JENNIE POV
Aku menarik nafas tidak siap menghadapi mereka semua yang sedang ada di dalam rumah menungguku.
Bagaimana aku menjelaskan semuanya,jika diriku sendiri saja masih belum benar benar mengerti dengan semua yang sedang terjadi.
Kak Woo Shik berdiri di depan pintu menyambutku dingin begitu aku memasuki halaman rumah.
"Jadi kamu memaafkanya??"
"Aku masih belum tahu"
"Kalian berciuman seperti sepasang kekasih yang baru bertemu setelah sekian lama dan kamu bilang kamu belum tahu Jenn?"
Aku merasa tidak enak mengetahui Kak Woo Shik melihat saat aku dan Taehyung berciuman.
"Aku benar benar masih memikirkanya" Aku bekata yang sebenarnya.
"Dan benar kamu mengandung anaknya??"
Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaanya dan dia tersenyum miris menanggapinya.
"Ayahmu menunggu didalam.Aku pulang..."
Dia terlihat sangat kecewa denganku,tapi tidak ada yang bisa ku berikan untuknya.Tanpa Taehyung yang datang lagi dalam hidupku,aku tetap saja hanya menganggapnya sebagai seorang teman,tidak lebih dari itu.
Ayah dan ibu sudah menungguku.Mereka duduk dengan ekspresi penuh ketegangan. Aku hanya akan pasrah dan menjawab apa adanya semua yang mereka tanyakan padaku.
"Duduklah...!"
Aku menundukan kepala duduk di depan ayah dan ibuku. Tanganku masih menggenggam erat sapu tangan bercampur darah Taehyung.
"Apa yang ayah dengar itu benar Jennie??"
Aku sadar ayahku menanyakan tentang kehamilanku.
"Maafkan aku ayah"
"Dan apa yang akan kamu lakukan??"
"Aku masih memikirkanya"
Tarikan nafas beratnya menggambarkan beban berat yang kini dia rasakan karenaku.
"Jennie...lalu bagaimana Taehyung? Apa dia sudah tahu??:
Lagi lagi aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan ibuku.
"Lalu bagaimana reaksinya??"
"Dia ingin aku menjaga kesehatanku"
Brrakkkk...
Aku terkejut saat ayahku menggebrak keras meja.
"Menjaga kesehatan??Apa maksudnya??Jennie,laki laki seperti dia tidak akan bisa bertanggung jawab pada wanita dengan sungguh sungguh!Tidak ada yang bisa kamu harapkan dari dia,lagipula kamu tidak bisa menuntut dia sepenuhnya karena kamu memberikan dirimu cuma cuma untuknya!!"
"Ayah...sudah cukup!Jangan terlalu keras pada Jennie.Jennie...masuklah ke kamar!"
Air hangat yang merendamku memberikan rasa rileks luar biasa di seluruh tubuhku.Aku memejamkan mata memutar kembali semua yang terjadi hari ini.
Aku meraba perutku yang masih rata,mengusapnya perlahan.
"Dia tidak bersalah...aku tidak berhak merampas haknya melihat dunia"
Tanganku meraba bibirku,mencoba merasakan kembali kehangatan ciumanya.Pipiku merona hanya karena mengingat kembali sentuhanya.
Derrrttttt.....Deerrrtttttt
KAMU SEDANG MEMBACA
Forgive You (pengampunan)
FanfictionTakdir mempertemukan mereka untuk saling menghancurkan satu sama lain hingga jatuh bersama kedasar kehancuran. Namun keadaan justru membuat mereka saling berpegangan,saling menguatkan dan akhirnya saling menyelamatkan satu sama lain. "Wanita wanita...
