Jealous Draco is Dramatic

3.1K 187 50
                                        

Alisnya bertaut, hidungnya berkerut dan mulutnya membentuk garis keriting yang menunjukkan jika ekspresinya saat ini sangat terganggu akan sesuatu.

Atau lebih tepatnya, pemandangan dihadapannya.

Pasangannya, cintanya dan separuh jiwanya sedang tertawa mendengar sesuatu yang diucapkan pria dihadapannya.

Pria tinggi yang Draco kenal sebagai seniornya saat dia kuliah di Universitas Oxford dulu dia kenal sebagai Tom Riddle.

Tom Fucking Riddle.

Pria yang menjadi ketua organisasi Mahasiswa, pemain Rugby terbaik dikampusnya dan sekarang menjadi Manager  di Potter Group.

Perusahaan milik sahabat kekasihnya, yang kebetulan juga, tempat kerja kekasihnya sejak lulus kuliah beberapa tahun lalu.

His sweet, sweet love is laughing with another man.

Kadar posesif dan cemburunya naik hingga kepalanya seakan ingin pecah jika dia tidak menarik kekasihnya menjauh saat ini juga

Draco meraih ponselnya dari saku jasnya dan menelpon seseorang.

“Pans, aku perlu kau mengatur ulang lemari Hermione, ganti semua pakaian kerjanya dengan sesuatu yang longgar dan tidak terlihat menawan”

“Hey, hey, kau menelponku ditengah rapatku dan memerintah seorang designer terkenal di Eropa untuk apa? Mengatur ulang lemari Hermione?” suara kesal Pansy Parkinson diseberang sana membuat Draco berdecak

“Jika kau masih mau Malfoy Enterprise menjadi sponsor terbesarmu, maka lakukan sekarang, kau sadar jika Hermione membawa pengaruh besar bagi brandmu, benar?”

“Sialan kau Malfoy, baiklah aku akan meminta asistenku berangkat ke rumah-mu sekarang, jika Hermione bukanlah model terbaikku, aku akan mengutukmu Draco” pria itu tidak menjawab dan langsung memutus panggulan itu.

Dia akan berurusan dengan sahabatnya yang ibarat anjing pug galak itu nanti.

Draco berjalan kedalam gedung dengan dinding kaca itu dengan angkuh, kacamata hitam yang dia kenakan sejak tadi seakan tidak memenganggunya

Tom menyadari kedatangan Draco hanya mengangguk sopan yang dibalas tatapan tajam dari Draco.

“Draco? Apa yang kau—”kalimat Hermione terputus oleh tangan kekar Draco yang melingkar di pinggangnya dengan erat dan bibir Draco yang tiba-tiba mendarat dibibirnya dengan keras.

Setelah dorongan pelan oleh Hermione diikuti oleh deheman pelan dari penonton diantara mereka, Draco melepas bibirnya, namun tangannya masih bertaut di pinggang mungil kekasihnya.

“Kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku, kau bisa kirimkan dokumennya lewat e-mail Mrs.Malfoy , good day Mr. And Mrs.Malfoy” dengan itu, Tom Riddle berbalik arah dan menjauh dari pasangan paling aneh itu.

Hermione melempar death glare pada pria di sampingnya yang tersenyum jahat melihat pria lain itu pergi lalu menatap Hermione yang lebih pendek darinya lalu tersenyum menunjukkan gigi putihnya.

Namun wanita itu melepas tangannya dan berjalan lebih dulu keluar dari gedung Potter Group dan menuju mobil Tesla hitam yang terparkir di depan gedung dengan indahnya.

Draco berlari mengejar istrinya yang sudah masuk kedalam mobil yang dia kendarai dari kantornya sendiri dan meneguk ludahnya saat dia sudah menyentuh kenop pintu mobil listrik itu.

Oh ,dia dipersilahkan mengucapkan salam perpisahan sementara pada kasur hangat dan payudara Hermione malam ini.

“What the bloody hell was that?” benar saja, Draco baru meletakkan bokongnya di bangku supir dan dia harus menutup matanya karena pekikan Hermione yang untungnya, tidak terdengar keluar mobil.

“Aku hanya mengucapkan salam padamu, dear” Hermione memutar matanya dan mobil mulai berjalan.

“atau lebih tepatnya mengklaimku dihadapan kolega kerjaku!” Pandangan Draco lurus kearah aspal didepannya, namun dia bisa mendengar otak Hermione yang bekerja disampingnya.

Wanita itu jelas sedang mencari cara untuk menyiksanya.

“Well, you look cozy with that snake” bibir Draco membentuk lengkungan seakan dia mencium sesuatu yang bau.

“aku punya urusan penting dengannya, god sake Draco, bisa kau kurangi kecemburuanmu?” mata Draco membulat lalu melirik Hermione sebentar

“Tapi dia mantan kekasihmu!”

“bloody hell Draco, itu hampir 15 tahun yang lalu!” teriak Hermione frustasi namun Draco tetap dengan pendiriannya.

“aku tidak peduli! Kau tetap tertawa dengannya!” mulut Hermione terbuka lebar lalu menutup kembali dan dia menghela nafas.

“Draco, berapa umur Scorpius?” pria blonde itu diam namun kemudian mendecih sambil menjawab

“13 tahun, kau pikir aku akan lupa dengan umur putraku?”

“Berapa usia pernikahan kita?”

“12 tahun”

“Lalu berapa usiaku ketika kau menjebakku dengan pernikahan karena kebohonganmu tentang memakai 'pengaman' setiap kali kita berhubungan sex?”

Mati kau Draco Malfoy.

“apa kau bilang? Menjebakmu? Kau menangis dengan haru saat kau tau jika kau sedang hamil saat itu!” jawab Draco pelan namun tetap mendorong opininya

“Exactly, dan kenapa otak mesummu itu bisa berpikir jika  aku akan melompat ke pangkuan pria lain saat mereka mencoba bicara denganku?”

“Karena mereka ingin melompat kearahmu Hermione!”

Decit ban yang berhenti tiba-tiba membuat kepala Hermione hampir terbentur dengan dashboard mobil namun terhalang oleh seatbelt.
Nafas Draco beradu, dia menutup kelopak matanya.

“Setiap kali aku melihatmu bicara dengan pria lain, aku bisa lihat jika mata mereka akan keluar dari kepala mereka, dan air liur menetes dari bibir kotor mereka. Benar! aku memang menjebakmu dengan anakku yang kutanam didalam rahimmu karena aku ingin kau menerima lamaranku yang sudah kau tolak empat kali, aku melamarmu empat kali for fuck sake! Konsekuensinya adalah tidak satu haripun aku merasa tenang setelah kau berjalan keluar dari Mansion dihari pertama kau kembali melanjutkan kuliahmu di kampus walaupun kau membawa seorang bayi denganmu kesana. Aku tidak bisa berpikir jernih Hermione, aku takut jika mereka merebutmu dariku dan kau—kau akan menerima ajakan mereka..kau mandiri, cantik, cerdas dan pendirianmu kuat, apa—apa yang harus aku lakukan saat kau memutuskan untuk meninggalkanku dan Scorpius?” Hermione menyenderkan punggungnya ke kursi mobil dan menatap lurus kedepan.

Terlepas dari pemberhentian tiba-tiba mereka, ternyata suaminya memberhentikan mobil mereka di pinggir jalan yang tidak terlalu ramai.

“walaupun aku sudah mengatakan ini dua belas kali dalam satu minggu ini, aku akan mengatakannya lagi. Aku adalah ibu yang sangat bangga dengan kehadiran bayiku yang saat ini sudah lebih dewasa dibanding ayahnya” Hermione melempar tatapan sengit kearah suaminya yang enggan menatapnya.

“kau dan Scorp adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku, kuakui kau memang licik Draco, tapi aku tidak menyalahkanmu sekalipun karena hal itu. Aku bahagia dengan kehadiran Scorpius diantara kita, dan hal yang paling membuatku bahagia selanjutnya adalah saat suamiku ini berhenti cemburu buta pada pria manapun yang tak sengaja ngobrol denganku.” Draco menoleh pada istrinya

“Aku tidak seburuk itu” alis istrinya naik hingga garis rambutnya dan memutar matanya

“perlu kuulangi jika dalam tujuh hari terakhir kau membuat pertengkaran yang sama sebanyak dua belas kali? For fuck sake, kau meninju Oliver Wood karena dia tak sengaja menyentuh tanganku, dia membantuku keluar dari lift yang tiba-tiba mati Draco, kau mau aku melakukan apa? Memanjat sendiri dan menolak pertolongan orang lain?” sang suami yang menolak mendengar celotehan istrinya lagi itu terdiam, dia berdehem pelan lalu melirik istrinya

Dia ingin mengutarakan prasangkanya selama beberapa minggu ini dan sesuatu yang mengganggu pikirannya namun dia memilih untuk membicarakannya nanti.

“I'm sorry” setelah mendengar suara helaan nafas dari Hermione, Draco ikut menghela nafas.

Hanya Tuhan yang tau semenakutkan apa Hermione Malfoy saat dia marah.

“Baiklah, ayo, Scorp pasti sudah menunggu”

“Scorpius sudah pulang dengan mother, aku menjemputmu agar kita bisa berangkat bersama ke Manor” ucap Draco santai, pandangannya fokus kearah jalanan didepannya.
Hermione hanya membalas dengan gumaman pelan dan menutup kedua kelopak matanya dan tanpa sadar, dia tertidur.

Piece Of HerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang