fall in dawn

3.2K 344 10
                                        






TAEHYUNG POV





Aku mencoba menenangkan diri,terduduk sendiri di taman Rumah Sakit tempat Eun Ha mendapat perawatan.

Semilir angin musim gugur menerbangkan helaian daun mengering berwarna kuning kecoklatan.

Sebatang rokok berada diantara telunjuk dan jari tengahku. Aku menyesapnya berat,hambar tanpa kenikmatan.

Pandangan mataku menerawang,tertunduk lesu masih mencoba mencerna kejadian mengerikan yang baru saja dialami orang yang menjadi alasanku tetap hidup,bangkit berdiri hingga sampai saat ini.

Kim Eun Ha adikku,ingatan masa kecil yang mengerikan yang dialami aku dan adiku terputar kembali dengan jelas.

Bagaimana kami selalu menangis dan saling berpelukan saat ayah dalam keadaan mabuk menghajar kami berdua tanpa ampun dan tanpa alasan.

Tangis Eun Ha kembali terdengar jelas saat aku sekarat terakhir kali. Kalimat " Kakak jangan mati...jangan tinggalkan aku" terdengar seperti suntikan nyawa bagikku.

Eun Ha adalah satu satunya alasanku tetap hidup saat itu,aku ingin suatu hari hanya ada tawa dan senyum polos Eun Ha. Aku tidak ingin mendengar tangisnya lagi,aku ingin membawanya pergi jauh dari kehidupan  yang lebih menyerupai neraka saat itu.

Tapi kini,justru akulah penyebab Eun Ha mengalami hal mengerikan ini. Dengan semua kesuksesan dan uangku,Eun Ha bahkan sering kali masih menangis.

"Kakak,tolong jangan seperti ini...?? Aku tidak mengenalmu lagi,tolong kembalikan kakakku yang dulu!!"

"Kakak...sekarang kamu bahkan lebih kejam dari ayah!!!"

"Aku ingin kakakku yang dulu,tidak apa ayah memukulku tiap hari asal aku bisa bersana kakakku yang dulu!!"

Satu persatu kata kata Eun Ha terdengar seperti berteriak di lubang telingaku. Aku jatuh tertunduk dan tanpa sadar air mataku lolos dari sudut mataku.

Aku sudah lupa bagaimana menangis hingga hari ini,hatiku sakit,sesak di dadaku mengetahui kenyataan kegagalanku menjaga orang paling berharga dalam hidupku saat ini.









JENNIE POV








Sudah seminggu sejak beredar luasnya vidio miliku di internet,itu berati sudah satu minggu juga pertemuan terakhirku dengan Eun Ha.

Beberapa hari yang lalu aku menlihat sekilas pemberitaan di televisi tentang Kim Taehyung yang sibuk mengunjungi rumah sakit karena adikknya mendapat perawatan. Tidak di sebutkan sebabnya,tapi aku yakin Eun Ha baik baik saja. Kakaknya pasti memberikan yang terbaik untuk perawatan Eun Ha. Dan sejujurnya aku sudah tidak terlalu perduli.

"Kenapa bangun pagi sekali Jenn...?"

Tanya ibuku saat aku turut bagun pukul 6 pagi ikut membantu persiapan berjualan hari ini.

Hari ini hari pertama ibu dan ayahku memutuskan berjualan kembali setelah meliburkan diri karena kasus beredarnya vidio miliku.

"Aku ingin membantu ayah dan ibu berjualan hari ini.."

" Tidak usah...siapkan saja berkas lamaran magangmu ke firma lain Jenn"

"Sudah bu,aku sudah kirim lamaran ke tiga firma sekaligus"

"Biarkan saja bu,dari pada diam di rumah bosan juga. Sambil menunggu panggilan interview biar Jennie ikut berjualan"

Ayahku menyetujuinya. Dengan senang hati aku ikut berjualan di restoran kecil kami hari ini.




"Hey...Bu Kim. Aku kira kalian akan jual restoran kalian setelah vidio mesum putri kalian beredar,ini malah berani beraninya putrimu muncul disini,dasar keluarga tidak tahu malu!!"

Belum lagi kami sempat membuka pintu restoran,salah satu ibu pedagang di depan toko kami berceletuk kasar sesaat mobil pick up ayahku berhenti.

Aku melihat ekspresi ibuku khawatir,dan merasa sakit untuknya. Ini semua salahku. Aku telah mempermalukan keluargaku,membuat aib untuk mereka sehingga orang lain bisa merendahkan kami.

"Apa kau bilang...??!!"

"Ibu sudah ....biar aku pulang saja"

Aku menarik tangan ibu yang hendak melangkah menghampiri ibu pedagang itu.

"Isshhh kamu tidak tuli kan Ibu Kim?! Jangan bersikap angkuh.Putrimu yang selalu kamu banggakan itu ternyata hanya seorang perempuan murahan yang tidur dengan laki laki kaya untuk uang. Pengacara..?? pangacara apanya..??!!"

"Berani beraninya kamu merendahkan putriku...!!!"

Aku sangat terkejut ketika ibu berlari menerjang ibu pedagang itu. Aku tidak sempat lagi menghnetikanya.

"Kamu boleh menghinaku!! Tapi aku tidak akan membiarkan satu orangpun menghina putriku...!! Apa kau dengarr!!! Putriku tidak seperti yang kau pikirkan!!"

"Ibu...sudah ibu...tolong hentikan!!"

Aku berusaha melepaskan cengkeraman tangan ibu dari rambut pedagang itu.

"Ayahh....ayah....tolong ibu ayah...!!"

Teriakanku terdengar oleh ayahku yang baru saja datang dari mengambil kekurangan perlengkapan berjualan.

"Istriku,Kim Mi soo...hentikan. Ada apa ini??Apa yang kamu lakukan"

Ayahku berhasil melerai perkelahian ibuku. Aku hanya bisa menangis melihat bagaimana ibuku mati matian membelaku.

"Dia...dia dengan mulut kotornya,berani beraninya dia menghina dan merendahkan putri kita...!!!"

Suara ibuku bergetar menahan tangis menunjuk nunjuk ke arah ibu pedagang itu.

"Apa yang aku katakan adalah kebenaran!!! Kenapa tidak terima??!! Kalau aku jadi kalian aku tidak akan pernah menunjukan batang hidungku lagi disini dan memilih pergi sejauh mungkin dari sini!! Dasar tidak tahu malu...!!!"

"Kurang ajar ....!!!"

Ayahku dengan sigap menangkap ibuku yang hendak berlari menerjang pedagang itu lagi.

"Sudah bu..sudah...hentikan. Ayo kita pulang saja"

Tangisku pecah,aku tidak bisa menahanya lagi.

Untuk menghindari kekacauan yang lebih,ayahku memutuskan untuk membawa kami pulang dan membatalkan berjualan hari ini.













***********

Hay,seneng bgt akhirnya bisa up lagi hari ini🤗

Akhirnya balik ke Bogor lagi setelah kurleb 10 hari di Jogja 😄

Nanti malem aku bakal up lagi,sebagai permintaan maaf krn pending lama.

Seneng bgt lihat respon ceritanya. Terimakasih yang selalu support yaa 💚💜😊

Forgive You (pengampunan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang