"Woi, kenalin gue Edwin! Cowok paling tampan di SMA Santana!!"
Saat ini keempat cowok, personil Lavelver Band itu, tengah duduk di bangku panjang depan kelas. Lakapala dengan gitarnya, sementara Juan sibuk bermain ponsel. Sedang, Azfan matanya sudah jelalatan melihat pinggul bohay satu persatu cewek-cewek yang lalu lalang.
"Kiwww, cewek..." Azfan bersiul kecil, cowok itu menggigit bibir bawahnya sensual menggoda Tiffany, cewek paling montok di kelas XII IPA 4. "Udah montok, bohay, mulusss lagi. Behhhh..."
Mata cowok itu tak pernah luput dari pantat Tiffany yang saat ini sedang berjalan berlenggak lenggok di depan mereka. Sialnya, ketika tubuh Tiffany menghilang dari pandangannya. Azfan malah melihat tatapan tajam dari sosok cewek berambut pirang di ujung koridor.
"AZFANNN!!!"
"Mampus, gue. Saira, liatt lagii!" Batal sudah cuci mata dengan pantat tebal dan berisi, Azfan bingung kenapa para cewek-cewek di SMA Santana kebanyakan pakai rok ketat. Tapi ada baiknya sih, dia jadi puas liat bokong gede tanpa bayar, Eh? Astagfirullah, Azfan ini anak sholeh!
"Hai, sayang..." Ucap Azfan lembut saat pacarnya sudah berdiri di depannya. "Kenapa, hm?"
"Minta uang!"
Perkataan pacar Azfan berhasil membuat Juan melirik sosok cewek berambut pirang yang menjadi pacar Azfan selama beberapa bulan terakhir ini. Saira Mayla, nama cewek yang masuk ke daftar list yang perlu Juan waspadai.
"Berapa?" Tanya Azfan sambil mengeluarkan dompetnya dari saku seragam celana abu-abunya.
Saira memutar bola matanya, "Hari ini aku mau shopping.." Ujarnya dengan nada manja. Tangan cewek itu menyentuh pundak Azfan. "Jadi, yang banyak yaa...babe,"
"Dua juta, cukup?"
"Tambahin satu juta lagi, aku mau beli tas. Jeana udah punya tas kayak gitu, masa aku belum sih..." Telunjuk Saira menggambar pola abstrak di dada Azfan. Sukses, membuat Azfan terbuai.
"Sip.. Babe.."
Setelah mendapatkan apa yang dia mau. Saira mengecup pipi Azfan sekilas tanpa canggung meski ketiga teman Azfan sedang menatapnya. "Thankyou, babe..."
"Cangcimen! Cangcimen! Yuk, beli yuk! Kacang rebus, permen karet! Permen susu, permen cokelat!" Ujar Edwin ngaco, mengganggu momen pacaran antara Azfan dan Saira. "Cepat woi cepat, mumpung ada barang murah!!"
"Win, berisik lo!" kesal Azfan melirik Edwin yang sedang memasang tampang polos.
"Why, why? Gue lagi latihan jadi salesman. Salah hah? Hah? Hah?"
"Aku duluan ya, beb..." Kata Saira pada Azfan. Sebelum pergi, Saira melotot ke arah Edwin. "Apa lo?!"
"Buset, nenek gayung galak banget yak?" Ucap Edwin bergidik. "Takuttt aing takut.."
"Win!" Tegur Azfan.
"Pergi lo pergi! Ganggu momen aja lo!" Usir Edwin pada Saira. Cewek itu menghentakkan kakinya kesal sambil mengibaskan rambut panjangnya kemudian masuk ke dalam kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
TENTANG LAKAPALA
Teen Fiction"Ganggu pacar gue, lo mati!" Lakapala Bramasta Gautama seperti Bintang. Ia merupakan gitaris kebanggaan band Legendaris SMA SANTANA membuat nama cowok itu bersinar. Parasnya, nyaris sempurna. Pun dengan gemilang prestasinya di segala bidang membuat...
