16-Halte dan Hujan

19.7K 925 9
                                        

"Sudah ku putuskan bahwa dia, adalah tempatku singgah untuk selamanya"____Lakapala Bramasta Gautama.

♩✧♪●♩○♬☆

Dean meyakinkan dirinya untuk tidak menyapa Jani yang tengah membereskan alat lukisnya. Cowok itu melirik kertas lukis Jani yang belum di masukan gadis itu ke dalam tasnya.

"Gunung lagi?" gumam Dean. Entah dorongan darimana ia menghampiri Jani. Dean mendudukkan dirinya di samping Jani membuat cewek itu terkejut. Dean ingkar. Ia berjanji pada Azfan supaya menjaga jarak dengan Jani, tapi itu tidak semudah yang dibayangkan Dean sebelumnya. Ada bisikan aneh pada dirinya, bahwa Jani adalah sebuah titik putih yang perlahan-lahan memantulkan cahaya pada Dean. Mengakibatkan cowok itu, enggan untuk meninggalkan cahaya itu.

"Beberapa hari yang lalu gunung Bromo? Dan sekarang gunung Krakatau. Lo sesuka itu, ya sama gunung?"

Jani kembali memasukkan alat lukisnya ke dalam tas. Tanpa terganggu atas kehadiran Dean. Setelah semuanya beres, cewek itu menoleh ke arah Dean yang masih mengamatinya.

"Aku suka gunung, karena aku suka cerita legendanya.."

"Lo suka dongeng?" Alis cowok itu menukik, bibir tebal agak kemarahannya melengkung tipis. "Jangan-jangan lo juga bermimpi suatu hari akan ada pangeran berkuda yang bakal nyamperin lo..." Ujarnya. Ia tertawa ngakak membuat Jani kebingungan. Apanya, yang lucu?

"Nggak semua dongeng sih..." ucap Jani menggaruk tengkuknya. Ia terlihat malu-malu, sebab Dean tidak pernah melepaskan pandangannya dari Jani.

"Dari semua dongeng yang pernah lo baca, atau yang pernah lo dengar. Dongeng yang menurut lo paling masuk akal itu yang mana?"

Jani tampak sedang mengingat-ingat. Wajah polosnya, membuat Dean enggan untuk berpaling. Ada kenyamanan yang sulit Dean jelaskan, jika ia bersama gadis ini.

"Gak ada, yang masuk akal..."

"Lah?"

"Maksud aku gini." ucap cewek itu buru-buru. "Kalo aku bilang legenda danau Toba, itu masuk akal kamu gak akan percaya, kan?"

"Percaya gue."

"Muka kamu gak kelihatan percaya, kamu setengah ragu..." Dengus Jani.

Dean geleng-geleng, seraya tertawa. "Emang gak masuk akal, masa perahu bisa jadi gunung?"

"Itu emang kisah legendanya," Sanggah Jani.

"Itu kehebatan Tuhan, lo percaya gak, kalau danau toba dan gunung Tangkuban itu udah ada dari sejak awal diciptanya bumi ini?"

"Nggak..." jawab Jani ragu-ragu.

"Kebanyakan baca dongeng sih lo..." kata Dean menyentil pelan kening Jani. Sadar akan perbuatan nya, cowok itu langsung menarik kembali tangannya. Dean meringis. "Sorry, sorry.."

Jani mangut-mangut, cewek itu menatap Dean sekilas lalu bertanya. "Kalo Dean, selain suka lukis. Dean juga suka apa?"

"Lo.."

"Hah?" Bingung Jani.

"Gue suka banyak hal sih, termasuk ngobrol sama lo, juga gue suka." Guyon Dean.

"Aku serius Dean..." ucap Jani menatap cowok itu kesal.

"Gue seriburius malah."

Jani berdecak. "Setelah lengser jadi ketos kamu sekarang suka becanda ya!"

"Oke, oke kali ini gue serius." ucap Dean meredakan tawanya. "Gue suka kisah mitologi Yunani, gue juga suka film Harry Potter. Gue suka kopi, gue suk---"

TENTANG LAKAPALACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang