Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
**🌜**
Sedaritadi, cowok itu terus saja berguling ke kanan dan kiri untuk bisa mendapat posisi ternyaman tapi tak pernah berhasil. Haikal yang habis kesabaran kemudian menendang selimut dan memandang sengit orang yang tak memberikan ia tidur dengan tenang itu.
"Za! Gue tau panas lo udah turun tapi tidur Za, turu! Ketinggalan tiga mapel selama beberapa menit gak bakal buat beasiswa lo dicabut anjing!" omelnya kesal.
Revanza malah membalas dengan berdecit dan melirik sinis. Dia tak peduli dan tetap belajar walaupun ia tahu Haikal tak bisa tidur jika lampu kamar tidak dimatikan.
"Lo sendiri yang maksa gue nginep sini," timpalnya tanpa berpaling.
Laki-laki itu bersungut-sungut sebal dalam diam. Apa cowok itu tak maksud hah alasan ia menampung dia dikamar miliknya bahkan ia sampai rela menyerahkan singgasana empuknya dan memilih tidur di sofa? Sumpah andaikan Revanza itu bukan sahabatnya ingin sekali ia tendang hingga ke pantai selatan sana.
"Gue itu nyuruh lo nginep biar bisa istirahat dengan tenang, Vanzaa!"
"Lo kata gue mati?" sahut ia polos sedikit marah.
Muka Haikal seketika datar. "HALAH JANCOK!" dia akhirnya menyerah dan kembali menyelimuti diri sampai kepala.
Revanza mengembuskan napas kasar dan kembali membaca materi yang ketinggalan. Tapi di tengah itu Haikal kembali mengganggunya dan malah mengajaknya bicara.
"Ck! Iya, entar gue matiin lampunya. Lo tidur aja duluan entar gue nyusul."
"Ah, lo udah bikin gue susah tidur!"
Ia dikacangin. Haikal lalu berguling memandang langit-langit kamarnya dan tiba-tiba terlintas sesuatu hal, "Tuh cewek tadi." dia kembali menghadap Revanza.
"Lo tau gak pas gue bawa lo ke UKS ada yang ngikutin kita dan rupanya cewek itu." ucapannya berhasil menyedot perhatian Revanza dan membuat sedikit bertanya-tanya.
"Gue sadar tapi gara-gara dipertengahan jalan lo tiba-tiba pingsan terus gue kepanikan gue nggak tau lagi gimana kabar tuh cewek. Za, lo sebenarnya punya hubungan apa sih sama dia? Kok, bisa pas waktu itu dia ada di sana saat lo ketemu lagi sama Noah?"
"Lo awas main rahasia-rahasia sama gue, ya? Sekarang, buruan cerita! Tanggung jawab pokoknya lo udah bikin gue terjaga, sat!" kekeh Haikal memaksa kini dia sudah memasang posisi duduk di sofa.