29-Titik Awal

11.3K 610 3
                                        

𝙋𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙆𝙖𝙥𝙤𝙡𝙧𝙞 𝙒𝙞𝙙𝙤𝙮𝙤 𝙙𝙞 𝙠𝙚𝙙𝙞𝙖𝙢𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙤𝙣𝙙𝙞𝙨𝙞 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙞.

𝙆𝙚𝙢𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙥𝙤𝙡𝙧𝙞 𝙒𝙞𝙙𝙤𝙮𝙤 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙞𝙨𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧.

𝘿𝙞 𝙙𝙪𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙥𝙤𝙡𝙧𝙞 𝙒𝙞𝙙𝙤𝙮𝙤 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙞𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙤𝙢𝙥𝙡𝙤𝙩𝙖𝙣 𝙝𝙞𝙩𝙖𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧-𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙗𝙞𝙧 𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙣𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙧.

𝘽𝙚𝙧𝙞𝙠𝙪𝙩 𝙗𝙪𝙠𝙩𝙞-𝙗𝙪𝙠𝙩𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙠𝙪𝙖𝙩 𝙙𝙪𝙜𝙖𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙆𝙖𝙥𝙤𝙡𝙧𝙞 𝙒𝙞𝙙𝙤𝙮𝙤 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝.

Secepat kilat, berita itu menyebar ke seluruh penjuru tanah air. Orang-orang yang mulanya tidak menyukai saluran berita, siang ini duduk di depan televisi sambil menyimak penerangan seorang presenter yang tengah membahas kematian Kapolri Widoyo dengan serius.

Kasus kematian Kapolri Widoyo menjadi perbincangan hangat, mulai dari kaum remaja hingga ada beberapa lansia yang menanyakan penyebab kematian Kapolri Widoyo.

Sedangkan sosok cowok yang masih memakai baju serba hitam itu duduk dengan wajah datarnya di depan televisi, seraya mendengar ucapan omong kosong dua presenter yang membuat telinganya terasa sakit. Ia tersenyum miring. Ada rasa puas setelah melihat wajah-wajah orang-orang yang mulai gelisah karena kematian Kapolri Widoyo. Mereka takut, bukti-bukti kecurangan mereka akan segera terkuak.

Dan dia sendiri memegang salah satu senjata yang akan membuat salah satu dari orang-orang itu bertekuk lutut padanya.

Lakapala kembali menghisap batang rokoknya, lalu meniup gumpalan asap itu ke udara. Hal itu dilakukannya secara berulang-ulang.

"Kami akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas."

"Silahkan." ucap Lakapala membalas perkataan seorang Polisi yang tengah di wawancarai. Lagi-lagi senyum licik Lakapala terbit.

"Kami menduga pelakunya memang sudah terlatih, sebab dia menembak pada titik-titik kelemahan korban."

"Bang Jack..."

"Menurut Dokter Jaka yang menangani langsung Kapolri Widoyo, mengatakan bahwa luka-luka pada tubuh korban sudah lebih dari lima jam. Itu artinya, tersangka melakukan aksinya pada saat Kapolri Widoyo baru pulang dari kantor kepolisian.."

"Dokter Jaka..?" Lakapala berkerut dalam. "Jangan bilang kalau Dokter Jaka adalah Bang Jack...?"

Cowok itu buru-buru merogoh ponselnya, saat mengingat bahwa ponselnya ia titipkan pada Jani. Lakapala mengumpat kesal.

"Lalu bagaimana dengan pihak keluarga Kapolri Widoyo Pak..?"

"Istri dan putra beliau sedang berada di Jakarta. Namun, mereka dalam perjalanan pulang menuju Yogyakarta. Do'akan saja, mereka selamat sampai tujuan..." Kata Polisi itu membuat Lakapala yang menonton nya langsung mematikan televisi.

TENTANG LAKAPALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang