24- Teman?

168 17 0
                                        

~Selamat Membaca~

~Selamat Membaca~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**🌜**

Krek!

Lyonna mengalihkan pandangan memerhatikan sebuah pohon. Ia merasa seperti ada yang mengawasi dirinya. Namun, tidak ada apa-apa, mungkin hanya firasatnya saja.

Mereka berdua duduk lesehan di bawah salah satu pohon dengan jarak yang tak dekat. Gadis itu kembali memperhatikan Revanza yang ada di samping. Penampilannya berantakan, nampak lebam dan luka di area wajahnya, ia bahkan belum mengganti seragam kemaren dan terlihat basah.

Sebenarnya Lyonna itu sudah kelewat penasaran ingin bertanya. Apa yang cowok itu lakukan di sini? Apa jangan-jangan semalam dia kehujanan? Mengapa ada begitu banyak luka di tubuhnya? Jangan bilang itu perbuatan Noah?! Awas saja jika benar dia pelakunya!

"Hatchim!"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut buyar semua saat Lyonna mendengar Revanza tiba-tiba bersin. Pasti dia masuk angin, wajar pakaiannya pun kelihatan belum kering. Tanpa banyak bicara gadis itu segera memberikan jaket yang ia pakai dan bergerak mendekat.

"Ini, lo bisa pakai gue pakai hoodie, kok."

Walau ragu, ia tetap menerima uluran bantuan Lyonna dan saat ia kenakan jaket tersebut sangat pas dengannya.

Gadis itu tersenyum. Lyonna mengulum senyumnya masih menimang-nimang ingin bertanya alasan dia seperti ini tapi ia keduluan sama Revanza yang bertanya kemudian.

"Lo, nggak pa-pa?"

Pertanyaan tersebut sedikit membuatnya bingung. "Oh, ya. Itu, makasih udah nolongin gue. Nyokap gue maren pengen nemuin lo tapi lo nya dah cabut," timpalnya sedikit canggung.

Revanza hanya mengangguk-angguk. Suasana kembali hening antar mereka. Baik keduanya, merasa bingung dan canggung harus berinteraksi bagaimana, terutama Revanza. Laki-laki tersebut tidak terbiasa memulai pembicaraan. Disaat dia berpikir untuk pergi Lyonna akhirnya bertanya.

"Lo, kenapa?"

Satu pertanyaan itu benar-benar membuat Revanza kebingungan bagaimana cara menjawab. Ia memalingkan wajah, tidak mungkin 'kan ia menjawab sebenarnya? tapi Lyonna telah melihat dia seperti ini bahkan tadi dia tidak sengaja menangis. Sekarang apa? Bagaimana cara menimpalinya?

"Kalo nggak mau cerita juga nggak pa-pa, kok. Nanti kalo udah siap lo bisa cerita aja sama gue. Blokiran gue juga udah lo bukan 'kan? Makasih, karna dah khawatir sama gue," ucapnya membuat dia kembali menoleh.

Suasana keduanya lalu hening setelah itu. Tapi kemudian Lyonna menoleh karena Revanza tiba-tiba berujar sesuatu.

"Maaf"

"Hm?" Lyonna memiringkan kepalanya, ia sedikit bingung.

"Karna marah tanpa sebab waktu itu"

Gadis itu mengangguk-angguk. "Ohhh, it's okay, gak masalah, kok. Lagian gue udah lupain juga. Gue nggak peduli yang dikatain sama temen-temen gue pasal lo. Lo lumayan asik waktu terakhir kita chattingan, lo pasti punya alasan dibalik itu semua 'kan? Selama gue percaya hal itu, ya gue maklumi," timpalnya tanpa merasa ragu pada Revanza sedikitpun.

My Sociopath BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang