47- Kebenaran Yang Terungkap

159 13 0
                                        

Hello yorobun tachi!

Masih setia dengan cerita satu ini 'kan?

jangan lupa bintang dan komentarnya?

~Selamat Membaca~

~Selamat Membaca~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**🌛**

"Nggak mungkin," timpal Lyonna atas apa yang didengar.

Mustahil, jadi yang merencanakan dia diculik juga kejadian malam itu adalah Tanten Airis, keluarganya sendiri? Mengapa?

Setetes air mata jatuh dari mata kirinya sebab terlalu syok juga begitu kecewa. Padahal Airis begitu ceria dan terlihat sangat menyayanginya. Bagaimana bisa dia tega melakukan itu semua padanya?

"Kenapa?" Lyonna hampir tidak percaya.

"Jadi semuanya palsu? Perlakuan, hadiah, senyum, semuanya cuman buat ngejebak keluargaku? Vanza, kamu serius nggak bohong 'kan?"

Laki-laki itu tak tahu lagi mau berkata bagaimana. Dia hanya diam kemudian mengelap lelehan air mata kecewa dan sakit hatinya Lyonna.

ia sadar dan tahu seberapa perih dan tak karuan hati gadis itu saat ini. Jadi, yang bisa ia lakukan saat ini adalah memeluk, menenangkan, dan menemaninya. Seperti ia merangkul dia dulu kala kehilangan rumah Nenek Dinda.

Tak sengaja terulang terlihat, seketika hatinya teriris, perih. Revanza mengelus pergelangan tangan Lyonna yang memar. Lyonna dapat melihat rasa bersalah yang besar dari sorot mata Revanza.

"Maafin aku, ya," ujarnya dengan sendu.

"Aku yang nggak tahu masa lalu kamu, aku yang nggak peka, dan aku yang terlambat di malam itu. Aku bener-bener minta maaf."

Rasa sakit yang timbul akibat fakta yang membuat kecewa tadi seketika terganti dengan perasaan hati yang sedih. Lyonna menundukkan kepala dalam. Takut, kotor, dan jijik. Dia masih tidak percaya diri ini telah dinodai untuk kedua kali. Kembali, air mata itu jatuh membasahi pipi.

Namun, seakan menjadi lentera di malam yang gelap gulita dan dingin. Revanza memberikan pelukan terhangat yang pernah Lyonna rasakan seumur hidupnya, lebih dari sekadar pelukan biasa.

"Aku bakal selalu mencintai kamu, serumit apapun hidupmu, sekelam apa masa lalumu. Bagiku, kamu tetaplah matahari paling terang dan bersih dalam hidupku, Na. Bagaimanapun dirimu, aku bakal selalu meluk kamu."

Kata-kata itu berhasil membuat tangis Lyonna pecah. Revanza tersenyum akhirnya gadis itu bisa mengekspresikan semua beban yang selama ini ia tutup dengan keceriaannya.

Kini Lyonna mulai bisa stabil dan tenang. ia memandang Revanza penuh arti. "Makasih."

"Udah, ok? Kamu fokus aja istirahat sekarang bakal aku jagain terus, 24 jam." Gombalan tersebut berhasil membuat Lyonna tertawa.

My Sociopath BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang