Senangnya dalam hati, beristri lima...
"OH, JADI MAU PUNYA ISTRI LIMA, IYA?!"
"Allahu Akbar..."
Fatih memegang ponselnya yang hampir jatuh karena kaget mendengar teriakan cempreng istrinya.
"Sayang, bisa 'kan jangan teriak gitu?"
"Jawab dulu, kamu mau punya istri lima 'kan? Kamu mikir gak sih, aku tuh lagi hamil tapi kamu malah mikir punya istri baru!"
"Kalau kamu udah bosen sama ak--"
"BISA DIEM GAK SIH?"
Mata Zi berkaca-kaca, bahkan sekarang ia menangis tanpa suara. Ia menatap Fatih sendu. Fatih yang tersadar telah membentak istrinya merasa bersalah.
Ia tak bermaksud untuk membentak Zi, ia hanya terpikir dengan kelahiran anaknya, terutama ini menyangkut nyawa Zi. Karena tak ingin merasa terlalu stress, ia melihat story' WhatsApp temannya dan menayangkan video tadi yang kebetulan suaranya mirip dengannya.
"Zi, maaf, mas gak--"
"Zi!!" Fatih berteriak panik kala melihat istrinya berlari dengan cepat.
"Ya Allah.."
Dengan kepanikan tinggi, Fatih berlari menyusul istrinya. Sepertinya Zi pergi ke Pesantren karena saat ini mereka berada di rumah yang diwariskan Fathan dan Aisy sewaktu dulu.
Saat di depan gerbang, tak sengaja netranya bertabrakan dengan Zi. Zi yang melihat suaminya langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya.
"Ada masalah apa?" tanya Fathan yang melihat wajah Fatih yang seperti orang habis dikejar rentenir.
Fatih duduk di sofa depan Fathan, ia menceritakan semuanya kepada Abinya saat ia tak sengaja membentak Zi.
"Maaf, aku lepas kontrol."
Aisy yang baru datang mengusap bahu tegap Fatih. "Memangnya apa yang membuat kamu sampe kepikiran? Biasanya kamu itu selalu tenang."
"Soal lahiran Zi."
"Memangnya kenapa, ada masalah?"
"Waktu check up kemarin, dokter bilang Zi harus operasi, gak bisa lahiran normal."
Fathan tersenyum maklum. "Abi dulu juga takut waktu Umimu mau lahiran, apalagi waktu lahiran kamu."
"Kenapa?"
"Ada deh, kepo aja." Aisy menyela.
"Udah sana, bujuk anak Abi. Kalau sampai kamu bikin dia nangis lagi, Abi bakal buka lowongan."
Alis Fatih menyatu. "Buka lowongan?"
Fathan mengangguk. "Lowongan suami baru buat Zi, pasti banyak yang minat. Secara anak Abi itu cantik, pinter, mantuable. Walaupun rada pecicilan sih," ucapnya diakhiri bisikan.
"Meskipun pecicilan gitu, aku sayang sama dia, Abi. Bahkan cinta aku buat dia melebihi luas lautan."
"AAA!!! SAYANG MAS FATIH BANYAK-BANYAK!!"
Zi berlari turun dari tangga tanpa memperdulikan mereka bertiga yang melotot takut. Ia langsung memeluk suaminya erat, tak peduli dengan adanya Aisy dan Fathan. Biarkan dunia ini serasa milik berdua.
"Udah gak marah lagi?"
"Beliin mie ayam dulu, baru aku gak marah lagi."
"Iya, mas beliin sekarang."
"Kita juga mau!"
Fatih menoleh kearah adik-adiknya. "Kalian juga mau?"
"Kalau gratis, ya bolehlah," ucap Fahri.
KAMU SEDANG MEMBACA
COLD & SENGKLEK GUS (END)
Roman pour AdolescentsKomedi - romance (Saran aja, baca GUS & NING dulu biar tahu alurnya) Seorang gadis kota harus masuk Pesantren di keluarga Fatih karena perintah orangtuanya. Baru saja menginjakkan kakinya disana, gadis itu bertemu dengan Fatih. Fatih yang tak senga...
