Happy Christmas Draco

1.4K 115 26
                                        

“Ada apa dengan wajahmu?” Tanya Ginny seraya menyeruput avocado frappuchino kesukaannya.

“Wajahku? Ada apa dengan wajahku?” Hermione bertanya balik seraya menyentuh pipinya dengan jemari tangan kanannya yang sebelumnya tak sengaja menyentuh tinta quill.

“Kau terlihat bad mood hingga alismu bertaut seharian” Ginny memperhatikan Hermione yang tidak menyadari jika ada noda hitam dipipi kanannya.

“Aku harus bekerja di malam natal, tentu saja aku bad mood” alis wanita berambut merah itu terangkat tinggi

“Kau yakin? Karena cutimu utuh selama dua tahun terakhir. Kau bahkan lembur di malam natal tahun kemarin” gadis brunette itu melirik tajam kearah Ginny namun kembali mencoret sesuatu diatas perkamen.

“Kapan kau akan kembali ke Finlandia?” tanya Hermione kemudian

“Setelah tahun baru. Ada perputaran anggota baru antara The Falcons dan grup quidditch baru dari Rusia, sepertinya Harpies juga akan terpengaruh untuk musim depan”

“tidak, Harpies tidak akan terpengaruh, posisinya tetap steady, justru Chudley Cannons yang akan terpengaruh karena kapten tim mereka akan diganti” suara gelas plastik starbucks yang diletakkan diatas meja kaca terdengar dan kepala Ginny perlahan menoleh padanya dengan wajah terkejut.

“Bagaimana kau bisa tau?” Hermione yang menyadari kesalahannya langsung mengangkat kepalanya dan menatap Ginny tak yakin.

“Hanya tebakan” Ginny berdiri dan berjalan kearah Hermione dengan kedua tangannya terlipat didepan dadanya
.
“Kau yakin?”

Hermione meneguk ludahnya.

“Tentu saja”

Ho ho, kau berbohong Hermione.

“aku tau jika hubunganmu dengan Malfoy sudah membaik, tapi kau yakin tidak ada sesuatu diantara kalian?” tanya Ginny dengan wajah menggoda seraya memainkan ujung rambutnya yang di ikat ponytail.

“we’re friends Gin”


“Hmm kalau begitu Malfoy tidak membelikannya untukmu” jawab Ginny santai lalu berjalan kembali menuju sofa ditengah ruangan.

“membeli apa?”

“Oh bukan. Aku hanya melihat Malfoy membeli sesuatu di toko perhiasan goblin di Hogsmeade beberapa minggu yang lalu. Apa dia memiliki kekasih?”

Hermione terdiam, refleks lidahnya terasa kelu.

“entahlah, aku tak pernah mendengar apapun” jawab Hermione seraya mengembalikan fokusnya pada berkas-berkas laporan didepannya.

“tentu saja, spesialis Quidditch dari Departemen  permainan dan olahraga sihir, Draco Malfoy adalah pria yang misterius, tidak berkencan, tidak minum the diluar rumahnya yang ada di Godric Hollow dan hanya terlihat beberapa kali bersama satu wanita yang sama—Hermione Granger” Ginny berucap dengan enteng serays membolak balikkan halaman majalan quibbler yang ada diatas meja.

Dia tidak menyadari jika terjadi perdebatan didalam kepala Hermione yang membuatnya menautkan alisnya dan menatap syal kasmir tang digantung dengan mantelnya beberapa meter dari tempat duduk Hermione.

“kami berteman Gin, dia tidak menginginkan apapun selain hubungan platonik denganku” gumam Hermione.

“jadi kau mau?” tanya Ginny dengan seringau di wajahnya.

“We—are—friend—Ginny. Jika kau meneruskan ini aku akan mengadu pada Blaise agar dia membawamu ke Italia daripada meninggalkanmu disini denganku” Ginny memutar matanya bosan

“NO NEED BECAUSE I'M HERE!” Hermione terkejut saat pintunya dibuka lebar dan Blaise meringsek masuk kedalam dengan riang.

Ginny berteriak girang dan memeluk Blaise dan mereka berciuman cukup lama hingga Hermione harus mengalihkan pandangannya dari pasangan itu sebelum dia terpaksa menegur mereka.

“Blaise, kau bilang tidak akan ke Inggris hingga tahun depan” ucap Hermione saat Blaise bergerak memeluknya dan mengecup pipinya ringan.

“Itu adalah rencana awal, lalu Ginny bilang bahwa—ow! Sakit Gin!” keluh Blaise seraya memegangi lengannya yang disikut oleh Ginny yang tersenyum menyeramkan padanya.

“Lalu aku bilang padanya kalau aku akan marah jika dia tidak mengunjungi Burrow sebelum kami berlibur ke Bali besok” Lanjut Ginny seraya melingkarkan kedua tangannya dipinggang Blaise, matanya masih menatap kekasihnya itu memberi tanda agar pria Italia itu diam.

“What? Kau akan ke Bali? Dan besok?”

“Why yes, aku dan Blaise memiliki hubungan yang jelas tidak platonik disini Mi. Of course we do Vacations!” kini senyum Ginny tertuju pada Hermione yang mengerang kesal.

“kenapa aku merasa atmosfer sarkastik begitu tebal disini?” Tanya Blaise menatap kedua wanita itu bergantian.

“ kalian pergilah berkencan , dan Blaise, Ginny bilang dia ingin tas tangan baru dari butik Prada di muggle London untuk hadiah natalnya”

“Mi! Aku bisa membelinya sendiri!” pekik Ginny kesal

“I know Gin, tapi kekasihmu ini bertanya padaku pagi ini tentang 'hadiah natal spesial' bagi kekasihnya selain cincin pernikahan?” Mata Hermione melirik Blaise yang berdehem pelan dan pipinya mulai memerah.

“now off you go lovebirds, aku punya pekerjaan yang harus kuselesaikan. Sampai jumpa di Burrow besok” ucap Hermione kembali duduk di kursinya

“Okay, take care Mi. See you tomorrow” Ginny memeluk Hermione dan mengecup puncak kepalanya sebelum menggandeng kekasih seksinya dan berjalan keluar kantor Hermione.

Seakan baru melepas beban di bahunya, Hermione menghela nafas kasar.

Kepalanya dipenuhi oleh kalimat Ginny tentang Malfoy dan itu sangat menganggunya.

Namun sayang, pria itu tidak berada di kantornya saat ini yang berada dua lantai dibawah kantornya yang berada di puncak gedung kementrian sihir.

Suara jam dinding muggle yang terus berdetik membuatnya semakin gelisah, seakan mengejeknya yang tidak bisa melakukan apapun atau bertanya apapun pada pria itu karena Draco sedang berada di Rusia untuk pertukaran anggota Quidditch yang baru disana.

Tapi bukannya dia juga ingin bertanya, Hermione tidak ingin tau, sungguh.

Hubungannya dengan Draco dimulai dan akan diakhiri secara platonik.

Datar, tanpa perasaan dan mudah.

Seharusnya..

Piece Of HerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang