Seperti biasa, vote dan komen:)
Biar cepet tamat nih cerita!!
****
Entah mengapa, perlakuan Devon tadi kepada Sabrina bingung. Yang di mana cowok itu rela mendorong motor sport milik Sabrina, padahal jarak bengkel langganan Sabrina lumayan jauh.
Dan sekarang ini. Gadis berambut kemerahan itu berada di rumah Starla, dan mereka berada di kamar Starla.
"Mungkin Devon suka sama lo," ujar Starla saat sesudah mendengar cerita Sabrina yang di mana Devon rela mendorong motornya--Sabrina.
Kedua alis Sabrina saling bertautan, dia menatap bingung ke Starla. "Hah?" tanyanya ngawur.
Starla berdecak. "Apaan sih? Hah hoh hah hoh mulu? Cosplay jadi tukang keong lo?" tanya Starla dengan tatapan datar.
Sabrina nyengir sambil meremas bantal yang di pegangnya. Iya, mereka duduk berhadapan di atas ranjang tempat tidur Starla.
Sabrina terlihat serius sekarang lalu berdehem canggung. "Tapi masa iya dia suka sama gue? Secarakan gue bodoh."
Starla kembali kesal dengar kata-kata yang di lontarkan Sabrina. "Bodoh apaan? Gak nyadar kalau nilai pelajaran lo lebih tinggi dari gue," balas Starla.
"Ya ...." Sabrina menggantungkan ucapannya karena bingung mau bilang apa.
Starla mengangkat salah satu alisnya. "Iya apa?" tanyanya bingung.
"Gak, gak papa." Sabrina menggeleng kepalanya pertanda 'tidak'
Starla manggut-manggut lalu dia kepikiran sesuatu, kemudian dia menjentikan jarinya. "Tapi gue setuju kok lo pacaran sama Devon, soalnya bisa jadi Ibu Wakil Zervanos haha." Starla tertawa sangar.
"Devon itu wakil geng Zervanos 'kan? Nah, gue itu Ibu ketua Zervanos. Terus lo wakilnya haha!" lanjutnya dengan tertawa.
Sabrina mengerutkan dahinya. "Apaan sih?! Ngawur lo ah!" sentaknya sambil melemparkan bantal ke arah Starla.
****
Pagi telah tiba
Hari ini Starla ingin berangkat ke sekolah sendirian tidak bersama dengan Sagara. Dan saat ini pula gadis itu sedang sarapan pagi bersama kedua orang tua-nya.
"Starla. Gimana dengan hubunganmu dengan Sagara?" tanya Gilbert di sela makannya.
Pertanyaan dari Gilbert itu membuat Starla berhenti makan, lalu berdehem canggung. "Seperti biasa, Pa. Baik-baik saja." Starla tersenyum kikuk.
Gilbert manggut-manggut paham
"Pertahankan hubungannya, saling support dan saling percaya satu sama lain," tutur Linda lembut.
Starla mengangguk paham. "Iya, Mamaku cantik." Starla berbicara dengan nada manja.
Linda dan Gilbert sama-sama terkekeh geli mendengarnya. Starla yang tau itu berdehem malu, dan lanjut makan.
Selesai makan. Starla pamit kepada Linda dan Gilbert, setelah itu dia pun keluar dari rumah ke garasi untuk mengambil motornya setelah dinyalakan mesinnya, Starla pun langsung pergi meninggalkan rumahnya ke sekolah.
Di lorong sekolah. Starla berpapasan dengan Sagara. Dan Sagara itu hanya dengan Devon dan Galang. Tapi anehnya, saat Starla mengapa-nya, Sagara seperti tidak mengenal Starla.
"Lo kenapa sih? Gue nyapa kok gak di bales?" tanya Starla bingung.
"Memangnya kamu siapanya aku?" tanyanya sedikit mengerutkan dahinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA[Tamat&Lengkap]
Teen Fiction[VOTE DAN KOMEN BILA SUKA✔] (Gakmaksasih) CERITA INI SUDAH TAMAT! PART MASIH LENGKAP!!! ||Di larang PLAGIAT|| Dia Sagara Alterio Sebastian. Cowok manis, baik hati, dia juga sedikit polos, kekanak-kanakan dan nakal juga. dia juga menjadi Pemimp...
![SAGARA[Tamat&Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/293214900-64-k84237.jpg)