46- Masih Belum

134 11 0
                                        

Selamat siang ladies and gentlemen!

Bagaimana harimu hari ini?

Jangan lupa tinggalkan jejak readingnya, ya?

~Selamat Membaca~

~Selamat Membaca~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**🌛**

Sementara di alur lain...

Seseorang nampak mengendap-endap, berbaur dengan orang yang ada, mengincar satu orang yang sudah ditargetkan sejak lama dengan sebilah belati yang sekarang ada digenggaman.

Kiara merasakannya, ada yang mencurigakan. Pria yang memegang senjata kemudian berniat menikam orang yang paling dibenci namun kejadian tersebut bersamaan dengan terbukanya pintu dan kedatangan seorang remaja yang berhasil menyelamatkan Darren.

Pria lanjut usia itu sungguhlah terkejut akan serangan yang berhasil dihentikan tersebut. Karena sudah terbongkar, Orang-orang yang membelot kemudian mulai menyerang siapa yang berbeda pendapat dari mereka.

Namun, kericuhan tersebut tertolong sebab remaja itu tak datang sendirian. Orca berhasil menendang orang yang hendak menusuk seorang pria. Setelahnya, muncul William, Dioni, Nathan, dan Diego yang baru timbul sudah menumbangkan 2 orang yang memegang pistol.

"Kok, jago? Gimana bisa?" akal Dioni bertanya-tanya soalnya keponakan ia satu ini sangat susah diajak latihan.

Darren sangatlah bingung sebenarnya apa yang terjadi bahkan sampai mematung sebab nyaris tak mampu berpikir. Remaja yang menolongnya kemudian menghadap ke arah dia dan Darren langsung kenal itu siapa. Keluarga Voltia yang telah menolongnya.

"Papa cari Tante Lona aja biar aku, Orca, sama Diego yang cari Lyonna!" Pria paruh baya itu mengangguk kemudian mengajak Dioni untuk pergi.

"Anda sebaiknya juga turut pergi dari sini," ujar Nathan pada Darren."

"Anda mungkin bingung tapi pasti paham bukan? Mereka ingin menghapus orang-orang yang memihak Lyon. Cepatlah, akan saya lindungi."

Masih tidak menyangka namun Darren menerima saran tersebut dan mampu terpisah dari kericuhan berkat perlindungan Nathan.

Orca memukul seorang pria kemudian berseru pada Noah, "No! Lo dah liat orang yang dibilang Revanza?!"

Tidak, keadaan terlalu kacau jadi tak mampu ia cari mana wajah yang sudah dideskripsikan oleh Revanza. Di dalam keributan itu, Ryan berbaur dan sudah siap untuk menikam Kiara yang sempat berbalik namun terlambat.

"Mati kau, jalang!"

Slash!

Itu adalah cipratan darah dari sebilah pedang yang berhasil mencegah Kiara terluka. Ryan melangkah mundur dengan luka tebasan cukup dalam di perut.

My Sociopath BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang