P, minimal kasih Vote gitu biar aku makin semangat!♡♡
*****
Sudah dari kemarin Saskara belum bangun juga. Maya yang merasakan firasat buruk tentang Anaknya, berusaha menepis perasaanya.
"Tante. Kok Saskara belum bangun juga?" tanya Sagara ke Maya.
Maya yang sedang melamun di kursi depan ruangan Saskara. Tersentak kaget saat Sagara memanggilnya.
"Hah? Tante juga belum tau, Sagara." Maya tersenyum tipis.
Sagara menghela napasnya lalu menatap Saskara dari kaca jendela ruangan itu. Dari kedua sorot matanya, ada kesedihan.
"Eum, Tante. Sagara mau pulang dulu, nanti ke sini lagi kok."
Maya mendongak menatap ke arah Sagara. "Iya, Sagara. Silakan, dan nanti kalau Saskara udah bangun Tante akan kasih kabar."
"Oke Tan! Ya udah Assalamualaikum." Setelah itu Sagara pun pergi.
"Waalaikumsalam."
******
"Gimana? Saskara udah bangun?" tanya Icha-Ibunya Sagara. Saat melihat Anaknya, Sagara pulang.
Sagara yang baru masuk ke dalam rumah menoleh ke arah Ibunya. "Belum, Mami."
Icha menghela napasnya. "Sagara. Yang sabar ya? Nanti Saskara bangun. Oh iya, gimana dengan Ibunya? Bu Maya?"
"Dari kemarin nangis terus, Mi."
"Ya udah, Mi. Gara ke kamar dulu." Icha hanya mengangguk saja.
Kemudian Sagara langsung pergi ke kamarnya. Dan, sesampai di sana. Sagara menghempaskan tubuhnya ke kasur dan menatap langit-langit kamarnya.
"Sas, aku harap kamu cepet bangun. Dari kemarin kamu belum bangun-bangun. Aku kangen waktu kita pas SD, Saskara."
Iya. Sagara dan Saskara sudah temenan sejak SD atau Sekolah Dasar. Kalau sama Devon, Galang, Valdo dan Hudson temenan pas Sagara dan Saskara masuk SMP.
Tring!
Sagara yang masih mendongak menatap langit kamarnya. Menoleh ke arah ponselnya yang berdering.
Lalu mengambil ponselnya di atas meja belajarnya. Keningnya mengkerut heran saat Devon, temennya menelfon dirinya.
Devon
|SAGARA! GUE TADI DAPAT KABAR DARI VALDO KATANYA SASKARA BARU SA-SAJA DIPERIKSA DOKTER, TERUS KEJANG-KEJANG. PAS UDAH DIPERIKSA TUH, SASKARA SAGA, DI-DIA DINYATAKAN MENINGGAL DUNIA!
Deg!
Sagara mendadak kaget mendengar perkataan Devon di seberang sana.
Sagara
|BOHONG LO?! AWAS KALAU BOHONG GUE GEBUKIN LO DEVON!
Devon
|GUE BENER ANJING. CEPET KE SINI BOSS
Tutt!
Sagara langsung mematikan sambungan telponnya. Lalu segera keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa sampai membuat Icha kebingungan yang sedang duduk menonton televisi.
Dan, Sagara tanpa pamit dia keluar dari rumahnya menuju ke motornya lalu pergi begitu saja meninggalkan rumahnya ke rumah sakit lagi.
Di sisi lain. Maya menangis histeris melihat tubuh Anaknya yang sudah ditutupi kain berwarna putih itu di dalam ruangan.
Di sana juga sudah ada Kania, Starla dan teman-temannya Starla lainnya. Bukan hanya itu saja. Ada Devon, Galang, Valdo dan Hudson juga di sana.
"SASKARA MANA?!"
Dengan panik. Sagara datang, dan semua orang yang di sana menoleh ke arah Sagara yang tiba datang.
"Ada di dalam." Devon dengan tangan gemetaran menunjuk ke ruangan Saskara.
Tanpa berpikir panjang Sagara masuk ke dalam. Seketika tubuhnya membeku saat melihat Saskara sudah terbaring tak bernyawa di sebuah brangkar.
"Sas! Lo kenapa anjing! Tega lo mau ninggalin gue?! Mana janji lo itu!" Sagara mulai menangis.
Sagara mendekat lalu membuka kain putih yang menutup wajah Saskara. Dan, detik ini juga Sagara semakin menangis saat melihat wajah pucat milik Saskara itu.
"Buka mata lo! Saskara! Gu-gue gak mau kehilangan lo! Lo harus tau! Gue sekarang anggap lo sebagai saudara gue!" Sagara mengacak-acak rambutnya sendiri frustrasi.
"Gara. Lo yang tenang," kata Devon yang tiba masuk juga.
Sagara menoleh ke Devon. "Gimana gue bisa tenang?! Sahabat gue, sahabat perjuangan gue! Udah gak ada! Lo liat ini!" Sagara menunjuk ke arah Saskara yang terbaring.
"Dia pernah cerita ke gue. Katanya, Om Burhan ingin dia mati. Dan, lo liat sekarang. Akhirnya permintaan Om Burhan sudah terpenuhi. Saskara mati."
"Dia sebenarnya rapuh, Von! Hatinya sakit, tubuhnya juga sakit sering di pukul sama Om Burhan!"
"Ngaku sok kuat. Tapi ya sebenarnya dia kuat sih. Walaupun begitu, dia tetep saja lemah."
Kania, pacarnya Saskara pun ikutan masuk ke dalam ruangan itu diikuti oleh Starla dari belakang.
Di kedua tangannya Kania ada boneka yang waktu itu dikasih oleh Saskara.
Dan, pandangan Kania kosong. Matanya mulai berkaca-kaca, ingin menangis tapi dia tidak bisa. Kania juga meremas kuat boneka tersebut.
'Aku janji gak akan ninggalin kamu, Kania.'
'Kan. Tar udah lulus, aku akan langsung nikahin kamu aja. Biar kamu gak di rebut orang lain.'
'Kania. Saskara Adhitama benar-benar sayang sama kamu.'
'Kania. I Love You.'
kata-kata Saskara yang ini. Terus terngiang-ngiang di pikiran Kania.
Kania semakin mendekat ke brangkar itu. Semakin dekat, dia melihat wajah tenang Saskara.
Dan ya. Saskara Adhitama benar-benar dinyatakan meninggal dunia. Kata Authornya:v
"Saskara. Aku mencintaimu." Kania yang berkata.
Starla yang melihat itu juga merasakan sedih juga. Dan, dia menjadi teringat saat kehilangan Darrel.
*****
Segini dulu yah semoga suka😘
Next tidak nih?
Salam aku dari Azaa
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA[Tamat&Lengkap]
Teen Fiction[VOTE DAN KOMEN BILA SUKA✔] (Gakmaksasih) CERITA INI SUDAH TAMAT! PART MASIH LENGKAP!!! ||Di larang PLAGIAT|| Dia Sagara Alterio Sebastian. Cowok manis, baik hati, dia juga sedikit polos, kekanak-kanakan dan nakal juga. dia juga menjadi Pemimp...
![SAGARA[Tamat&Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/293214900-64-k84237.jpg)