Junlin tertegun. Ia baru saja memasuki rumah, dan matanya langsung melihat adegan yang membuatnya mual.
Di sofa, Haoxiang sedang memangku seorang wanita. Tak lama, keduanya berciuman mesra sambil saling melingkarkan lengan di tubuh masing-masing. Junlin hanya menatap mereka dengan tatapan datar.
Tanpa emosi.
Ia sudah terlalu lelah bekerja, dan tak ingin semakin memperlelah mentalnya dengan hal-hal seperti ini.
'Tak apa-apa. Lakukan sesukamu.'
Ia sudah terbiasa. Hatinya juga semakin hari semakin mendingin. Ketika ia lewat, ia sadar Haoxiang meliriknya. Tapi keduanya memilih untuk tak saling peduli.
Sampai di kamar, ia meletakkan tasnya di samping tempat tidur, lalu melangkah ke lemari untuk mengambil baju ganti, dan...-
DEG!
"Ugh!"
BRAK
Junlin memegang tengkuknya. Matanya perlahan melebar. Ia terkejut.
"A- apa yang...-"
Tengkuknya terasa sangat panas. Seperti ada api tak kasat mata yang tiba-tiba membakar lehernya. Seolah ada tali yang terikat di sana, Junlin tersedak.
"Uhuk!!"
Rasanya tercekik. Panas. Perih. Kulitnya seperti terkoyak. Wajahnya mendadak panik dan penuh ketakutan.
Ini aneh.
Pasalnya, ini bukan pertama kali lagi ia merasa serangan tiba-tiba seperti ini. Terkadang dadanya juga ikut terasa terbakar hingga sesak.
Ia sekuat tenaga menyeret tubuhnya yang tersungkur di lantai untuk mengambil botol minuman yang ada di dalam tas. Meneguknya hingga habis dengan keringat dingin yang menyebar di keningnya. Apa selama ini ia sebenarnya memiliki penyakit kronis?
Sedangkan di ruang tengah, Haoxiang memainkan rambut wanita yang masih duduk di pangkuannya tersebut.
"Tuan muda Yan..."
"Hm?"
"Apa aku bisa terus berhubungan denganmu seperti ini?"
Haoxiang menatap kedua mata bulatnya yang memancarkan cahaya harapan.
"Jika kau berhasil 'melakukannya', tentu saja kita bisa terus seperti ini."
Meski begitu, wanita tadi terlihat resah dan melirik ke arah belakang.
"Tapi pria tadi...- Ah! Terlebih... kita berasal dari clan yang berbeda... apa tidak apa-apa?"
Haoxiang menaikkan ujung bibirnya.
"Masalah itu gampang... dipikirkan nanti saja."
*****
(⚠️ warning alert ⚠️)
Chengxin mendongak dan memejamkan mata. Lenguhan halus terdengar samar-samar dari belah bibirnya yang sedikit terbuka.
Sedangkan dibawahnya, Jiaqi masih memegangi pinggangnya dengan kedua tangannya yang panas.

KAMU SEDANG MEMBACA
Red Organdy 2 | QiXin ft. XiangLin ✔
FanfictionCOMPLETED (March. 2022) | Vol. 2 - Linked Blood TNT时代少年团 Kisah tentang cinta terlarang dua dunia antara Chengxin si werewolf, dan Jiaqi si vampire. Serta kisah cinta terkutuk antara Haoxiang dan boneka darahnya, Junlin. Kisah terlarang yang tak seha...