JANGAN LUPA KASIH VOTE DAN KOMEN.
KARENA INI PART PERTAMA MENUJU END, JANGAN NYESEL PAS TAU ENDINGNYA GIMANA DAN JANGAN KESAL DAN MARAH SAMA AKU KALAU DIA TIADA.
DAN KARENA AKU JUGA UDAH SIAPIN ENDINGNYA
SELAMAT MEMBACA
****
Malamnya
Saat ini Sagara masih di Markas. Sagara duduk di sofa paling pojok markas dengan terus memegang jaket milik Saskara di tangannya.
"Kamu langgar janji kita, Sas. Katanya kita harus bersama sampai tua nanti. Tapi ...." Sagara kembali menundukkan kepalanya sembari terisak menangis.
"Udah takdir juga sih," lanjut Sagara sembari tersenyum getir.
"Sa!" Hudson tiba-tiba muncul sembari menepuk pundak Sagara yang membuat sang empunya terkejut.
"Eh? Apa?" tanyanya saat melihat Hudson.
"Makan malam yuk. Anak-anak lain udah pada berangkat ke cafe langganan kita."
Sagara hanya mengangguk lalu berdiri. "Oke."
Dengan segera Sagara bersama Hudson pun nyusul ke cafe langganan mereka yang lokasinya tidak jauh dari markas.
Dan benar saja. Di dalam cafe tersebut sudah ada Anak Geng Zervanos, berjumlah lima puluh orang saja. Ada yang sedang makan sembari memainkan ponselnya, ada yang mengobrol dan lain-lain.
Sagara pun duduk di samping Devon yang sedari tadi terdiam saja, tanpa minat makan seperti yang lain.
"Von," panggil Sagara sembari menyenggol tangan Devon.
Seketika Devon tersadar. "Hah? Apa?"
Sagara berdecak kesal. "Kamu kenapa? Daritadi diam saja."
Devon menghela napasnya. "Gue lagi mikir. Gimana caranya nembak cewek."
Sagara menjadi terkejut. "Hah? Lagi suka sama siapa emang?"
Devon kembali diam. "Eumm ... itu, Sabrina."
Sagara mengerutkan dahinya. "Sabrina? Temennya Starla?"
Devon hanya mengangguk. Lalu beberapa detik ia menggaruk tengkuk lehernya malu. "Iya."
Sagara tersenyum menggoda. "Aku dukung kok. Silakan aja, dan semoga berhasil."
Devon tertawa kecil. "Haha! Iya makasih, Sa."
Sagara juga ikutan tertawa. Di otaknya kembali teringat saat Starla yang pertama kali menembak dirinya untuk menjadi pacar.
Tring!
Bunyi ponsel mengalihkan perhatian Sagara. Sagara pun mengambil ponselnya di saku celananya, keningnya mengkerut heran saat ada memberi dirinya pesan.
Tanpa membalas pesan tersebut. Sagara kembali berdiri, lalu pamit kepada Devon dengan izin pergi ada urusan.
******
Sagara sudah sampai di tempat tujuan. Cowok itu pun turun dari motornya, lalu masuk ke dalam sebuah gudang dekat hutan.
"Starla? Lo di sini? Ini gue, Sagara. Pacar lo." Sagara celingak-celinguk di dalam gudang tersebut.
"Starla!"
"Starla. Say--"
Ucapannya terpotong karena tiba-tiba punggungnya di pukul seseorang. Sagara meringis kesakitan, lalu menatap ke arah si pelakunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA[Tamat&Lengkap]
Teen Fiction[VOTE DAN KOMEN BILA SUKA✔] (Gakmaksasih) CERITA INI SUDAH TAMAT! PART MASIH LENGKAP!!! ||Di larang PLAGIAT|| Dia Sagara Alterio Sebastian. Cowok manis, baik hati, dia juga sedikit polos, kekanak-kanakan dan nakal juga. dia juga menjadi Pemimp...
![SAGARA[Tamat&Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/293214900-64-k84237.jpg)