Dikawasan ibu kota kini diramaikan dengan pengendara yang sedang berlalu lintas dijalan.
Sedangkan Alvero dan Liora, kini sedang berada dijalanan yang cukup ramai dan membuat mereka terjebak macet karna hari ini adalah malam minggu. Jadi banyak pasangan yang sedang berkencan dengan pasangannya masing masing.
"Kita mau kemana nih?" tanya Alvero sedikit berteriak karna mereka kini berada ditengah tengah kemacetan.
"Mending kita ke kedai es krim di belokan sana aja deh" ujar Liora menujuk belokan yang tak jauh dari mereka.
Alvero menoleh kearah yang ditunjuk Liora lalu mengaguk, tak lama setelah itu ia membelokkan stang motornya berbelok menuju kedai ice cream yang diinginkan Liora tadi. Setelah sampai diparkiran ia segera memarkirkan motor sportnya disana dan turun.
"Nih" Liora memberikan hlem yang ia pakai tadi ke Alvero.
Alvero menerima hlem tersebut dengan baik lalu masuk bersama Liora kedalam kedai ice cream itu. Saat berada diambang pintu pandangan semua pengunjung tertuju pada mereka, Namun mereka tak memperdulikan itu dan langsung duduk dipojokan.
Tak lama seorang pelayan mendatangi mereka berdua "Ada yang bisa saya bantu Mbak, Mas? Mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut ramah.
"Em, es krim matcha satu. Sama..." Liora mengantungkan ucapannya menoleh Alvero yang berada di hadapannya "Lo pesen apa, Al?" tanyanya pada Alvero.
"Samain aja" katanya.
"Yaudah es krim matcha dua ya, mba" ucap Liora, pelayan tersebut menulis pesanan mereka lalu izin pamit untuk membuatkan pesanan mereka.
Setelah menunggu beberapa menit kemudian pelayan tadi datang membawa pesanan mereka, lalu izin untuk pergi.
Hening beberapa saat, hingga akhirnya tangan Alvero gatal ingin menjahili Liora. Lalu ia mengambil sesendok ice cream mengambil sedikit ice cream dan dengan sengaja ia mengarahkan sendok itu kepipi Liora, hingga Liora tersentak kaget.
"Aduh, dingin Ver" ucap Liora mengecutkan bibirnya kesal membuat Alvero gemas.
"Lagian serius amat sih makannya" goda Alvero kerkekeh pelan.
"Enak tau, ini tuh es krim favorite gue"
"Lo suka matcha?" tanya Alvero pada Liora yang sedang asik dengan ice cream nya.
Liora mengangguk "Iya, enak kan?"
"Ngga enak, rasa rumput" jawab Alvero asal
Mendengar itu Liora langsung membulatkan matanya tak terima "Rasa rumput lo bilang?berati lo pernah makan rumput dong, lo sapi ya?"
"Mana ada! memang rasa rumput kok."
"Ck, serah deh. Ini nanti beneran elo kan yang bayar?" tanya Liora memastikan, seraya mengelap sisa ice cream yang Alvero colekkan tadi
"Iya gue yang bayar" jawab Alvero pelan, matanya dari tadi memperhatikan Liora sambil sesekali tersenyum tipis "Cemong banget sih muka lo" kekeh Alvero.
Mendengar ucapan Alvero, Liora pun langsung menatap Alvero yang sedang terkekeh dan disaat itu juga kekehan Alvero berubah menjadi tawa yang pecah.
Dahi Liora berkerut "Kenapa sih?" tanyanya pada Alvero.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvelio
Novela JuvenilFerya Liora Prawijaya gadis cantik dengan sifat barbar-Nya. Liora merupakan seorang badgril disekolahnya, why? karna kelakuannya yg nauzubilah nakalnya. Bolos? kerjaannya Tauran? hoby Ruang BK? rumah kedua Temen cowok? banyak Punya malu? ya pasti e...
