"Bang Jack yakin...?" Ucap Mono dengan suara nyaris putus-putus. "Dia masih terlalu kecil untuk melakukan itu.."
Pria itu menghela napas. Bang Jack merasa tugas ini terlalu berat untuk Lakapala. Bahkan dia sendiri pun, tidak yakin bisa melakukan nya. Namun, tugas ini perintah langsung dari si Bos besar. Pria itu tidak bisa membantah.
"Saya juga tidak yakin Mono.." kata Bang Jack tertunduk. Ekor matanya melirik layar ponsel nya yang menyala sebab panggilan masuk.
Bos is calling....
"Bagaimana ini bang...?" Ujar Mono yang tak kalah cemasnya ketika melihat Bang Jack akan menerima panggilan itu. Bang Jack mengangkat tangannya. Isyarat, bahwa percakapan ini tertunda dulu. Pria itu lantas menjauh dari Mono untuk berbicara dengan Bos besar mereka.
Setelah Bang Jack keluar dari ruangan, Tito datang dengan wajah penasaran nya. Pria itu mendekati Mono. "Apa Bos mau membatalkan nya..?"
"Saya tidak tahu, Tito. Tapi do'akan semoga Bos memberikan tugas ini pada orang lain, saja. Jangan Lakapala." Jawab Mono.
"Tidak akan ada yang sanggup melaksanakan tugas itu..." gumam Tito membuat Mono menatap pria itu.
Lantas, Mono tersenyum penuh arti. "Ada..." Ucapnya. Pria itu melemparkan senyum bangganya pada Tito. "Dia bisa melakukan nya.."
"Siapa..?" tanya Mono penasaran. "Jangan bilang... Dia..?" Ujar nya setelah mengingat sosok yang dimaksud Mono.
Namun raut bangga Mono hilang dalam sekejap, tatkala mengingat risiko jika sampai orang yang akan melaksanakan tugas ini melakukan kesalahan sekecil apa pun. Dampak nya luar biasa.
"Saya memang salut terhadap keberanian nya, mungkin itu sebab nya Bos memilih Lakapala. Karena beliau yakin Lakapala bisa menyelesaikan nya." Ujar Mono. Pria itu kemudian melirik Tito. "Panggil Lakapala untuk kemari.."
"Mono saya sarankan, jangan kasih tahu Lakapala untuk sementara waktu. Dia sedang memiliki masalah sekarang. Saya takut, dia memilih keputusan yang salah."
"Benar juga..." desah Mono. "Lalu kapan?"
"Saya yang akan mendatangi Lakapala..." Ujar Bang Jack membuka pintu membuat kedua pria di dalam ruangan itu terkejut.
"Bos tidak setuju..?" Mono memastikan, pria itu teramat berharap agar bos mau membatalkan tugas yang akan diberikan pada Lakapala.
Sayangnya, ketika melihat gelengan kepala Bang Jack. Mono menghela napas berat. Lakapala masih terlalu kecil, miris sekali sudah mau berkecimpung ke dunia seperti ini. Andai Mono memiliki pilihan lain dulu. Ujung kuku nya, enggan mau menginjak tempat ini. Tempat di mana semua kejahatan dilakukan. Rasanya, Mono jauh sekali dengan Tuhan. Ah, apa Tuhan mau memaafkannya?
Dia maha pengasih lagi maha penyayang.
Lalu di mana Tuhan ketika Ibu nya di kampung terkena penyakit kanker payudara, seandainya Tuhan mau mengirimkan satu saja tentara nya untuk memberikan Mono pinjaman kala itu. Ibu nya masih ada. Dan ia akan tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai buruh tani. Dan mustahil ia berada di sini sekarang. Barangkali Lakapala demikian. Buntu. Tidak memiliki pilihan lain selain, melakukan tindakan kriminal seperti yang dilakukannya juga.
Tapi, Lakapala masih tergolong anak mampu. Dia menyandang marga Gautama. Marga yang dikenal oleh semua masyarakat Indonesia dari sabang ke merauke. Bagaimana, tidak? Perusahaan Gautama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produsen terbesar nomor satu di Indonesia. Produknya di kenal oleh semua masyarakat. Termasuk salah satu produknya sekarang menjadi buruan semua ibu rumah tangga, yaitu minyak goreng yang mengakibatkan saham perusahaan Gautama meningkat pesat.
KAMU SEDANG MEMBACA
TENTANG LAKAPALA
Teen Fiction"Ganggu pacar gue, lo mati!" Lakapala Bramasta Gautama seperti Bintang. Ia merupakan gitaris kebanggaan band Legendaris SMA SANTANA membuat nama cowok itu bersinar. Parasnya, nyaris sempurna. Pun dengan gemilang prestasinya di segala bidang membuat...
