Kasih vote dan komen Kalau suka, MAKASIH
****
Pagi harinya...
Sagara sudah bersiap-siap untuk pergi berangkat sekolah. Dirinya sekarang masih di dalam kamar, memakai dasinya dengan asal-asalan.
"Saskara ... gu-gue kangen sama lo." Sagara tersenyum getir.
Tok!
Tok!
Tok!
Sampai akhirnya Sagara mendengar suara pintu diketuk. Sagara sudah memakai dasinya. Sagara menghapus air matanya. Lalu, berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Apa, Mi?" tanyanya.
Icha tersenyum tipis. "Ayo cepet turun. Sarapan, dan di bawah ada teman kamu."
Sagara hanya mengangguk.
Kemudian dia kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil tas, kunci motornya dan jaket kebanggan gengnya.
Lalu turun ke bawah. Dan benar saja, di ruang tamu sudah ada Devon, Galang, Valdo dan Hudson. Tetapi, Sagara rasanya ada yang kurang.
"Mi. Gara berangkat sekarang aja."
"Ya udah. Hati-hati."
Sagara hanya mengangguk mengiyakan. Lalu menyalami punggung tangan Icha. Termasuk Devon, Galang, Valdo dan Hudson juga melakukan hal sama.
Kemudian setelah mengucap salam dan dibalas Icha. Akhirnya kelima cowok itu keluar dari rumah, menuju ke motornya masing-masing untuk pergi berangkat sekolah.
*****
Kelima cowok itu pun sampai di sekolah. Lalu turun dari motornya menuju ke kelasnya berada. Tetapi di koridor sekolah, langkahnya terhenti saat Pak Yudho datang menghadang.
"Kalian. Tetep semangat ya, walau udah gak ada Saskara. Dan kalian jangan sering bolos terus. Malu atuh sama Saskara. Dan doakan dia tenang di alam sana," kata Pak Yudho.
Sagara tersenyum tipis, dan sedikit mengangguk. "Makasih, Pak. Dan, kita janji gak akan bolos terus."
Pak Yudho tersenyum bangga sembari menepuk pundak Sagara. "Nah gitu dong."
"Ya udah cepet ke kelas sana."
"Oke, Pak!"
Sagara dan keempat temannya itu pun lantas pergi dari sana ke kelasnya. Sesampai di kelas, langsung duduk di bangkunya masing-masing.
Sagara menatap bangku milik Saskara yang kosong dengan tatapan yang sulit diartikan. Lalu tersenyum tipis. "Gue harus mulai ikhlaskan dia."
Di sisi lain.
Di kelas Starla. Starla terus terdiam di bangkunya dengan melamun. Dia sebenarnya sedang memikirkan Kania saat gadis itu tidak datang ke sekolah.
"HELLO! APA KABARNYA!"
Tiba-tiba datang suara teriakan Vanya masuk ke dalam ruangan kelas tersebut. Starla berdecak kesal mendengar teriakan dari sahabatnya.
"Eh, Star. Kania mana?" tanya Vanya.
"Gak tau," jawab Starla.
"Mungkin gak sekolah kali ah. Soalnya gak ada Saskara," kata Sabrina dengan memelankan nada bicara di akhir dialog.
Vanya manggut-manggut lalu duduk di samping Starla. "Ya mungkin, ya."
Dan tepat bersamaan bel masuk pun berbunyi. Menandakan pelajaran pertama pun di mulai.
*****
Setelah tadi pelajaran pertama. Akhirnya bel istirahat berbunyi.
Valdo merentangkan kedua tangannya, sembari menguap lebar. "Ah. Akhirnya istirahat!"
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA[Tamat&Lengkap]
Ficção Adolescente[VOTE DAN KOMEN BILA SUKA✔] (Gakmaksasih) CERITA INI SUDAH TAMAT! PART MASIH LENGKAP!!! ||Di larang PLAGIAT|| Dia Sagara Alterio Sebastian. Cowok manis, baik hati, dia juga sedikit polos, kekanak-kanakan dan nakal juga. dia juga menjadi Pemimp...
![SAGARA[Tamat&Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/293214900-64-k84237.jpg)