Saat ini anggota inti Alvaska sedang membolos digudang sekolah. Mereka bolos disitu karna gudang tersebut tidak pernah didatangi oleh siapa pun, terkecuali mereka.
Kelima anggota inti Alvaska itu saat ini sedang bermain game Mobile Legends yang ada diponsel mereka. Sesekali mereka mengumpat satu sama lain karna tidak benar dalam bermain.
Arkan yang sedang fokus bermain game langsung mengumpat saat gamenya berlaih karna ada yang menelponnya.
"Anjing" umpatnya pelan melihat siapa yang menelponnya ia langsung mengangkatnya.
Alvero is caliing...
"Woi, lo napa AFK bangsat!" umpat Rangga kesal karna Arkan keluar dari game tersebut.
"Alvero nelpon nih" katanya menujukkan ponselnya kemuka Rangga.
"Yaudah angkat" suruh Rangga menepis tangan Arkan dari mukanya.
"Sabar napa" ucap Arka lalu menekan tombol hijau untuk mengangkat telpon tersebut.
"Halo? Lo dimana?" tanya Alvero disebrang sana.
"Digudang sama yang lain, kenapa?" jawab Arkan melirik sahabatnya yang sedang asik bermain game.
"Ke uks sekarang. Sekalian bawain bubur, teh anget, sama minuman dingin. Cepett gak pake lama!" suruh Alvero.
Arkan mengerutkan dahinya bingung mendengar ucapan Alvero "Ngapain ke uks? terus juga bubur sama yang lainnya buat siapa? siapa yang sakit?" tanyanya tanpa jeda.
Disebrang sana Alvero menghela napas kasar "Liora tadi pingsan pas dihukum sama gue karna telat, kata anak PMR maagnya kambuh jadi gue minta tolong sama lo buat beliin bubur sama teh anget buat dia. Sekalian juga beliin gue minuman dingin, haus nih gua. Pengen beli minum tapi Liora belum sadar, sekalian juga bawa yang lain kesini" ucap Alvero panjang lebar.
"Whatt, pingsan? yaudah gua kesana sekarang sekalian bawain makanan buat Liora" jawab Arkan kaget.
"Yaudah buruan! kaga pake lama!!"
"Iyee, ini otw. Gue matiin ya telp-" ucapan Arkan terputus karna Alvero mematikan telponnya secara sepihak.
"Anak setan!"
Arkan menoleh kearah para sahabatnya "Woi, ke uks kita. Liora pingsan disana, sekalian kita beli makanan dikantin" jelas Arkan meletakkan ponselnya disaku celananya.
"Hahh? kok bisa?" teriak mereka bersamaan terkecuali Bara, ia hanya diam menatap Arkan bingung.
"Udah lama kalo dijelasin sekarang, nanti aja kalo udah disana. Ayo!" ajaknya berberjalan keluar dari gudang.
"Ehh tunggu" teriak mereka lagi lalu berlari mengejar Arkan, diikuti oleh Bara.
• • •
Liora membuka matanya secara perlahan cahaya lampu membuatnya mengejapkan mata berkali kali untuk menormalkan pandangannya.
Ia melihat sekitar ruangan karna dirinya bingung, Sedang berada dimana dirinya? Mengingat kejadian sebelumnya, ia teringat dirinya tadi pingsan saat diberjalan keuks bersama Alvero. Mungkin saja dirinya saat ini sedang berada diuks, pikirnya.
Merasa lengan kirinya terasa sedikit berat, ia langsung melihat ketangan kirinya dan mendapati Alvero yang sedang tidur dengan lengan kiri miliknya sebagai tumpuan.
Berhubung posisi kepala Alvero yang menghadap dirinya, ia bisa melihat secara jelas wajah Alvero. Liora mengamati secara rerinci wajah Alvero.
Ganteng batinnya berkata memuji Alvero.
Ia menyadari kemana arah pikirannya, tapi memang benar Alvero sangat ganteng jika sedang tidur. Wajahnya terlihat damai, tidak terlihat seperti biasanya, wajah yang songong yang selalu ngajak gelud.
Brakk
Seseorang mendobrak pintu membuat Liora kaget dan menoleh kearah pintu, Alvero yang sedang tidur tadi pun langsung terbangun karna suara dibobrakkan itu.
"Anjing" umpat Alvero tanpa sadar ia menoleh kearah pintu dan mendapati Arkan dan yang lain nyengir kuda kearahnya, kecuali Bara. Cowok itu hanya mempilkan wajah datar.
"Santai bisa kaga sih buka pintunya?" tanya Liora kesal mengelus dadanya.
"Hehehe, maap. Buru buru soalnya" jawab Arkan menunjukkan cengiran khasnya.
"Alesan" cibir Alvero.
Arkan berjalan mendekati bankar yang ditempati Liora diikuti yang lainnya.
"Gimana Ra? ada yang sakit gak?" tanya Arkan khawatir.
"Engga, cuma pusing dikit"
"Nih buburnya Raa, dimakan" Raja memberikan plastik yang berisi bubur ayam dan teh anget.
"Thanks, tapi gua gak laper" tolaknya secara terang terang.
"Gak laper pala, tadi kata anak pmr yang meriksa lo maag lo kambuh! makan sini" ucap Alvero mengangkat tubuh Liora membantunya agar duduk.
"Iya tuh, seinget gue tadi malem lo gak makan 'kan? tadi pagi juga lo sarapan atau kaga? pasti ngga kan?" ucap Arkan mengingat Liora belum makan dari tadi malam, soal pagi ia tak tau karna ia berangkat terlebih dahulu dan meninggalkan Liora.
"Kompor banget sih lu bang" ucap Liora kesal.
"Biarin aja sih" balas Arkan "Mau makan sendiri atau gua suapin?" tanyanya pada Liora.
"Gua aja yang nyuapin" sambar Alvero tanpa sadar.
"Yaudah nih" Raja memberikan plastik berisi bubur ayam yang ia pegang pada Alvero.
Alvero mengambil plastik tersebut lalu menuangkan bubur di mangkok yang tersedia.
Setelah selesai ia menghadap ke Liora dan menyuapi Liora tanpa perasaan membuat Liora tersedak.
Uhuk uhuk
Mendengar Liora tersedak Arkan yang masih berdiri diambang pintu langsung mengambil teh anget yang berada di meja dan memberikan kepada Liora.
"Minum minum"
Liora dengan cepat meminum teh anget yang diberikan Arkan hingga sisa setengah.
"Gila ya lo? lo mau bunuh gue? ga gini caranya!" sentak Liora menatap Alvero tajam.
"Hehe... sorry, kalo mau bunuh lo gue belum ada niatan" jawab Alvero menggaruh teguknya yang tak gatal.
"Kalo sampe adek gua kenapa napa gimana? lo mau tanggung jawab?" timpal Arkan.
"Iya sorry, gua ga sengaja" jawab Alvero kembali menyodorkan sendok berisi bubur kearah Liora.
"Gak, gak!. Gak mau gua lo suapin" elak Liora merebut sendok dan mangkuk yang dipegang Alvero, lalu memakannya.
"Julid amat sih lo" ucap Alvero duduk dikursi sebelah bankar Liora.
"Cot! Cot! Bacot!" sentak Liora ngegas.
"Yee... Ni orang baru sadar juga, udah julid aja" sinis Alvero balik.
"Lo yang julid duluan"
"Dih, dasar biji onta!" ucap Alvero ngegas.
"Dari pada elo kembarannya babi!"
"Biji onta."
"Kembarannya babi."
"Bij-"
"Stop! Udah diem! Lanjutin makannya" lerai Arkan memotong ucapan Liora.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvelio
Teen FictionFerya Liora Prawijaya gadis cantik dengan sifat barbar-Nya. Liora merupakan seorang badgril disekolahnya, why? karna kelakuannya yg nauzubilah nakalnya. Bolos? kerjaannya Tauran? hoby Ruang BK? rumah kedua Temen cowok? banyak Punya malu? ya pasti e...
