Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak mungil kalian disetiap chapter, yah?!
~Selamat Membaca~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
**🌜**
Bugh!
Noah menangkis serangan itu dan membalasnya dengan tendangan kuat. Namun, Wilona menyeleding dari bawah dan menjatuhkan dirinya secara mudah.
"Abiss!"
Waktu yang paling dinanti tiba juga, akhirnya! Ia terbebas dari pelatihan yang menyiksa. Cowok itu dibantu oleh Wilona untuk duduk dan beristirahat sejenak.
"Ah, lemah. Masa segitu doang kamu udah tepar ajah?" cibir Wilona mengejek.
"Tau! Abang payah! Halusnya Aunty Lona yang belguling-guling bukan abang Noah!" omel gadis kecil itu berkacak pinggang karena marah lagi-lagi kakaknya kalah.
"Kau ada masalah apa denganku, hah? Anak pungut, AW!"
William yang mendengar itu langsung mencubit lengan miliknya. Seenaknya saja dia mengatakan putri kecilnya seperti itu. Dasar Wilona.
"Nggak boleh gitu, kak.. Akur lah," mohonnya melas. Tapi, Lily dan Wilona dengan kompak menjawab kata, "Nggak--Nggak!"
Seorang wanita datang seraya tertawa kecil akan kelakuan dua perempuan spesial William itu dan merangkul Lily dari belakang kemudian menggendongnya.
"Wlee!" ejek Lily menjulurkan lidah pada Wilona.
"Heh, nggak baik gitu," tegur Moa.
"Ngomong-ngomong Lyonna ngapa nggak ikut Tante? Biasanya rutin ngerusuh ke sini"
Wanita itu berhenti bertengkar dengan Lily dia langsung fokus pada Noah yang belum berdiri.
"Katanya mau ke makam bareng anak Rachel. Oh, udah jam segini wae? Yah, aku harus pergi ketemu Lyon di rumah Kak Lira entar panik juga dia aku nggak datang-datang"
Noah bangkit dari posisi duduknya dan menyalami Tante sekaligus guru beladiri nya tersebut.
"Jangan lupa sering-sering berlatih tehnik yang aku ajarkan. Ingat, hargamu sangat mahal apalagi si kecil pengrebut Papa mu itu dariku," cibir Wilona menyinggung.
"Papa, dengal apa yang Auty Lona bilang?! Sana, pulang-pulang! Lily nggak suka Aunty!"
Sebelum pergi, Wilona sengaja memeluk William dengan erat dan pura-pura membawanya pergi, membuat Lily ketakutan yang pada akhirnya menangis.
Wilona panik, "Eh, ya, ya! Kagak gue ambil! Dah, ini bapak lo gue kasih balik!"