bawa.

"Jenn...taxi kamu sudah datang nak"

"Iya..iya bu. Aku berangkat ya bu.."

"Bawa sarapanya. Hati hati ya sayang"

Aku berjalan dengan sedikit berlari menuju taxi online pesananku yang sudah menunggu di depan rumah ku.

"Agak cepet ya pak...!"

Terlambat di waktu terpenting adalah hal buruk yang membuat mood ku berantankan. Aku berharap merekaa memberikan toleransi waktu untuku. Karena magang ini adalah segalanya untuku saat ini.

Aku bergegas turun dari taxi setelah sampai. Dengan terburu buru aku yang mengenakan rok dan heels berlari lari kecil menyeberang jalan.

Sebenarnya jalan lengang saat itu dan rambu penyeberangan untuk pejalan kaki masih berwarna hijau,Itu berarti pejalan kaki masih bisa menyeberang.

Tapi saat menyeberang beberapa langkah,sebuah Merchedes Ban mewah nyaris menabraku. Aku sangat terkejut dan menjatuhkan semua file yang ku bawa.

Sesorang keluar dari kursi pengemudi dan menghampiriku yang masih mematung di tengah jalan.

"Apa kamu buta nona?? Lihat rambu pejalan kaki sudah merah,kenapa nekad menyeberang??"

"Apa...??"

Pikiranku buyar dan masih belum sadar sepenuhnya.

Pria paruh baya itu menunjuk tanganya ke arah rambu penyeberangan.

"Rambu nya merah,kenapa menyeberang?"

"Oh,maaf pak...tadi masih hijau. Aku yang salah maaf ya pak..."

Jawabku panik.

Seseorang keluar lagi dari kursi samping kemudi. Dia masih muda,mungkin hanya beberapa tahun lebih tua dariku. Berambut gelap dan tampan.

Dia berjalan mendekati ku,dan tanpa ku duga dia membungkuk dan membantuku merapihkan file ku yang tercecer.

"Sudah pak Han,tidak usah diributkan! Ini nona milikmu"

"Oh ya,terimakasih banyak..sekali lagi saya minta maaf"

"Tidak apa apa. Lain kali hati hati ya.. Pak Han ayo jalan!"

Aku segera menepi kembali saat mobil itu akan melaju kembali. Tapi ada yang sangat menarik perhatian ku. Aku melihat seseorang yang tidak asing di dalam mobil bersamaan saat pria muda itu membuka pintu mobil.

Dia duduk dengan tenang di kursi barisan ke dua tepat di belakang kemudi. Mata kami saling bertemu. Tatapanya tajam dan sangat dingin membuat getaran aneh pada jantungku.

Aku masih membeku bahkan ketika mobil itu sudah melaju kencang melewatiku.

Dahiku berkerut karena mencoba mengingat sosok pria tak asing di dalam mobil tadi.

Forgive You (pengampunan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang