Sudah beberapa meter kami terus memacu kuda kami dan akhirnya kami bisa terlepas dari mereka yang tertinggal jauh dalam pengejaran ini, tujuan selanjutnya adalah kemah. Sesampainya aku di perkemahan kami, sudah tidak ada siapa-siapa di sini, Abel dan regunya pasti sudah pergi duluan ke markas dan sebaiknya kami juga begitu, waktu sangat sempit sekarang ini dan kami tidak bisa membiarkan mereka mengejar kami lagi, jadi aku putuskan untuk kembali bergerak dan dalam kecepatan sedang sekarang, kami harus tetap bergerak tapi kami tidak bisa membuat kuda kami kelelahan apalagi sejak pengejaran tadi, ini berisiko. Beberapa jam dalam perjalanan, hari sudah semakin malam dan kami putuskan untuk membuat kemah kecil di sini, kemah yang hanya berisikan api unggun untuk menghangatkan tubuh kami di malam yang dingin ini, dikelilingi oleh pepohonan dari Lacere, iya, kami mengambil jalur yang dipenuhi dengan pepohonan kali ini, saat kami berangkat kami memilih jalur yang tidak banyak dipenuhi oleh pepohonan karena kami harus berjalan dengan sebuah formasi dan adanya pepohonan dapat menghambat hal tersebut, lagipula bila ada serangan mendadak kami akan sulit mengetahuinya karena pepohonan yang banyak membuat mereka dapat bersembunyi dan itu sangat rentang bagi pasukan kami, apalagi dengan tidak pasukan yang sedang tidak dalam formasi, maka semuanya akan berantakan dalam sekali serang dan hal itu tidak boleh terjadi, sementara kali ini kami memilih jalur yang memang dippenuhi oleh pepohonan, tujuannya sederhana yaitu kami hanya ingin bersembunyi dan bergerak tanpa ada siapa pun yang tahu, aku tidak lupa untuk menghubungi si pengintai dan dia mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan sudah pergi dari lokasi intaiannya, aku bertanya bagaimana keadaan di sana saat kami pergi dan sesuai dengan yang aku sudah pikirkan, bahwa pasukan kami akan dihabisi di sana. Aku kembali sedikit memikirkan mereka, bagaimana mereka di sana saat kami meninggalkannya, apakah mereka tetap berharap bahwa kami akan datang dan tetap menunggu, tapi yang lalu sudah berlalu, yang harus aku pikirkan sekarang adalah bagaimana selanjutnya, aku tidak memberikan instruksi pada Abel apa yang harus dia lakukan saat kembali ke markas, aku hanya berdoa semoga dia bisa melakukan hal yang benar.
Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan, aku mengatakan pada yang lainnya agar kami bisa meneruskan perjalanan ini secepat mungkin karena kami tidak memiliki persediaan makanan dan semoga kami bisa bertahan tanpa makanan selama kurang lebih dua hari perjalanan. Perjalanan yang melelahkan selama dua hari akhirnya selesai, kami sudah kembali berada di kota dan juga kembali ke markas, sejujurnya aku tidak tahu bagaimana dan ke mana aku harus pergi setelah ini, biasanya aku akan melaporkan hasil ekspedisi tapi karena lapar dan juga sedikit haus, tempat yang pertama kami kunjungi adalah kantin, kami hanya sisa lima orang sekarang dan kami terlihat seperti kembali dari patroli, jadi mungkin tidak ada yang mengetahui bahwa kami kembali dari sebuah ekspedisi dan harus melapor, tapi itu bisa nanti, yang pasti sekarang kami harus bertahan hidup. Setelah mengisi kekosongan dan kehampaan pada perut kami, barulah aku ke tempat aku harus melaporkan hasil ekspedisi ini, dia mengatakan bahwa Abel sudah ke sini dan melaporkan hasil ekspedisi kami kemarin, dan katanya Abel langsung pergi ke ruangan Noit, itulah tujuanku berikutnya, aku pergi ke ruangan Noit hanya saja dia sedang dalam sebuah urusan jadi aku harus menunggu di luar ruangannya. Selama menunggu Noit aku dan yang lainnya berpikir tentang apa-apa yang mungkin terjadi dan bagaimana antisipasinya, dalam perjalananku dari bawah hingga menunggu di depan ruangan Noit aku melihat dan memperthatikan semua orang yang ada di sini, aku melihat bagaimana cara mereka melihatku, apakah mereka sadar dengan keberadaanku, atau ada yang berubah, karena aku takut bahwa Dermon sudah membocorkan pada semua orang kalau kami ingin mengungkap konspirasi dari organisasi, rata-rata semua orang di sini adalah anggotanya dan rata-rata orang yang tergabung di dalamnya bisa aku katakan sebagai "die hard fan" mereka yang hidupnya terbantu pasti akan membela mati-matian terhadap organisasi bagaimanapun keadaannya, itu semua berkat pendekatan organisasi yang sangat bagus, karena mereka duluanlah yang mendekati kami dan mengajak kami, mereka tahu bahwa "anak baru" pasti akan sedikit pemalu bila ingin berinteraksi dengan seseorang yang lebih dulu ada di sini atau orang-orang yang hebat seperti Evon dan Yors, tapi tidak disangka bahwa mereka duluanlah yang mengajak kami dengan tangan terbuka sehingga menimbulkan kesan bahwa mereka orang yang ramah dan organisasi adalah sebuah institusi yang penyayang dan memang berbau sangat positif, apalagi ada orang seperti Evon yang sering memberikan pujian-pujian manis kepada siapa pun, orang biasa mungkin akan senang bergaul dengannya karena pujian-pujian itu bisa menutupi rasa rendah diri dan juga menjadi penyemangat dalam menjalani tugas sehari-hari, aku juga tidak tahu apakah itu memang sifat Evon yang senang memuji orang karena dia adalah orang yang baik atau memang ini adalah sebuah gimmick untuk merekut orang ke dalam organasasi, intinya adalah banyak orang atau bahkan semua orang senang akan keberadaan organisasi, jadi aku berasumsikan bahwa mereka akan memusuhiku jika mereka tahu kalau aku ingin mengekspos organisasi. Setelah sekitar dua jam menunggu, akhirnya Noit lewat dan ingin maasuk ke dalam ruangannya, dengan gestur singat dia memberikanku perintah bahwa aku harus megikutinya ke dalam ruangannya dan meninggalkan yang lainnya di luar, aku juga memberikan sedikit gestur mengangguk pada Noit dan juga anggukan pada teman-temanku untuk memberikan rasa bahwa ini akan baik-baik saja jadi kalian sabarlah menunggu di sini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sfirilla
FantasyVivandy terbangun di dunia yang aneh dan dalam keadaan lupa ingatan, tapi mendapat tugas penting untuk menyelamatkan hari. Apakah dia bisa melakukannya? Akankah dia bisa mengingat masa lalunya? Ikuti perjalanan penuh aksi dari peperangan juga mister...
