Empat Belas

213 46 8
                                        

Jangan lupa kasih vote dan komen Kalau suka MAKASIH

Maaf Pendek, Lagi Males next. Ini juga next agar bisa cepet tamat!!

***

Sagara dan Saskara sudah tiba di dalam kelas beriringan dengan posisi Sagara yang masih merangkul pundak Saskara, lalu mereka pun duduk di kursi masing-masing.

"Kara, tangan lo kenapa di perban?" tanya Galang.

"Gak papa," jawabnya datar.

"Yakin lo? Dan ... lo kek habis nangis?" tanya Hudson.

Saskara menunduk. "Gue capek ... capek kena marahin Papa terus. Rasanya ingin mati aja, gue." Sagara. Maupun Devon, Galang, Valdo dan Hudson terdiam.

"Kara ...." Sagara ikutan menangis lalu beranjak duduk di samping pemuda itu.

"Kamu itu laki-laki, Kar. Jangan lukai begini. Aku gak suka liat kamu seperti ini. Dan aku merasa aku jadi malu, aku punya orang tua lengkap dan sayang banget sama aku, tapi kamu ...," ujar Sagara lalu menghela nafasnya pelan.

Saskara mendongak dan menatap intens ke Sagara dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu tersenyum kecil.

"Gue kadang iri sama lo, Sa," balasnya dengan kekehan ringan.

"Jangan gitu, aku yakin. Suatu saat nanti Papa kamu akan sayang sama kamu." Lagi dan lagi Sagara merangkul pundak Saskara.

"Semangat Saskara," bisik Sagara. Saskara terdiam, diam-diam dia tersenyum tipis.

"Ayo, bikin Papa kamu luluh sama kamu," lanjut Sagara tersenyum lebar.

Devon, Galang, Valdo dan Hudson masih terdiam. Namun mereka ikutan senang dan sedih menjadi satu.

Senangnya karena Sagara. Sedihnya karena hidup Saskara.

Tepat bersamaan. Bel masuk pun berbunyi, Starla juga sudah ada di kelas. Dan mata pelajaran pertama pun di mulai...

***

Selang beberapa lama akhirnya bel istirahat berbunyi. Sagara dan teman-temannya pun pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka, termasuk Starla.

Kecuali Saskara pergi ke belakang sekolah, karena ingin menyendiri, Sagara pun mengizinkannya.

Di sini lah Saskara berada, di taman belakang sekolah, duduk di bangku yang ada di sana.  Sendirian, Saskara menghela nafasnya lalu di hembuskan, kedua tangannya terkepal di sisi tubuhnya.

"Saskara?" tanya seseorang yang tiba datang lalu duduk di sampingnya.

Saskara menoleh dan terkejut saat melihat Kania--temannya Starla datang dan duduk di samping dirinya.

"Ngapain lo di sini?" tanyanya dengan nada datar.

Kania meringis lalu tersenyum kikuk. "Eum, aku gak sengaja liat kamu ada di sini. Ya udah aku samperin deh." 

Saskara mengangguk. "Oh."

"Iya. Heum, kamu sendiri ngapain ke sini?" tanyanya balik dengan perasaan gugup, dikarenakan Saskara terus menatapnya.

"Pengen aja di sini," jawabnya santai. Kania hanya mengangguk, lalu mereka kembali terdiam satu sama lain dengan pikiran masing-masing.

"Kan," panggil Saskara.

"I-iya?" beonya.

"Apa gue salah kalau gue benci Papa gue sendiri?" tanyanya dengan tatapan kosong ke depan, Kania terdiam mencerna omongan Saskara, lalu beberapa menit dia tersadar.

SAGARA[Tamat&Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang