4

4.4K 208 17
                                        


HAPPY READING

•••

"Senja nggak pernah salah, hanya saja kenangan yang membuatnya
basah"-Liora.
_____

Kini Liora sudah berada didepan kelas XI IPS 3, menunggu kepala sekolah yang sedang berbicara dengan murid di kelas tersebut.


"Sini masuk" titah Riko-sang kepala sekolah.

Liora menganggguk pelan berjalan masuk kedalam kelas tersebut. Ia menatap sekeliling ruangan tersebut, banyak yang menatapnya kagum dan sinis.

"Widih cecan njir" ucap salah satu siswa.

"Anjay nambah nih cecan dikelas kita" kata siswa lain.

"Halah sok cantik banget sih, cantikan juga gue" sinis salah satu siswi.

"Hehh! ratain dulu tuh bedak lo, baru ngatain dia" Ucap salah satu siswi menatapnya tak suka. Alhasil siswi yang tadi pun hanya bisa menahan malu.

"Sudah sudah jangan pada berisik" lerai Riko lalu melirik Liora "Perkenalkan diri kamu" suruhnya.

Liora tersenyum tipis, sangat tipis bahkan hampir tidak bisa dilihat "Ferya Liora Prawijaya, sma Angkasa" ucapnya datar tanpa ekspresi.

"Hmm... Baiklah, Liora kamu duduk dikursi kosong di yang ada disana" Riko menunjuk kursi kosong yang ada di pojok belakang.

Liora menoleh kearah yang di tunjuk Riko, ia menyiyitkan dahinya ketika melihat Alvero dkk duduk dibangku paling pojok. Yap! Alvaro, Bara, Raja, dan Daniel ternyata berada dikelas tersebut.

'Sialan. Kenapa dia ada disini sih' batin Liora berteriak.

"Emm... maaf pak, kursi yang disana ya?" tanya Liora menunjuk kursi kosong, yang berada satu baris didepan Alvero.

Riko mengikuti arah yang ditunjuk Liora "Tidak, itu sudah ada yang menempati. Kamu duduk di samping Alvero, angkat tangan kamu Alvero."

Alvero yang merasa dipanggil mengangkat satu tangannya dengan malas.

Melihat itu Riko pun tersenyum "Ya sudah kalau begitu saya pergi dulu, oh ya. Kalian dijam pertama sampai istirahat freeclass, Karna para guru akan ada rapat" setelah mengatakan itu ia pergi meninggalkan kelas XI IPS 3.

Liora menghela napas kasar berjalan menuju meja Alvero.

"Minggir lo" titah Liora.

Alvero merasa ada yang berbicara dengannya pun mendongkak melihat siapa yang berbicara, seraya menaik kan satu alisnya pertanda ia tidak mengerti.

"Lo minggir! gue mau duduk disitu" kata Liora menunjuk bangku yang diduduki Alvero.

"Kalo gua gak mau?"

Liora memutar mata jengah "Kalo gak mau gue potong leher lo!" Ancam Liora memasang wajah segarang mungkin.

"Lucu" batin Alvero.

AlvelioTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang