Halo, kembali lagi dengan Nazla. Si Author cerita ini! Asli, kangen nulis cerita ini deh:) tapi ... ya udah tamat juga kan.
Oh iya. Ada beberapa inti cerita yang belum aku jabarkan, ya. Dimulai dari....
1. Awal dibentuknya Zervanos
2. Awal pacarannya Starla dan Reno
3. Awal sahabatannya Starla dan Darrel.
4. Awal Sagara temenan sama Saskara dari SD, begitupun dengan Devon, Galang, Valdo dan Hudson yang dari SMP.
5. Kisah kelanjutan pacaran Saskara dan Kania yang begitu...
6. Awal Geng Zervanos dan Vandalas musuhan
Dll deh
Mungkin cuma ini, ya?
*****
Tepat satu tahun setelah kepergian Saskara sekaligus Sagara....
Hari ini di makam Saskara maupun Sagara sudah banyak yang berziarah. Dari golongan anggota Zervanos, anggota Vanostra, Starla serta Kania, Sabrina, Vanya, Naomi dan Belva pun datang.
"Sa? Kamu gak kangen sama aku? Aku berharap kamu bisa datang ke mimpi aku. Dan bisa bertemu lagi, Sa. Gak papa di mimpi. Cuma ingin bertemu aja cukup, Sa." Starla meneteskan air matanya sembari terus mengusap-usap batu nisan yang sudah bertuliskan 'Sagara Alterio Sebastian'
"Sa, Zervanos bubar, Sa. Gara-gara gak ada lo, ketuanya. Ingin diganti, tapi gue nolak aja permintaan sebagian anggota Zervanos yang lain. Karena apa? Karena gue gak mau lo tergantikan. Ketua Zervanos hanya lo, Sa! Hanya lo! Ingat itu!" kata Devon sembari terus menjambak rambutnya sendiri.
"Tapi kita masih sering datang ke markas kok, Sa. Walau udah bubar hehe," lanjut Devon tersenyum getir.
Lalu menundukkan kepalanya sembari terisak menangis. Ia tidak kuat, ia belum ikhlas atas kepergian Sagara! Belum! Ingat, Belum! Walau sudah satu tahun lamanya.
"Sa, lo tau gak? Gue bener-bener kangen sama lo! Bukan hanya sama lo doang! Gue juga kangen Saskara, Sa. Saskara! Lo berdua udah janjian, ya? Bikin kita semua nangis gini, anjeng!" ujar Galang yang terus menangis di atas tanah disamping makam keduanya.
"Sa. Lo udah bikin Tante Icha dan Om Davis, nangis terus tau gak! Kedua orang tua lo belum ikhlas lo pergi! Dan gue juga kali!" ujar Valdo.
Sedangkan Hudson hanya terdiam mematung sembari terus menangis. Ia tidak kuat ingin mengatakan sesuatu.
Kini Devon beralih ke makam Saskara di samping makamnya Sagara. "Sas. Tega lo ye bikin gue nangis terus! Bukan gue doang sih, tapi Tante Maya pun sama. Lo tau gak Om Burhan kemana sekarang? Dia di penjara, haha! Ya tapi bagus deh!"
"Reno juga. Pelaku yang membunuh Sagara juga di penjara, Sas!" lanjut Devon.
"Saskara. Kamu gak kangen sama aku? Kamu udah pergi meninggalkan aku, Sas. Katanya janji gak akan ninggalin aku. Tapi apa ini? Eum, ya sudahlah. Udah takdir Tuhan juga sih. Semoga kamu bahagia disana, Sas," kata Kania sembari terus meremas kuat boneka yang waktu itu dikasih oleh Saskara.
Ia sering membawa boneka tersebut karena rasa kangennya.
"Sa, Sas. Semoga bahagia, ya. Disana! Gue disini akan terus mendoakan lo berdua," ujar Deon yang ikutan berbicara.
*******
Saya Nazla selaku author cerita ini. Terima kasih banyak yang sudah mau BACA, VOTE, DAN KOMEN!
See you story new
Tar ada chapter bonus juga lagi, ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA[Tamat&Lengkap]
Teen Fiction[VOTE DAN KOMEN BILA SUKA✔] (Gakmaksasih) CERITA INI SUDAH TAMAT! PART MASIH LENGKAP!!! ||Di larang PLAGIAT|| Dia Sagara Alterio Sebastian. Cowok manis, baik hati, dia juga sedikit polos, kekanak-kanakan dan nakal juga. dia juga menjadi Pemimp...
![SAGARA[Tamat&Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/293214900-64-k84237.jpg)