07-Perjanjian

44.4K 1.7K 58
                                        

Yukk komennya di ramaikan bestii!!!

⏮◀▶⏭

Edwin menabuh drumnya penuh emosi, cowok itu tidak memedulikan panggilan Juan yang menyuruh nya untuk berhenti. Mood Edwin tidak dalam keadaan bagus akibat dari pertengkarannya dengan Sofie di kantin kemarin.

Simple, sebenarnya. Edwin tidak akan semarah itu jika Sofie mau mengangkat telpon Edwin, untuk membicarakan ke salah pahaman diantara mereka berdua. Jangankan mau berbicara, cewek itu enggan untuk menoleh ke arah Edwin.

"Lanjut kan Win! Gue dukung bro, tuh cewek emang semena-mena sama lo, mentang-mentang lo sayang ke dia!" kompor Azfan. Cowok itu bersiul kecil menikmati permainan drum Edwin. Oh, jangan lupakan senyum puas di bibir cowok itu. Teman laknat emang, teman lagi galau dia malah semakin memanasi.

"Lo diam!" ujar Juan memukul kepala Azfan menggunakan botol air mineral. "Gue pusing, jangan bikin dia tambah marah, Fan."

"Aelah Jun! Baperan lo ah! Gue ini lagi memberikan pencerahan buat teman gua. Supaya dia nggak tolol gara-gara cewek!"

Juan memijat pelipisnya. Cowok ini memang ditakdirkan berada di tengah-tengah para anak manusia ini. Cuma Juan yang memiliki sifat waras tingkat kematangan sempurna.

"Kalian kalau galau, bisa jangan repotin gue?" ucap Juan jengah. Cowok itu menghampiri Edwin lantas merebut paksa stick itu dari tangan Edwin kemudian dilempar nya ke lantai.

"Stop! Win!!"

"Jangan hentikan gue Jun! Gue lagi marahhh!!"

"Tapi gak gini! Lo buat kuping gue sakit gara-gara lo mukul asal drum lo!!"

Untung Edwin masih bisa mengendalikan emosinya jika saat ini yang sedang memarahinya adalah Juan. Sekuat tenaga cowok itu menahan kepalan tangannya agar tidak memukul dinding di samping nya.

Tawa Azfan berderai di dalam ruang musik. Sumpah! Edwin kalau lagi galau kelihatan banget tololnya. "Apa gue bilang! Jangan terlalu sayang ke cewek. Cewek kalau di baik-baikin tambah ngelunjak!" ucap Azfan di sela-sela tawanya.

"Fan diam lo! Anjing!" amuk Edwin di tempat nya.

"Denger Win ya, gua kasih tau sifat cewek sama lo. Cewek itu gak suka cowok yang gampang peka, fast respons , apalagi cowok yang sering spam dia chat. Bakal risih mereka. Umpamanya kayak lo ke Sofie. Gue jamin Sofie udah ilfil sama lo sekarang! Karena lo sering kirimin Sofie pap! "

"FAN!!" teriak Juan. "Stop! Jangan dilanjutin!"

"Serah lo Fan, lo mau ngomong apa aja. Terserah, gue gak peduli!" kata Edwin berlagak paling tersakiti.

"Tapi gue bela, Sofie sih Win.." kata Azfan melanjutkan ucapannya seraya mengetuk-ngetuk jarinya di dagu. "Disini elo yang jadi tersangka, bukan korban. Jadi stop bertingkah seolah-olah Sofie jahat banget!"

"Sialan!" ujar Edwin melepaskan sepatunya kemudian melemparnya ke arah Azfan yang tengah duduk di kursi yang tak jauh darinya. "kalau lo gak tau apa-apa mending diammm!!"

Sepatu Edwin meleset ke arah pintu. Sialnya, ketika sepatu Edwin akan mencium daun pintu. Tiba-tiba pintu itu terbuka dari luar mengakibatkan sepatu Edwin mengenai dahi pelaku yang telah membuka pintu.

TENTANG LAKAPALACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang