32- 5 Menit Lebih Awal

168 17 3
                                        

Hello everyone! Jumpa lagi dengan saya!

Btw ada yang baru, nih! coba tebak apa?

Masih excited dengan cerita ini bukan?

Jangan lupa untuk memberi bintang dulu, ok?

~Selamat Membaca~

~Selamat Membaca~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**🌜**

"Sekian yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini. Terimakasih atas partisipan bapak, ibu, dan rekan sekalian atas pertemuan hari ini. Sukses untuk kita semua!"

Orang-orang berjas tersebut mulai berdiri dan bergiliran keluar dari ruangan akan tetapi tak lupa mereka semua menjabat tangan dari wanita yang sedari rapat berada dikursi terdepan. Ya, siapa lagi kalau bukan bu bos kece kita yang bahkan disituasi formal inipun tetap memakai celana dan bukannya high heels yang dikenakan melainkan sepatu sneakers.

"Seperti biasa, penampilan Anda selalu menjadi perbincangan sebelum rapat dimulai," ucap seorang wanita menghampirinya dengan pandangan teduh.

Wilona pun menyambutnya dengan rasa hormat. Beliau adalah salah satu dari tiga keluarga besar, Kiara Yudistira. Nyonya Kiara sudah menjadi rekan bisnis perusahaan Voltins bahkan sejak zaman Lucy, Mama Wilona yang memegang alih.

Oleh sebab itu, Wilona sangat menghormatinya dan selalu mendengarkan nasehat maupun pendapat dari tutur kata beliau. Dia tak pernah melawan. Intinya, jika bersama Kiara kalian akan melihat sifat tersopannya Wilona.

"Suami saya ada mengatakan, jadilah diri sendiri. Ya sudah, saya lakuin. Sudah jadi kewajiban istri bukan buat mematuhi perkataan suami?"

Balasan yang Wilona beri membuat Kiara tertawa lepas hingga menampilkan apple cheeks smilenya dengan sedikit kerutan dimata yang ikut mengekspresikan bahagia.

Dia lalu memandang lamat wajah Wilona seolah tengah membayangi seseorang. "Andai dia ada, dia pasti sudah seumuran denganmu," katanya lalu perlahan ekspresi senang itu luntur menjadi sendu.

Kiara maju beberapa langkah kemudian memandang padatnya kota. "Nona Lona, menurut Anda di mana dia sekarang?"

Wanita tersebut mulai menampakkan wajah simpati, lagi. Bukan sekali dua kali Kiara menanyakan hal yang hanya bisa ia jawab dengan keheningan itu.

Wilona tahu kisahnya. Dulu, Nyonya Kiara memiliki keluarga tapi tidaklah sehangat yang diharapkan. Keduanya menikah atas dasar perjodohan.

Suaminya yang memang sudah dari awal tidak mencintainya kerap kali berlaku kasar apabila kehendak dia tidak dijalankan malahan jika dia tidak puas pada Kiara, ia akan melampiaskan emosinya pada putri mereka.

My Sociopath BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang