Dua Puluh Delapan

159 29 2
                                        

Vote dan Komen ya xixi

***♡***

"Mencintai dan rasa sayang aku ke kamu begitu besar, jadi kita harus menyelesaian masalah bersama-sama."
-

Sagara Alterio Sebastian

SMA Bima Sakti

Saskara sudah lumayan sembuh, dia sekarang kembali aktif bersekolah ya walaupun di larang oleh Maya, dan itu awalnya di paksa oleh Ayahnya.

Sekarang. Keenam Anggota Inti Geng Zervanos sudah mulai memasuki area sekolah, mereka sama-sama memakirkan motornya di tempat khusus motor dan turun dari motornya masing-masing.

Keenamnya kini banyak mengundang para siswa dan siswi lain di parkiran melihat ke arah mereka, dengan tatapan memuja.

"Omaygatt! Sagara! Ganteng banget pacar orang!"

"Saskara! Lo udah bikin sakit hati! Udah punya pawang!"

"Devonn! Ganteng banget sihh!"

"Galanggg! Ilovyou!"

"Bang Valdo manis banget sih!"

"Bebeb Hudsonnn! Ganteng bangettt!"

Begitulah kira-kira perkataan mereka ke Sagara dan teman-temannya.

Sekarang Valdo dan Galang ini sedang tebar pesona. Kadang-kadang Galang mengedipkan salah satu matanya genit ke arah siswi-siswi atau menggodanya, termasuk Valdo.

"Hadeh ... jiwa Play Boy-Nya Galang dan Valdo kambuh lagi!" sergah Devon sambil memutar bola matanya jengah.

"Hooh. Udah bagus tobat, sekarang kambuh lagi!" timpal Hudson ikut-ikutan.

"Serah gue lah. Ya nggak, Val?" tanya Galang ke Valdo.

Valdo mengangguk senang. "Yoi!"

Saskara hanya terdiam dengan raut wajah datar tanpa ekspresinya. Sagara langsung pergi dari sana meninggalkan parkiran ke kelas.

Devon yang melihat itu langsung menyusul Sagara. Dan ya, Saskara juga ikut menyusul. Diikuti oleh Galang, Valdo dan Hudson juga.

****

Dan sekarang jam kosong jadi tidak belajar. Sagara sekarang menuju ke kelas Starla berada, ingin mengajak gadisnya ke kantin bareng.

Namun tiba-tiba ada seseorang yang menghadang dirinya dan orang itu adalah Bianca.

Dahi Sagara mengkerut. "Ada apa?" tanyanya sedikit tidak suka.

Bianca tersenyum. "Sagara, ayo ke kantin bareng?" ajaknya sambil merangkul tangan Sagara.

"Bianca? Lo apa-apaan sih!" balas Sagara ingin melepaskan diri.

"Gak mau, sebelum kita ke kantin bareng."

"Gadis gila!" ujarnya kesal lalu menghempaskan tangan gadis itu kasar.

Lalu pergi begitu saja meninggalkan Bianca yang mendengus kesal. Gagal terus, pikirnya.

Sekarang ini Sagara berada di kantin bersama Starla, Gadis kesayangannya. Duduk berdua.

"Lo kenapa liatin gue kek gitu? Gue cantik ya?" tanya Starla saat Sagara yang terus menatapnya dari tadi dengan tersenyum terus.

"Dih. Pede amat, cantik kagak kek Kuntilanak iya!" balas Sagara santai dan sewot.

"Jahat banget sih lo! Masa disamain sama Kuntilanak? Lagian cantikan gue kali," balas Starla sewot.

SAGARA[Tamat&Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang